Kelebihan magnesium adalah ketidakseimbangan elektrolit yang dicirikan dengan tingginya kadar magnesium dalam darah. Kondisi yang juga disebut dengan hipermagnesemia ini terbilang langka dan biasanya disebabkan oleh penurunan fungsi ginjal atau gagal ginjal.
Magnesium termasuk mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar. Mineral ini berperan penting dalam penghantaran sinyal saraf, kesehatan tulang dan pembuluh darah, fungsi jantung, serta keseimbangan elektrolit tubuh.

Orang yang sehat umumnya memiliki kadar magnesium rendah dalam darahnya. Sistem pencernaan dan sistem urologi terutama ginjal senantiasa mengatur seberapa banyak magnesium yang diserap oleh tubuh maupun dikeluarkan melalui urine.
Namun, pada orang yang mengalami hipermagnesemia, kadar magnesium meningkat drastis sehingga menimbulkan berbagai gejala. Jika dibiarkan, kadar magnesium yang terlalu tinggi dapat menyebabkan komplikasi berbahaya pada jantung.
Kadar magnesium yang tinggi dalam darah dapat menimbulkan gejala awal berupa:
Kadar magnesium darah kurang dari 4 miligram per desiliter (mg/dL) biasanya hanya menimbulkan gejala ringan atau tidak menimbulkan gejala sama sekali. Kurang dari 7 mg/dL, gejala yang muncul yakni mual, pusing, kebingungan, dan tubuh melemah.
Jika kadar magnesium darah mencapai 7 – 12 mg/dL, kemungkinan terjadi penurunan refleks, sakit kepala, flushing, dan sembelit. Penderita juga bisa mengalami tekanan darah rendah, kebingungan yang semakin parah, dan penglihatan kabur.
Kadar magnesium darah di atas 12 mg/dL menyebabkan kelumpuhan otot, penurunan tekanan darah dan laju pernapasan, serta penyumbatan usus. Bila kadar magnesium mencapai 15 mg/dL, penderita dapat mengalami serangan jantung dan koma.
Gejala awal hipermagnesemia mirip dengan kondisi lain. Namun, bila Anda meyakini bahwa gejala Anda berkaitan dengan kadar magnesium darah yang tinggi, segeralah kunjungi dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Tes lanjutan dari dokter dapat membantu menentukan apakah kadar magnesium darah Anda meningkat atau ada faktor lain yang menjadi penyebabnya. Selain itu, Anda pun akan mendapatkan penanganan lebih dini.
Kebanyakan orang yang mengalami kelebihan magnesium merupakan penderita gagal ginjal atau penyakit hati stadium akhir. Organ ginjal atau hati mereka tidak lagi bisa mengatur kadar magnesium darah seperti sebelumnya.
Bila salah satu organ ini tidak bekerja dengan baik, tubuh juga tidak mampu membuang kelebihan magnesium dalam darah. Alhasil, magnesium pun menumpuk dan kadarnya meningkat secara drastis.
Selain gagal ginjal dan gangguan fungsi hati, di bawah ini sejumlah kondisi lain yang dapat menyebabkan hipermagnesemia.
Dokter biasanya mendiagnosis kelebihan magnesium melalui pemeriksaan darah. Tes ini menunjukkan kadar magnesium dalam darah Anda sekaligus menentukan seberapa parah kondisi yang Anda alami.
Kadar magnesium darah yang normal berkisar antara 1,7 – 2,3 mg/dL. Lebih dari itu, Anda dapat dikatakan mengalami kelebihan magnesium. Menurut kadar magnesium dalam darah Anda, hipermagnesemia terbagi menjadi tiga kategori berikut.
Dokter akan memberikan asupan mineral kalsium melalui suntikan langsung ke pembuluh darah untuk mengurangi gejala. Upaya ini bisa mengatasi detak jantung yang tidak teratur, gangguan pernapasan, tekanan darah rendah, dan masalah saraf.
Selain itu, kelebihan magnesium bisa diatasi dengan obat diuretik yang membantu merangsang dan mempercepat pengeluaran urine. Dengan obat ini, magnesium berlebih di dalam tubuh akan keluar lebih cepat saat Anda buang air kecil.
Pada orang dengan fungsi ginjal normal, diagnosis dini dapat membantu keampuhan pengobatan. Setelah mengetahui penyebabnya, dokter akan melakukan pengobatan yang bertujuan untuk mengeluarkan kelebihan magnesium dari tubuh Anda.
Pengobatan biasanya lebih rumit pada pasien gagal ginjal atau orang yang terlambat didiagnosis. Pada kasus ini, cara paling efektif untuk menghentikan gejala yaitu dengan dialisis (cuci darah) dan pemberian kalsium melalui suntikan ke pembuluh darah.
Hipermagnesemia merupakan kondisi ketika kadar magnesium darah lebih tinggi dari rentang normal. Bila Anda mengalami gejalanya, segeralah berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Hypermagnesemia. (2020). Retrieved 12 May 2021, from https://www.msdmanuals.com/professional/endocrine-and-metabolic-disorders/electrolyte-disorders/hypermagnesemia
Hypermagnesemia. (2019). Retrieved 12 May 2021, from https://emcrit.org/ibcc/hypermagnesemia/
Magnesium Blood Test. (n.d.). Retrieved 12 May 2021, from https://medlineplus.gov/lab-tests/magnesium-blood-test/
Magnesium. (2021). Retrieved 12 May 2021, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Magnesium-HealthProfessional/
Cascella M, Vaqar S. Hypermagnesemia. [Updated 2021 Jan 16]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK549811/
Versi Terbaru
09/11/2021
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Nanda Saputri
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)