Cukup merepotkan memang mengupas kulit buah delima. Meski begitu, rasa buah berwarna merah menyala ini begitu menyegarkan. Makan buah delima juga bisa memberikan kebaikan untuk kesehatan. Apa saja manfaat yang bisa Anda peroleh dari buah delima?
Cukup merepotkan memang mengupas kulit buah delima. Meski begitu, rasa buah berwarna merah menyala ini begitu menyegarkan. Makan buah delima juga bisa memberikan kebaikan untuk kesehatan. Apa saja manfaat yang bisa Anda peroleh dari buah delima?

Buah delima (Punica granatum) berasal dari Asia Tengah. Buah ini kemudian dibudidayakan di Timur Tengah dan telah tersebar hingga Iran, Afghanistan, India Timur, China, hingga Amerika Serikat.
Mirip seperti buah stroberi, buah delima kaya akan vitamin C, antioksidan, serat, dan agen antiradang.
Dikutip dari situs Food Data Central U.S. Department of Agriculture, berikut kandungan gizi yang terdapat dalam 100 gram buah delima.
Melihat dari daftar kandungan gizinya, buah delima punya segudang nutrisi untuk membantu melengkapi kebutuhan gizi harian.

Berbagai penelitian menemukan bahwa konsumsi buah delima segar memiliki khasiat bagi tubuh. Berikut beragam manfaat yang wajib Anda ketahui.
Buah delima memiliki sifat antiperadangan yang dapat membantu Anda mengatasi artritis dan nyeri persendian.
Dikutip dari The Journal of Nutrition, antioksidan flavonoid yang terkandung dalam buah delima dapat membantu menghambat peradangan penyebab osteoarthritis dan kerusakan tulang rawan.
Meskipun begitu, penelitian yang membuktikan hal tersebut hanya dilakukan pada hewan percobaan.
Oleh karena itu, dibutuhkan studi lanjutan untuk memaparkan seberapa efektif buah delima dalam perawatan artritis dan nyeri persendian.
Sebuah studi meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Pharmacological Research menemukan bahwa rutin minum jus buah delima dapat menurunkan kadar tekanan darah sistolik.
Penurunan tekanan darah tersebut dapat terjadi paling cepat 2 minggu atau hasil paling optimal terlihat dalam 12 minggu.
Jus delima kaya kandungan antioksidan polifenol yang dapat melawan aterosklerosis serta peradangan pembuluh darah sehingga membantu menurunkan tekanan darah.
Lambat laun, manfaat buah delima juga akan tampak pada penurunan kolesterol dan kesehatan jantung secara keseluruhan.

Satu buah delima menyediakan sekitar 40% kebutuhan vitamin C harian Anda.
Vitamin C adalah antioksidan kuat yang bekerja melawan peradangan di seluruh tubuh, mencegah stres oksidatif, serta kerusakan akibat radikal bebas.
Selain itu, antioksidan lain yang terkandung dalam buah delima dapat melindungi tubuh dari infeksi yang berkaitan dengan dialisis atau penyakit ginjal.
Antioksidan juga mencegah kerusakan sel sehingga tubuh terlindung dari komplikasi penyakit kardiovaskular.
Manfaat buah delima lainnya yakni dapat mencegah penyakit dan melawan infeksi. Ya, buah delima memiliki sifat antibakteri dan antivirus diketahui dalam tes laboratorium.
Efek antibakteri dan antijamur dari buah delima dapat melindungi terhadap infeksi dan peradangan di mulut. Ini termasuk kondisi seperti gingivitis, periodontitis, dan denture stomatitis.
Manfaat buah delima juga telah ditunjukkan terhadap beberapa jenis bakteri, termasuk Candida albicans penyebab infeksi vagina.
Buah delima tinggi kandungan seratnya. Dalam 180 gram buah delima, terkandung 7 gram serat.
Serat adalah salah satu zat gizi paling penting untuk menjaga berat badan sehat.
Makanan yang tinggi serat dapat menjaga Anda untuk kenyang lebih lama sehingga Anda tidak ingin ngemil yang tinggi kalori setelah makan.
Ada beragam cara menarik untuk memanfaatkan delima ke dalam menu makan Anda. Taburkan biji delima segar di atas bubur oatmeal, quinoa, atau yoghurt sebagai topping lezat bergizi.
Jurnal Molecules memaparkan berbagai kandungan buah delima yang memiliki manfaat untuk mencegah kanker.
Komponen tertentu dalam buah delima dapat memperlambat perkembangan reproduksi sel kanker prostat, dan bahkan memicu kematian sel kanker (apoptosis).
Tak sampai di situ, peneliti juga menemukan bahwa jus delima dapat mencegah dan menghancurkan sel kanker payudara.
Menariknya lagi, buah delima berperan penting dalam membantu penajaman memori verbal dan visual pada lansia, khususnya yang rutin minum 250 ml jus delima setiap hari.
Sebuah studi pada hewan percobaan menunjukkan bahwa tikus yang diberi minum jus delima mengalami penumpukan plak amiloid yang lebih lambat daripada tikus yang tidak minum jus delima.
Plak amiloid adalah plak yang menumpuk di antara sel saraf otak yang dicurigai menjadi penyebab utama penyakit Alzheimer.

Kandungan antioksidan tinggi dalam buah delima dapat meredam stres oksidatif dalam tubuh serta mengoptimalkan kesuburan.
Stres oksidatif telah ditunjukkan menyebabkan penurunan kualitas sperma dan menurunkan kesuburan wanita.
Manfaat buah delima juga membantu meningkatkan kadar testosteron pada pria dan wanita yang menjadi faktor pemicu gairah seks.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Erkan, M., & Dogan, A. (2018). Pomegranate/Roma— Punica granatum. Exotic Fruits, 355-361. doi: 10.1016/b978-0-12-803138-4.00049-6
Sahebkar, A., Ferri, C., Giorgini, P., Bo, S., Nachtigal, P., & Grassi, D. (2017). Effects of pomegranate juice on blood pressure: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Pharmacological Research, 115, 149-161. https://doi.org/10.1016/j.phrs.2016.11.018
Sharma, P., McClees, S., & Afaq, F. (2017). Pomegranate for Prevention and Treatment of Cancer: An Update. Molecules, 22(1), 177. doi: 10.3390/molecules22010177
Hartman, R., Shah, A., Fagan, A., Schwetye, K., Parsadanian, M., & Schulman, R. et al. (2006). Pomegranate juice decreases amyloid load and improves behavior in a mouse model of Alzheimer’s disease. Neurobiology Of Disease, 24(3), 506-515. doi: 10.1016/j.nbd.2006.08.006
Al-Dujaili, E., & Smail, N. (2012). Pomegranate juice intake enhances salivary testosterone levels and improves mood and well being in healthy men and women. Endocrine Abstracts, 28. Retrieved from https://www.endocrine-abstracts.org/ea/0028/ea0028P313.htm
Versi Terbaru
21/06/2023
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)