home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Apa Dampak Makan Frozen Food Setiap Hari?

Apa Dampak Makan Frozen Food Setiap Hari?

Jika sedang tidak punya waktu untuk memasak, frozen food (makanan beku) menjadi penyelamat. Anda bahkan dapat memilih berbagai bahan makanan, seperti daging, sayuran, dan makanan olahan. Namun, apa dampak makan frozen food?

Kandungan gizi frozen food dibandingkan makanan segar

dampak makan frozen food

Dari daging, kentang, hingga buah-buahan beraneka warna, Anda kini bisa menjumpai hampir semua bahan makanan dalam bentuk frozen food. Di balik reputasinya yang tidak sebaik makanan segar, frozen food sebenarnya tidak melulu jahat bagi tubuh.

Esther Ellis, MS, RDN, LDN, seorang ahli gizi perawatan paliatif di AS, menyebutkan bahwa proses pembekuan tidak menjadikan suatu makanan menyehatkan atau tidak. Hal ini sepenuhnya tergantung pada kandungan gizi bahan makanan itu sendiri.

Bahan makanan Anda pada dasarnya selalu melewati proses yang sama, dari proses panen, penyortiran, pencucian, hingga pengemasan. Jadi, tidak ada perbedaan nilai gizi antara sayuran beku dan sayuran segar, ataupun daging beku dan daging segar.

Jika Anda khawatir akan dampak makan frozen food, coba ingatlah fakta unik yang satu ini: proses pembekuan justru bisa mempertahankan kesegaran dan kandungan beragam vitamin dari suatu bahan makanan.

Pada kondisi tertentu, frozen food bahkan bisa mengandung vitamin dan mineral dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan makanan segar. Ini karena zat gizi bisa rusak akibat suhu tinggi, cahaya matahari, air, dan faktor-faktor lainnya.

Secara umum, proses pembekuan tidak mempengaruhi jumlah kalori total, karbohidrat, protein, serta lemak dalam bahan makanan Anda. Namun, tekstur dan rasa makanan beku mungkin tidak sebaik makanan segar karena kandungan airnya berkurang.

Dampak makan frozen food setiap hari

Meskipun frozen food memiliki kandungan gizi yang sama dengan makanan segar, tidak berarti Anda bisa mengonsumsinya setiap hari. Pasalnya, kebanyakan frozen food yang Anda temukan di pasar swalayan merupakan makanan yang sudah diolah.

Lebih tepatnya, makanan tersebut merupakan makanan olahan yang disajikan dalam bentuk beku, seperti sosis, bakso, atau kentang siap goreng. Dengan kata lain, frozen food yang demikian bukanlah makanan segar yang dibekukan.

Di bawah ini sejumlah dampak negatif dari makan frozen food.

1. Meningkatkan risiko hipertensi

Makanan olahan kemasan biasanya tinggi natrium, begitu pun dengan yang dibekukan. Contohnya sepotong lasagna beku bisa mengandung 900 miligram natrium. Asupan natrium lebih dari 2.300 mg per hari merupakan penyebab utama hipertensi.

2. Mengandung banyak zat aditif

Makanan kemasan biasanya juga mengandung banyak zat aditif, seperti pengawet makanan, penguat rasa, dan pemanis buatan. Konsumsi zat aditif yang berlebihan bisa meningkatkan risiko penyakit degeneratif pada kemudian hari.

3. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Salah satu dampak makan frozen food yang paling umum ialah bertambahnya asupan lemak jenuh dan lemak trans. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal jantung.

4. Menyebabkan kelebihan berat badan

Selain tinggi lemak, makanan olahan yang dibekukan juga mengandung banyak kalori. Makanan olahan beku juga tidak memberikan rasa kenyang seperti makanan segar. Akibatnya, Anda jadi sering merasa lapar dan cenderung makan berlebihan.

Cara menghindari dampak negatif makan frozen food

gambar frozen food

Tidak semua frozen food diciptakan sama. Banyak di antaranya mengandung natrium, gula tambahan, lemak trans, dan zat aditif dalam jumlah yang besar. Anda perlu cermat memilih demi menghindari dampak negatif makan frozen food bagi kesehatan.

Anda bisa lebih bebas ketika memilih bahan makanan segar yang dibekukan. Saat membeli makanan olahan beku, selalu cermati label informasi nilai gizi pada kemasannya. Bila perlu, bandingkan nilai gizi suatu produk dengan produk lainnya.

Carilah produk yang tidak banyak mengandung garam (natrium), lemak jenuh, dan gula tambahan. Bila memungkinkan, pilihlah produk dengan zat aditif yang lebih sedikit. Selain itu, pilihlah produk yang tinggi akan serat, vitamin, dan mineral.

Perlu juga diingat bahwa kebanyakan frozen food dalam kemasan memiliki takaran saji lebih dari satu. Ini berarti Anda harus mengalikan kalori dan zat gizi yang tertera pada label informasi gizi sesuai takaran sajinya.

Meskipun makan frozen food tidak selalu memberikan dampak negatif, bahan makanan segar tetap lebih baik ketimbang makanan beku. Lagipula, Anda tetap bisa mengawetkan makanan sendiri menggunakan lemari pendingin yang ada di rumah.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Frozen Foods: Convenient and Nutritious. (2020). Retrieved 4 August 2021, from https://www.eatright.org/food/planning-and-prep/smart-shopping/frozen-foods-convenient-and-nutritious

Can freezing food cause cancer?. (2021). Retrieved 4 August 2021, from https://www.cancer.org.au/iheard/can-freezing-food-cause-cancer

Get the Facts: Sodium’s Role in Processed Food. (2021). Retrieved 4 August 2021, from https://www.cdc.gov/salt/pdfs/sodium_role_processed.pdf

Shopping for Health: Guide to Frozen Meals. (2021). Retrieved 4 August 2021, from https://edis.ifas.ufl.edu/pdf%5CFS%5CFS18600.pdf

The Pros and Cons of Frozen Foods – Tufts Health & Nutrition Letter. (2015). Retrieved 4 August 2021, from https://www.nutritionletter.tufts.edu/healthy-eating/weight-mgmt/the-pros-and-cons-of-frozen-foods/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 13/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan