Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Hipermagnesemia (Kelebihan Magnesium Dalam Tubuh)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Magnesium termasuk salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh agar dapat berfungsi dengan baik. Namun meski dibutuhkan, Anda tetap tidak boleh berlebihan mengonsumsinya. Batas asupan harian magnesium biasanya akan tergantung pada jenis kelamin, usia, dan juga kondisi fisik masing-masing orang. Hipermagnesemia adalah salah satu kondisi saat tubuh kelebihan mineral yaitu magnesium. Lantas, apa saja gejala dan penanganannya jika seseorang mengalami hipermagnesemia?

Hipermagnesemia adalah kondisi tubuh yang kelebihan asupan magnesium

gagal ginjal akut

Hipermagnesemia adalah kondisi yang biasanya terjadi pada orang yang mengalami gagal ginjal atau gagal hati stadium akhir. Hal ini terjadi karena ginjal dan hati orang tersebut tidak lagi berfungsi normal untuk menyeimbangkan kadar magnesium dalam tubuh. Ginjal yang rusak tidak dapat mengeluarkan kelebihan magnesium. Akibatnya, seseorang menjadi lebih rentan mengalami penumpukan mineral di dalam darah.

Penyebab lain dari hipermagnesemia biasanya karena konsumsi berlebihan dari obat yang mengandung magnesium yaitu laksatif atau antasid. Malnutrisi dan minum alkohol berlebihan juga dapat menjadi faktor risiko hipermagnesemia pada orang dengan penyakit ginjal kronis.

Berbagai penyebab lainnya yang bisa mengakibatkan seseorang mengalami hipermagnesemia adalah:

  • Terapi litium.
  • Hipotiroidisme.
  • Wanita yang mengonsumsi magnesium untuk mengobati preeklampsia.
  • Obat-obatan yang mengandung magnesium tinggi seperti pencahar dan antasida.

Gejala hipermagnesemia

perkembangan kehamilan 3 minggu

Pada tubuh yang sehat, kadar magnesium dalam darah berada pada kisaran 1,7 hingga 2,3 mg per desiliter (mg/dL). Namun, saat tubuh kelebihan magnesium kadarnya ada pada 2.6 mg/dL atau lebih. Jika sudah begitu, maka tubuh akan mulai menunjukkan berbagai gejala seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Gangguan sistem saraf
  • Tekanan darah rendah yang abnormal (hipotensi)
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Lemah otot
  • Detak jantung tidak teratur
  • Gangguan pernapasan
  • Lesu

Dalam kasus yang cukup parah, kelebihan magnesium dapat menyebabkan masalah pada jantung, syok, hingga koma.

Pengobatan untuk kelebihan magnesium

apa itu injeksi intravena adalah

Biasanya, langkah pertama yang perlu dilakukan untuk mengobati hipermagnesemia adalah mencari tahu dan menghentikan sumber magnesium ekstra. Setelah itu, dokter akan memberikan Anda asupan kalsium melalui suntikan langsung ke pembuluh darah untuk mengurangi berbagai gejala yang muncul seperti gangguan pernapasan, detak jantung tidak teratur, hipotensi, dan masalah saraf tertentu.

Selain itu, kelebihan magnesium juga bisa diatasi dengan diuretik, yaitu obat yang membantu merangsang dan mempercepat pengeluaran urin. Dengan obat ini, magnesium yang berlebih di dalam tubuh akan terbantu untuk keluar melalui urin.

Pada orang dengan fungsi ginjal normal, diagnosis yang dilakukan lebih awal dapat membantu efektivitas pengobatan. Biasanya, cara yang dilakukan ialah dengan mengeluarkan kelebihan magnesium setelah sumber penyebabnya telah diketahui dan dihentikan.

Namun, pada orang yang ginjalnya sudah mengalami kerusakan biasanya keterlambatan diagnosis akan mempersulit pengobatan. Cara paling efektif untuk menghentikan gejala dengan cepat ialah dengan dialisis (cuci darah) dan pemberian kalsium melalui suntikan lewat pembuluh darah.

Bagaimana cara mencegah hipermagnesemia?

Mencegah kondisi yang satu ini bisa dilakukan dengan menghindari obat yang mengandung magnesium jika ginjal Anda bermasalah. Namun, jika memang diperlukan, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter untuk menanyakan apakah ada alternatif obat lain yang bisa Anda konsumsi atau meminta obat dengan dosis yang lebih rendah. Dengan menghindarinya, Anda bisa mencegah hipermagnesemia dan komplikasi yang mungkin terjadi.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Imunos

Kalkulator BMI Benarkah berat badan Anda sudah ideal? Ayo Cari Tahu! Your browser does not support iframes. ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 21 November 2018 . Waktu baca 7 menit

Kenapa Tubuh Butuh Magnesium? Ternyata, Ini 9 Fungsinya

Bukan hanya vitamin yang diperlukan tubuh. Mineral magnesium pun tidak kalah pentingnya. Apa saja manfaat magnesium bagi tubuh? Lihat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Fakta Gizi, Nutrisi 17 November 2018 . Waktu baca 3 menit

Vitamin dan Suplemen yang Perlu Anda Konsumsi di Segala Usia

Semua orang butuh vitamin agar tetap sehat. Namun, orang-orang usia 20-an butuh minum vitamin yang berbeda dari lansia yang berusia 70 tahun.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Agustus 2018 . Waktu baca 4 menit

7 Mikronutrien yang Mesti Anda Penuhi Mulai Usia 40 Tahun ke Atas

Di usia yang makin tua, Anda makin rentan sakit. Untuk menghadapinya, mulai cukupi 7 kebutuhan nutrisi untuk orang dewasa ini begitu menginjak 40 tahun.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Fakta Gizi, Nutrisi 6 Agustus 2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

multivitamin gummy dewasa

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Maltofer adalah obat

Maltofer

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 11 Oktober 2019 . Waktu baca 7 menit
renovit

Renovit

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 April 2019 . Waktu baca 7 menit
nutrisi orang sakit kanker

Panduan Nutrisi yang Mesti Dipenuhi Sebelum dan Setelah Pengobatan Kanker

Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2018 . Waktu baca 5 menit