Beberapa waktu lalu, sempat beredar pesan broadcast di media sosial tentang bahaya makan cokelat setelah makan mi (mie) karena dapat menyebabkan kerusakan organ dan kematian.
Beberapa waktu lalu, sempat beredar pesan broadcast di media sosial tentang bahaya makan cokelat setelah makan mi (mie) karena dapat menyebabkan kerusakan organ dan kematian.

Mie dan cokelat merupakan makanan yang umum dikonsumsi serta tidak memiliki efek samping serius. Jika demikian, benarkah mengonsumsi keduanya secara bersamaan berbahaya?
Kombinasi antara mie dan cokelat disebut-sebut bisa menimbulkan kerusakan pada organ dalam tubuh, seperti hati, ginjal, dan jantung.
Informasi tersebut mengklaim bahwa mi mengandung arsenik pentoksida (As2O5). As2O5 merupakan senyawa yang digunakan dalam pembuatan pestisida, pengawet kayu, zat pewarna, serta untuk keperluan percetakan.
Dikatakan bahwa makan cokelat setelah makan mie bisa mengubah arsenik pentoksida menjadi arsenik trioksida (As2O3) yang sangat beracun dan menjadi penyebab kerusakan organ dan kematian korban.
Namun, Kementrian Komunikasi dan Infromatika RI telah menegaskan bahwa informasi ini merupakan hoaks atau berita bohong.
Arsenik memang tergolong beracun dan tidak menutup kemungkinan makanan sehari-hari Anda terpapar arsenik dari lingkungan, seperti arsenik pada nasi.
Akan tetapi, kandungan arsenik dalam makanan amatlah kecil sehingga tidak mungkin menimbulkan efek seperti yang disebutkan dalam info tersebut.
Selain itu, produk mie yang telah lulus uji keamanan pangan tak mungkin memakai arsenik sebagai bahan bakunya.
Pasalnya, produsen harus memastikan produknya tidak mengandung arsenik dalam jumlah yang berbahaya untuk bisa lulus uji.
Dengan demikian, makan cokelat setelah makan mi ataupun sebaliknya tidak akan menimbulkan efek yang berbahaya.

Mi instan dan cokelat merupakan makanan yang lekat dengan kehidupan sehari-hari. Jadi, kecuali Anda sedang menjalani diet khusus, mi instan dan cokelat kemungkinan besar akan ada dalam menu Anda.
Makan cokelat setelah makan mie umumnya aman karena kedua makanan tersebut tidak mengandung bahan yang dapat menimbulkan reaksi berbahaya saat Anda mengonsumsinya secara bersamaan.
Meski tidak berbahaya untuk kesehatan, Anda tetap perlu membatasi konsumsi mie dan cokelat.
Dengan membatasi konsumsinya, Anda bisa tetap menikmati mi instan tanpa khawatir. Hal serupa juga berlaku jika Anda ingin mengonsumsi cokelat.

Reaksi yang muncul jika Anda makan cokelat setelah makan mie tidak selalu menandakan kombinasi makanan tersebut adalah penyebabnya.
Reaksi tersebut bisa jadi muncul karena sugesti atau dipicu oleh kondisi kesehatan tertentu akibat terlalu banyak konsusmi mi dan cokelat.
Nah, berikut ini beberapa efek terlalu banyak mengonsumsi mi bagi kesehatan tubuh.
Meski makan cokelat setelah makan mie tidak berbahaya. Anda tidak tidak diperbolehkan mengonsumsi cokelat terlalu banyak karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Kesimpulannya, Anda boleh-boleh saja mengonsumsi mie instan dan cokelat sesekali. Namun, pastikan keduanya hanya menjadi selingan dan pola makan utama Anda tetap terdiri dari makanan bergizi seimbang.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
[HOAKS] Pesan Berantai Wanita Meninggal Setelah Makan Mie Goreng Mengandung Arsenic. (2019). Retrieved 14 August 2024, from https://www.kominfo.go.id/content/detail/16191/hoaks-pesan-berantai-wanita-meninggal-setelah-makan-mie-goreng-mengandung-arsenic/0/laporan_isu_hoaks
The sweet danger of sugar – Harvard Health. (2022). Retrieved 14 August 2024, from https://www.health.harvard.edu/heart-health/the-sweet-danger-of-sugar
How Much Dark Chocolate Can I Eat Every Day? (n.d). Retrieved 14 August 2024, from https://lec.org/blog/how-much-dark-chocolate-can-i-eat-every-day/
Shin, H., Cho, E., Lee, H., Fung, T., Rimm, E., & Rosner, B. et al. (2014). Instant Noodle Intake and Dietary Patterns Are Associated with Distinct Cardiometabolic Risk Factors in Korea. The Journal Of Nutrition, 144(8), 1247-1255.
Understanding How Sugar Contributes to Tooth Decay. (2023). Retrieved 14 August 2024, from https://eclkc.ohs.acf.hhs.gov/oral-health/brush-oral-health/understanding-how-sugar-contributes-tooth-decay
Versi Terbaru
19/08/2024
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)