5 Makanan Penyebab Perut Kembung

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Perut kembung adalah salah satu masalah pada pencernaan yang bisa terjadi pada siapa saja; pada anak kecil maupun orang dewasa. Perut kembung biasanya disertai rasa mual dan ingin muntah, disebabkan oleh produksi gas yang berlebihan, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. Ada banyak hal yang dapat menjadi penyebab perut kembung, seperti makanan dan minuman yang dimakan, atau pola makan yang kurang teratur.

Perut kembung juga bisa menjadi gejala penyakit tertentu. Ketika mengalami perut kembung, yang terjadi adalah frekuensi buang angin dan sendawa yang berlebihan. Ketahui lebih lanjut tentang penyebab perut kembung.

Apa yang menjadi penyebab perut kembung?

Nyatanya jenis dan porsi makanan yang Anda makan bisa menjadi penyebab perut kembung. Seperti beberapa contoh yang telah dijelaskan di atas, berikut ini adalah pemaparan lebih lanjut hal-hal yang dapat menyebabkan perut kembung:

  • Terlalu banyak makan. Makanan yang kita makan mengandung zat-zat tertentu. Terlalu banyak makan akan mengakibatkan gas yang diproduksi lebih banyak.
  • Makanan berlemak. Memakan makanan berlemak juga bisa menjadi salah satu faktor terjadi perut kembung.
  • Makan terlalu cepat. Makan terlalu cepat dapat mengakibatkan sistem pencernaan melalui enzim tertentu kurang maksimal, alhasil lambung harus mencerna lebih keras.

Makanan dan minuman jadi penyebab perut kembung?

Jika Anda sering mengalami masalah lambung, salah satunya perut kembung, Anda harus memilih makanan dan minuman yang akan dikonsumsi karena hal itu bisa jadi penyebabnya. Ada baiknya menghindari makanan dan minuman penyebab perut kembung berikut ini:

1. Sayuran

Ada jenis sayuran yang dapat mengakibatkan perut kembung, di antaranya adalah brokoli, kubis, dan kol. Jenis sayuran tersebut mengandung raffinose, ini adalah zat gula yang harus difermentasi oleh bakteri di usus karena sulit dicerna.

Brokoli, kubis, dan kol memang memiliki banyak khasiat untuk tubuh. Namun, harus dihindari dulu jika Anda memiliki masalah pada pencernaan, atau Anda bisa menggantinya dengan sayuran hijau lainnya. Anda juga dapat mengganti cara memasaknya, misalnya dengan mengukusnya terlebih dahulu untuk melunakkan seratnya.

2. Kacang polong

Kacang polong juga dapat menyebabkan perut kembung. Hal ini disebabkan karena kacang-kacangan dapat memproduksi gas berlebih. Hampir sama seperti jenis sayuran di atas, kacang-kacangan dicerna oleh bakteri usus besar, sehingga menghasilkan gas. Kacang-kacangan juga baik untuk diet. Tidak masalah jika Anda harus mengkonsumsi kacang-kacangan, namun Anda perlu mengontrol intensitas memakannya. Jangan terlalu sering, jika Anda memang memiliki gangguan pencernaan. Menurut ahli nutrisi Joanne L. Slavin, PhD, RD, ada baiknya saat mengkonsumsi serat dibarengi dengan minum air putih secukupnya, ini karena serat dapat menyerap air.

3. Susu

Ada beberapa orang yang memang mengalami alergi terhadap susu sapi. Susu sangat baik untuk tubuh, tetapi susu juga dapat menyebabkan perut kembung. Hal ini disebabkan karena susu mengandung laktosa. Tidak semua orang akan mengalami perut kembung setelah minum susu. Biasanya yang mengalami hal tersebut adalah orang-orang yang memiliki masalah dengan laktosa atau alergi dengan laktosa, sehingga ketika terjadi proses pencernaan pada laktosa, gas yang diproduksi akan berlebih.

4. Apel

Siapa yang menyangka apel termasuk salah satu makanan yang dapat menyebabkan kembung? Ya, apel adalah salah satu buah yang menghasilkan fructose dan sorbitol, zat gula yang dapat menyebabkan gas berlebih. Buah lain selain apel adalah pir dan persik. Tapi ingat, apel tetap baik untuk dikonsumsi karena dapat menghindari penyakit jantung.

5. Makanan yang asin

Mengonsumsi makanan asin secara berlebihan juga tidak baik untuk tubuh. Salah satu jenis diet, seperti diet mayo, mengandalkan makanan tanpa garam. Usahakan untuk mengontrol jumlah garam yang dikonsumsi dan diperlukan setiap hari oleh tubuh.

Hal-hal lain yang memicu produksi gas berlebih

Perlu diketahui bahwa proses pencernaan dibantu oleh bakteri yang berada di usus. Makanan yang dicerna dapat menimbulkan gas berlebih, ini yang menjadi penyebab kondisi perut begah dan kembung. Berikut ini ada beberapa hal yang memicu produksi gas berlebih:

  • Permen karet. Mengunyah permen karet dapat membuat kita kenyang, dan memproduksi banyak air.
  • Meminum lewat sedotan dan minuman berkarbonasi atau soda.
  • Mengemut permen.
  • Stress dan cemas. Stress dan cemas dapat meningkatkan asam pada lambung. Hal ini juga dapat memicu perut kembung.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengenal Kalori: Pengertian, Sumber, Kebutuhan Harian, dan Jenis-Jenisnya

    Kalori adalah asupan penting yang dibutuhkan tiap orang, bahkan saat sedang diet. Namun, sebenarnya apa itu kalori dan berapa kebutuhan yang harus dipenuhi?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Brigitta Maharani
    Olahraga Lainnya, Kebugaran 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    4 Tips Perawatan Setelah Sunat Agar Cepat Sembuh

    Anda perlu memberikan perawatan yang tepat untuk mencegah infeksi atau timbulnya komplikasi setelah sunat. Perhatikan panduannya berikut ini, ya.

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Sering Dijadikan Wedang, Jangan Lewatkan 4 Manfaat Hebat Kayu Secang

    Kayu secang sering diolah menjadi minuman wedang secang oleh orang-orang Jawa. Penasaran apa manfaat kayu secang untuk kesehatan? Klik di sini!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

    Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

    Bagi yang sedang diet, konsumsi beras atau nasi mungkin akan dibatasi. Beras merah atau beras shirataki dapat menjadi pilihan, tapi mana yang lebih efektif?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    arti desahan wanita

    Mengapa Wanita Lebih Sering Mendesah di Ranjang Dibanding Pria?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
    cacing pita

    4 Bahaya Komplikasi Infeksi Cacing Pita Dalam Tubuh, Plus Cara Menghindarinya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    menghirup debu

    Apa yang Akan Terjadi Ketika Anda Menghirup Debu

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    lemon dan madu

    5 Manfaat Minum Campuran Lemon dan Madu untuk Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit