home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tak Cuma Kaya Serat, Ini 7 Manfaat Buah Kecapi bagi Kesehatan

Tak Cuma Kaya Serat, Ini 7 Manfaat Buah Kecapi bagi Kesehatan

Buah santol alias kecapi mungkin tidak termasuk dalam deretan buah populer di Indonesia. Padahal, buah yang juga dijuluki sebagai manggis liar ini punya khasiat beragam. Apa saja kandungan gizi dan manfaat yang bisa Anda peroleh dari buah kecapi?

Kandungan gizi buah kecapi

kandungan kecapi

Kecapi adalah buah eksotis yang tumbuh subur di Asia Tenggara dan beberapa wilayah di Amerika Selatan. Bentuknya bulat seukuran apel, dengan daging berwarna putih yang sekilas mirip dengan manggis.

Ada dua jenis buah kecapi, yakni kecapi merah dan kuning. Jenis kecapi yang lebih umum dikonsumsi yaitu kecapi merah. Di dalam kulit berwarna kemerahan tersebut, terdapat daging buah bertekstur halus yang terasa manis dan asam.

Tidak hanya lezat, kecapi juga punya kandungan zat gizi yang beragam. Di bawah ini daftar nutrisi yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi 100 gram buah kecapi.

  • Energi: 88 kkal
  • Protein: 0,12 gram
  • Lemak: 0,1 gram
  • Serat: 0,1 gram
  • Kalsium: 4,3 miligram
  • Fosfor: 17,4 miligram
  • Besi: 0,42 miligram
  • Vitamin B1: 0,04 miligram
  • Vitamin B3: 0,74 miligram
  • Vitamin C: 86 miligram

Manfaat buah kecapi bagi kesehatan

kolesterol normal

Di balik ukurannya yang mungil, buah kecapi ternyata mempunyai berbagai manfaat yang dijabarkan di bawah ini.

1. Menurunkan kolesterol jahat

Buah kecapi mengandung serat yang disebut pektin. Pektin merupakan serat larut air yang ditemukan pada sayur dan buah-buahan. Di dalam usus Anda, serat ini akan berikatan dengan low-density lipoprotein (LDL) dan mencegahnya terbawa oleh darah.

LDL adalah kolesterol ‘jahat’ yang dapat membentuk plak pada pembuluh darah. Hal ini lama-kelamaan bisa menyebabkan penyakit jantung, hipertensi, dan stroke. Ikatan antara pektin dan LDL akan membantu mencegah pembentukan plak pembuluh darah.

2. Baik bagi penderita diabetes

Kecapi bisa menjadi pilihan buah yang baik untuk penderita diabetes. Pasalnya, buah bernama latin Sandoricum koetjape ini memiliki indeks glikemik rendah. Makanan berindeks glikemik rendah tidak akan meningkatkan gula darah dengan cepat.

Penelitian pada hewan juga menunjukkan bahwa pektin berpotensi menurunkan gula darah dan meningkatkan fungsi hormon yang mengontrol gula darah. Meski begitu, manfaat buah kecapi yang satu ini masih perlu diteliti lebih lanjut pada manusia.

3. Menurunkan berat badan

Jika Anda sedang mencari buah untuk menurunkan berat badan, kecapi bisa menjadi salah satunya. Kandungan serat yang tinggi pada buah ini memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga berguna bagi Anda yang sedang diet untuk turun berat badan.

Menurut sebuah studi pada hewan, suplemen pektin juga membantu membakar lemak dan menurunkan lebih banyak asupan kalori dibandingkan diet tinggi protein. Studi sejenis pun menemukan bahwa pektin meningkatkan hormon kenyang pada tikus.

4. Membantu mengatasi gangguan pencernaan

Buah kecapi juga memiliki manfaat bagi penderita gangguan pencernaan. Serat buah ini dapat berubah menjadi gel ketika bertemu dengan air di dalam saluran pencernaan. Gel tersebut dapat membuat feses menjadi lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan.

Selain itu, serat larut air dalam buah kecapi juga termasuk prebiotik yang menambah jumlah bakteri baik. Menurut sebuah penelitian terbitan jurnal Nutrients, bakteri baik di dalam usus dapat membantu mengatasi sembelit dan peradangan secara alami.

5. Buah kecapi punya manfaat mencegah kanker

Kecapi mengandung banyak sekali antioksidan. Antioksidan adalah zat yang mampu menangkal radikal bebas dan kerusakan yang ditimbulkannya pada sel-sel tubuh. Ini sebabnya buah kecapi dianggap berpotensi untuk mencegah kanker.

Sebagian besar antioksidan di dalam buah ini berasal dari zat polifenol. Polifenol dapat mencegah kanker dengan menghambat pembelahan sel-sel abnormal dan mencegah pembentukan pembuluh darah yang menjadi jalur makanan menuju sel tersebut.

6. Memperkuat sistem kekebalan tubuh

Khasiat lainnya yang dapat Anda peroleh dari buah kecapi adalah tubuh yang tangguh melawan serangan penyakit. Ini karena buah kecapi mengandung quercetin, suatu zat antioksidan yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Buah berkulit tebal ini juga sangat kaya akan vitamin C. Bersama quercetin, keduanya membantu membentengi tubuh, meningkatkan stamina, serta memperbaiki sel tubuh yang rusak sehingga Anda tidak rentan terkena penyakit.

7. Menjaga kesehatan tulang dan gigi

Meskipun jumlahnya tidak banyak, kecapi juga mengandung kalsium dan fosfor yang penting untuk kesehatan tulang dan gigi. Asupan kalsium dan fosfor dapat memelihara kepadatan tulang sehingga Anda terlindung dari risiko osteoporosis.

Rasa masam kecapi juga merangsang produksi air liur sehingga mengurangi jumlah bakteri yang ada di dalam mulut. Hal ini dapat mengurangi risiko gigi berlubang akibat pengikisan lapisan email gigi oleh bakteri.

Kecapi merupakan buah dengan beragam manfaat berkat kandungan serat dan vitamin yang tinggi. Meskipun penelitian tentang khasiat buah ini masih terbatas, tak ada salahnya menjadikan kecapi sebagai salah satu pilihan buah untuk Anda konsumsi sehari-hari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Health benefits of Santol Fruit, (2020). Retrieved 9 February 2021, from https://www.healthbenefitstimes.com/santol-fruit/

Wanders, A. J., Feskens, E. J., Jonathan, M. C., Schols, H. A., de Graaf, C., & Mars, M. (2014). Pectin is not pectin: a randomized trial on the effect of different physicochemical properties of dietary fiber on appetite and energy intake. Physiology & behavior, 128, 212–219. https://doi.org/10.1016/j.physbeh.2014.02.007

Liu, Y., Dong, M., Yang, Z., & Pan, S. (2016). Anti-diabetic effect of citrus pectin in diabetic rats and potential mechanism via PI3K/Akt signaling pathway. International journal of biological macromolecules, 89, 484–488. https://doi.org/10.1016/j.ijbiomac.2016.05.015

McRorie, J. W., Jr, & McKeown, N. M. (2017). Understanding the Physics of Functional Fibers in the Gastrointestinal Tract: An Evidence-Based Approach to Resolving Enduring Misconceptions about Insoluble and Soluble Fiber. Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, 117(2), 251–264. https://doi.org/10.1016/j.jand.2016.09.021

Jiang, T., Gao, X., Wu, C., Tian, F., Lei, Q., Bi, J., Xie, B., Wang, H. Y., Chen, S., & Wang, X. (2016). Apple-Derived Pectin Modulates Gut Microbiota, Improves Gut Barrier Function, and Attenuates Metabolic Endotoxemia in Rats with Diet-Induced Obesity. Nutrients, 8(3), 126. https://doi.org/10.3390/nu8030126

Shalini M., Vimala S., Abdull Rashih A., and Muhammad Kamil O. (2014). Antioxidant Evaluation Of Agricultural Waste: Sandoricum Koetjape (Burm. F.) Merr. Fruit Peel Extract. 5th International Conference on Biotechnology for Industry Wellness at UTM, Kuala Lumpur.

Zhou, Y., Zheng, J., Li, Y., Xu, D. P., Li, S., Chen, Y. M., & Li, H. B. (2016). Natural Polyphenols for Prevention and Treatment of Cancer. Nutrients, 8(8), 515. https://doi.org/10.3390/nu8080515

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari
Tanggal diperbarui 09/03/2021
x