home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Awas, 5 Minuman Ini Bisa Bikin Anda Gagal Turunkan Berat Badan

Awas, 5 Minuman Ini Bisa Bikin Anda Gagal Turunkan Berat Badan

Sudah menjalani diet ketat untuk mengurangi berat badan, tapi masih juga gagal? Cobalah tengok kembali apa saja minuman yang Anda konsumsi. Beberapa jenis minuman sebaiknya dihindari saat diet karena jumlah kalori dan gulanya bisa jadi melebihi batas yang dianjurkan.

Alih-alih memberikan rasa kenyang dan mencegah Anda makan lebih banyak, minuman ini justru diam-diam menambah simpanan lemak. Lantas, apa saja jenis minuman yang perlu Anda hindari?

Ragam minuman yang kurang bersahabat saat diet

Gula dan kalori tidak hanya terdapat pada makanan. Minuman kental seperti smoothie hingga yang ringan seperti teh pun mengandung keduanya.

Namun, jumlah kandungan dan pengaruhnya terhadap keberhasilan diet tentu berbeda.

Agar Anda sukses menurunkan berat badan, berikut jenis minuman yang perlu dihindari saat diet:

1. Jus buah dan smoothie dengan gula

resep smoothie minuman setelah olahraga

Buah-buahan dapat membantu menurunkan berat badan, tapi jus buah dan smoothie yang mengandung gula justru menimbulkan efek sebaliknya.

Bahkan, jus buah dan smoothie dalam kemasan bisa mengandung pemanis tambahan yang lebih banyak lagi.

Anda boleh saja meminum jus buah dan smoothie selama menjalani diet.

Akan tetapi, pastikan untuk selalu menggunakan seratus persen buah segar tanpa pemanis buatan. Awasi juga porsinya dan jangan mengonsumsinya secara berlebihan.

2. Minuman dengan sirup dan krim

minum kopi saat buka puasa

Minuman lain yang perlu dihindari saat diet adalah yang mengandung tambahan sirup dan krim. Kopi misalnya kerap disajikan dengan tambahan sirup serta krim untuk lebih menggugah rasa.

Sebenarnya kopi merupakan minuman rendah kalori. Kafein di dalamnya pun bisa meredam nafsu makan sehingga asupan makanan Anda lebih terjaga selama diet.

Namun, kopi yang dilengkapi dengan berbagai topping tidak sesuai untuk diet karena mengandung banyak gula dan kalori.

Sebagai gambaran, Caramel Frappuccino sebanyak 470 mL mengandung 420 kalori dan lebih dari 8 sendok makan gula.

3. Minuman bersoda

minum soda saat hamil boleh atau tidak

Satu kaleng minuman bersoda bisa mengandung hingga 5-6 sendok makan gula. Padahal, rekomendasi asupan gula harian adalah 4 sendok makan.

Kelebihan gula akan diubah menjadi lemak dan inilah yang membuat berat badan sulit turun.

Ini sebabnya soda menjadi salah satu minuman yang perlu dihindari saat diet.

Hal yang sama juga berlaku pada soda diet. Meskipun tidak memiliki kalori, penelitian terhadap hewan justru menemukan bahwa minuman ini dapat meningkatkan nafsu makan.

4. Minuman berenergi

efek samping minuman berenergi yang menyebabkan gigi rusak

Minuman berenergi mengandung kafein dan gula yang dapat menimbulkan ledakan energi sementara.

Sayangnya, jumlah gula dalam minuman berenergi sangatlah tinggi sehingga tidak sesuai untuk orang yang sedang menurunkan berat badan.

Selain itu, minuman berenergi juga tidak padat dengan nutrisi. Minuman ini hanya akan memberikan kalori tambahan, tapi Anda tetap merasa lapar setelahnya.

Akibatnya, Anda mungkin makan lebih banyak sehingga berat badan malah justru bertambah.

5. Alkohol

alkohol sebabnkan kanker prostat

Minuman lain yang perlu dihindari saat diet adalah alkohol. Konsumsi alkohol dapat mengganggu proses pencernaan, menambah nafsu makan, serta membuat Anda ingin mengonsumsi makanan yang padat dan berlemak.

Beberapa jenis minuman beralkohol juga mengandung cukup banyak kalori. Kalori ini dapat berasal dari alkohol itu sendiri ataupun berbagai bahan campurannya seperti soda, sari buah, sirup, dan lain sebagainya.

Minuman memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan menurunkan berat badan. Agar diet Anda sukses, pilihlah minuman yang lebih bersahabat seperti air putih, teh, air jahe, dan protein shake.

Sebaliknya, minuman yang tinggi kalori dan gula malah akan menambah berat badan sehingga perlu dihindari saat diet.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What are the best drinks for losing weight? https://www.medicalnewstoday.com/articles/326312.php#drinks-that-may-support-weight-loss Diakses pada 24 Oktober 2019.

How Does Coffee Affect Weight? https://www.healthline.com/nutrition/coffee-and-weight-gain Diakses pada 24 Oktober 2019.

Berapa rekomendasi konsumsi gula setiap harinya? www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-diabetes-melitus/page/2/berapa-rekomendasi-konsumsi-gula-setiap-harinya Diakses pada 24 Oktober 2019.

How to Stop Drinking Soda to Improve Your Health and Lose Weight. https://www.verywellfit.com/the-annual-cost-of-your-daily-soda-habit-3495784 Diakses pada 24 Oktober 2019.

Diet Soda: Good or Bad? https://www.healthline.com/nutrition/diet-soda-good-or-bad Diakses pada 24 Oktober 2019.

Do Energy Drinks Make People Gain Weight? https://www.livestrong.com/article/475280-do-energy-drinks-make-people-gain-weight/ Diakses pada 24 Oktober 2019.

Which type of alcohol has the fewest calories? https://www.medicalnewstoday.com/articles/322568.php Diakses pada 24 Oktober 2019.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x