home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Manfaat Sehat Jamur Tiram yang Sayang Bila Terlewatkan

6 Manfaat Sehat Jamur Tiram yang Sayang Bila Terlewatkan

Jamur tiram goreng sering menjadi jajanan pengganjal lapar saat sore hari. Banyak juga yang mengolahnya menjadi lauk teman makan nasi. Tahukah Anda ternyata ada banyak manfaat jamur tiram yang menguntungkan buat kesehatan tubuh? Ini penjelasan lengkapnya seputar manfaat dan kandungan gizi jamur tiram.

Kandungan gizi jamur tiram

Jamur tiram adalah salah satu jenis jamur yang populer di Indonesia. Biasanya banyak orang mengolah jamur tiram menjadi menu makanan ringan sampai berat.

Bukan hanya bisa Anda olah menjadi berbagai menu makanan, jamur tiram juga memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan.

Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, 100 gram jamur tiram memiliki kandungan gizi sebagai berikut:

Anda bisa mengolah jamur tiram dengan berbagai cara, menumis, menggoreng, atau merebusnya bersama sayuran.

Bahkan, beberapa orang juga gemar mengolahnya menjadi pepes jamur.

Berbagai manfaat jamur tiram untuk kesehatan

Jamur tiram bisa Anda olah menjadi berbagai menu masakan. Tidak hanya lezat, jamur tiram memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh.

Berikut berbagai manfaat jamur tiram untuk kesehatan Anda.

1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Hindawi menerbitkan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa jamur tiram memiliki potensi meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Zat yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh adalah polisakarida yang diketahui memengaruhi fungsi kekebalan.

Selain itu, zat tersebut juga bisa melawan makrofag, salah satu bagian dari sel darah putih yang bertugas untuk melawan virus, bakteri, dan mikroorganisme lainnya.

2. Menurunkan kolesterol

Sebuah studi dari Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan bahwa jamur tiram dapat membantu menurunkan kolesterol dalam darah.

Jamur merupakan makanan yang mengandung serat dengan memberi efek menurunkan kolesterol.

Peneliti melakukan observasi untuk melihat efek jamur tiram pada pasien hiperkolesterolemia.

Hasilnya, mengonsumsi jamur tiram secara rutin bisa mengurangi kadar kolesterol.

Manfaat jamur tiram ini datang dari kandungan lovastatin yang membantu mengatur sirkulasi kadar kolesterol darah.

Selain itu, kandungan beta-glucan, salah satu bentuk serat larut air yang terdapat pada jamur juga bisa memengaruhi kadar kolesterol.

Beta-glucan berfungsi menyerap kolesterol di aliran darah. Selain kolesterol darah, jamur tiram juga memiliki khasiat menurunkan kadar trigliserida dan gula darah pada penderita diabetes.

3. Membantu kesehatan jantung

University of New York melakukan penelitian pada jamur tiram. Hasilnya, jamur tiram memiliki serat tinggi dan rendah lemak yang memiliki manfaat untuk kesehatan jantung.

Menariknya, jamur ini adalah salah satu sumber makanan yang mengandung tinggi ergothioneine, yakni bagian antioksidan yang mencegah terjadinya peradangan.

Ergothioneine bermanfaat untuk mencegah terjadinya pembentukan plak di pembuluh darah yang memicu penyakit jantung dan aterosklerosis.

4. Sumber vitamin B3

Jamur tiram adalah sumber vitamin B3 atau niasin yang baik bagi tubuh dan mudah ditemukan dalam berbagai jenis makanan.

Dalam 100 gram jamur tiram, memiliki kandungan niasin sebanyak 1 mg. Niasin memegang peranan penting untuk membantu proses pertumbuhan, perkembangan, serta kerja organ-organ dalam tubuh.

Vitamin B3 juga bertugas untuk membantu memecah karbohidrat, lemak, dan protein dari makanan agar bisa mengolahnya sebagai energi.

Selain itu, niacin juga berfungsi menjaga kesehatan jantung dan menurunkan kolesterol jahat.

Saat masuk ke dalam tubuh, vitamin B3 akan diubah menjadi nikotinamida adenin dinukleotida (NAD) dan nikotinamid adenin dinukleotid fosfat (NADP).

Kedua senyawa ini termasuk dalam antioksidan, sehingga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.

5. Kaya antioksidan

Manfaat jamur tiram lainnya adalah sebagai sumber antioksidan yang bertugas menangkal radikal bebas. Sebenarnya, tubuh setiap orang sudah menghasilkan antioksidan sendiri.

Hanya saja, tubuh menghasilkan antioksidan tidak terlalu banyak sehingga Anda masih membutuhkan asupan dari makanan harian.

Lebih dari itu, antioksidan dalam jamur tiram juga memiliki khasiat menghambat penyebaran sel-sel kanker. Radikal bebas adalah penyebab penyebaran sel-sel kanker dalam tubuh.

6. Meningkatkan kolagen

Chosun University of Korea melakukan penelitian tentang khasiat jamur tiram pada produksi kolagen.

Hasilnya, jamur tiram mengandung tembaga yang melancarkan sirkulasi darah dengan meningkatkan pertumbuhan sel darah merah.

Fungsi sistem saraf juga akan lebih optimal berkat kandungan tembaga dalam jamur ini.

Mulai sekarang, yuk olah jamur tiram menjadi salah satu menu favorit keluarga Anda!

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Tanaka, A., Nishimura, M., Sato, Y., Sato, H., & Nishihira, J. (2016). Enhancement of the Th1-phenotype immune system by the intake of Oyster mushroom (Tamogitake) extract in a double-blind, placebo-controlled study. Journal Of Traditional And Complementary Medicine, 6(4), 424-430. doi: 10.1016/j.jtcme.2015.11.004

PMC, E. (2021). Europe PMC. Retrieved 26 February 2021, from https://europepmc.org/article/med/17344789

Data Komposisi Pangan Indonesia – Beranda . (2021). Retrieved 26 February 2021, from https://panganku.org/id-ID/view

Víctor Caz, Alicia Gil-Ramírez, Carlota Largo, María Tabernero, Mónica Santamaría, Roberto Martín-Hernández, Francisco R. Marín, Guillermo Reglero, and Cristina Soler-Rivas.  Journal of Agricultural and Food Chemistry 2015 63 (33), 7371-7380. DOI: 10.1021/acs.jafc.5b02942

Soliman, G. (2019). Dietary Fiber, Atherosclerosis, and Cardiovascular Disease. Nutrients, 11(5), 1155. doi: 10.3390/nu11051155

Minato, K., Ohara, A., & Mizuno, M. (2017). A Proinflammatory Effect of the β-Glucan from Pleurotus cornucopiae Mushroom on Macrophage Action. Mediators Of Inflammation2017, 1-9. doi: 10.1155/2017/8402405

Data Komposisi Pangan Indonesia – Beranda . (2021). Retrieved 26 February 2021, from https://panganku.org/id-ID/view

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 24/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x