home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Manfaat Keju Gouda, Keju Khas Belanda yang Tinggi Lemak dan Kalsium

Manfaat Keju Gouda, Keju Khas Belanda yang Tinggi Lemak dan Kalsium

Selain keju keju cottage, cheddar, dan mozarella, satu lagi keju yang paling populer di seluruh dunia ialah keju Gouda.

Keju asal Belanda ini sangat unik karena Anda harus mematangkannya selama berbulan-bulan sebelum bisa mengonsumsinya.

Apa saja kandungan gizi keju Gouda dan manfaatnya bagi kesehatan? Berikut ulasan selengkapnya.

Kandungan gizi keju Gouda

Keju Gouda adalah keju yang berasal dari kota Gouda di Belanda.

Produk ini terbuat dari dadih susu sapi utuh yang dibersihkan secara tradisional, diasinkan, lalu dimatangkan selama 1 sampai 20 bulan.

Keju yang baru dibuat memiliki tekstur lembut dan rasa susu yang kuat. Sementara itu, keju yang sudah matang cenderung keras dan rapuh.

Rasa keju Gouda manis dengan sedikit rasa kacang. Lamanya pematangan akan memengaruhi rasa dan teksturnya.

Kandungan kalori dan lemak dalam keju ini termasuk yang paling tinggi di antara jenis keju lainnya.

Meski begitu, Anda bisa mendapatkan asupan gizi yang cukup beragam. Berikut kandungan gizi dari 100 gram keju Gouda.

  • Energi: 356 kkal
  • Protein: 24,9 gram (g)
  • Lemak: 27,4 g
  • Karbohidrat: 2,2 g
  • Vitamin A: 165 mikrogram (mcg)
  • Riboflavin (Vitamin B2): 0,3 mg
  • Asam pantotenat (Vitamin B5): 0,3 mg
  • Folat (Vitamin B9): 21mcg
  • Kobalamin (Vitamin B12): 1,5 mcg
  • Kalsium: 700 mg
  • Zat besi: 0,24 mg
  • Magnesium: 29 mg
  • Fosfor: 546 mg
  • Kalium: 121 mg
  • Natrium: 819 mg
  • Zinc: 3,9 mg

Kandungan lemak dalam keju Gouda terdiri atas lemak jenuh dan lemak tak jenuh.

Selain itu, keju ini juga mengandung vitamin B1, B3, B6, serta beberapa jenis mineral dalam jumlah kecil.

Manfaat keju Gouda bagi kesehatan

Keju belanda

Kandungan protein, vitamin, mineral, dan berbagai zat gizi lainnya dalam keju khas Belanda ini dapat memberikan manfaat berikut bagi kesehatan.

1. Membantu menjaga berat badan

Keju Gouda terbuat dari whole milk dengan kandungan lemak yang masih utuh.

Banyak orang menghindari whole milk karena takut kandungan lemaknya menyebabkan berat badan naik, padahal ini merupakan anggapan yang keliru.

Studi terbaru dalam jurnal Advances in Nutrition menunjukkan bahwa tidak ada kaitan antara konsumsi whole milk dengan kenaikan berat badan.

Sebaliknya, susu tinggi lemak justru membantu menjaga berat badan dengan memberikan rasa kenyang.

2. Relatif aman untuk penderita intoleransi laktosa

Orang-orang dengan intoleransi laktosa dapat mengalami gangguan pencernaan bila mencerna karbohidrat dalam susu yang disebut laktosa.

Namun, keju Gouda mungkin bisa menjadi pilihan yang lebih aman karena kandungan karbohidratnya sangat kecil.

Keju ini juga memberikan asupan kalsium kepada penderita intoleransi laktosa yang biasanya jarang mendapatkannya dari produk susu sapi.

Dengan begitu, Anda tidak harus menghadapi masalah kesehatan akibat kekurangan kalsium.

3. Menjaga kesehatan tulang

Anda memerlukan kalsium untuk menjaga kesehatan tulang, mengirimkan sinyal saraf, dan membantu gerak otot.

Jika Anda kekurangan kalsium, tubuh akan mengambilnya dari tulang. Hal ini lama-kelamaan bisa menyebabkan tulang keropos.

Orang dewasa perlu mendapatkan asupan kalsium sebanyak 1.000 – 2.000 mg dalam sehari.

Dengan kandungan kalsium sebanyak 700 mg per 100 gramnya, keju Gouda bisa memenuhi kebutuhan harian Anda dan menjaga tulang tetap sehat.

4. Menjaga kesehatan otak

Keju dan produk-produk susu lainnya kaya dengan protein serta vitamin B kompleks.

Keduanya merupakan zat gizi yang penting untuk pertumbuhan otak, produksi enzim, dan pembentukan neurotransmiter (zat kimia otak).

Produk olahan ini juga mengandung lemak menyehatkan berupa omega-3, tepatnya dalam bentuk asam dokosaheksaenoat (DHA).

DHA berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak, fungsi otak, serta memori.

5. Menjaga kesehatan jantung

Keju Gouda memang tinggi lemak jenuh dan studi membuktikan bahwa lemak ini bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat.

Akan tetapi, produk ini juga kaya akan protein, kalsium, vitamin D, dan beberapa zat lain yang bermanfaat bagi jantung.

Sebuah penelitian terbaru dalam jurnal PLOS Medicine pun menunjukkan kaitan antara konsumsi lemak dari susu dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.

Hal ini masih perlu dikaji lebih lanjut, tapi ada salahnya bila Anda ingin mengonsumsi produk susu.

Keju Gouda merupakan produk olahan dari padatan susu sapi yang diawetkan selama kurun waktu tertentu.

Dengan kandungan gizinya yang kaya dan beragam, keju ini memiliki manfaat yang amat besar bagi kesehatan.

https://wp.hellosehat.com/nutrisi/tips-makan-sehat/tips-menyimpan-keju/

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cheese, gouda. (2019). Retrieved 17 November 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/171241/nutrients

Lactose intolerance – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 17 November 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lactose-intolerance/symptoms-causes/syc-20374232

Office of Dietary Supplements – Calcium. (2021). Retrieved 17 November 2021, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Calcium-HealthProfessional/

O’Sullivan, T., Schmidt, K., & Kratz, M. (2020). Whole-Fat or Reduced-Fat Dairy Product Intake, Adiposity, and Cardiometabolic Health in Children: A Systematic Review. Advances In Nutrition, 11(4), 928-950. doi: 10.1093/advances/nmaa011

Poppitt, S. (2020). Cow’s Milk and Dairy Consumption: Is There Now Consensus for Cardiometabolic Health?. Frontiers In Nutrition, 7. doi: 10.3389/fnut.2020.574725

Jo, Y., Benoist, D., Ameerally, A., & Drake, M. (2018). Sensory and chemical properties of Gouda cheese. Journal Of Dairy Science, 101(3), 1967-1989. doi: 10.3168/jds.2017-13637

Trieu, K., Bhat, S., Dai, Z., Leander, K., Gigante, B., & Qian, F. et al. (2021). Biomarkers of dairy fat intake, incident cardiovascular disease, and all-cause mortality: A cohort study, systematic review, and meta-analysis. PLOS Medicine, 18(9), e1003763. doi: 10.1371/journal.pmed.1003763

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 5 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan