Orang yang Makan Terlalu Cepat Lebih Mudah Gemuk

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Obesitas atau kegemukan sangat erat kaitannya dengan apa dan bagaimana seseorang mengonsumsi makanan. Penelitian telah menunjukan bahwa perilaku makan terlalu cepat juga berkontribusi terhadap penumpukan lemak pada tubuh seseorang. Hal ini merupakan kebiasaan buruk yang terbentuk pada seseorang, sekaligus menjadi pertanda dari binge eating disorder.

Otak baru merasa kenyang, 20 menit setelah perut merasa kenyang

Rasa kenyang dan lapar sangat erat kaitannya dengan sekresi hormon pada lambung yang memberikan sinyal pada otak untuk berhenti makan. Namun saat kita makan terlalu cepat, otak tidak memiliki cukup waktu untuk menerima informasi untuk berhenti makan. Pada kenyataannya, otak memerlukan waktu sekitar 20 menit untuk membuat sadar bahwa kita telah mengonsumsi makanan yang cukup.

Makan terlalu cepat juga memungkinkan tubuh tidak dapat menyerap nutrisi dengan sempurna. Hal ini dikarenakan bahan makanan yang akan diserap oleh usus seharusnya memiliki bentuk yang lebih halus atau lebih kecil dengan melewati proses menguyah pada mulut. Pada umumnya, orang yang memakan makanan terlalu cepat tidak mengunyah makanan dengan sempurna sehingga makanan masuk kedalam tubuh dengan bentuk yang lebih besar untuk diserap usus.

BACA JUGA: 7 Penyebab Cepat Lapar Meski Baru Saja Makan

Kenapa makan terlalu cepat bisa bikin gemuk?

Perilaku makan terlalu cepat biasanya dipicu oleh rasa lapar atau kondisi sedang terburu-buru. Namun saat seseorang makan terlalu cepat, mereka cenderung makan hingga mereka merasa kenyang. Hal inilah yang kemungkinan menjadi pencetus kegemukan, sesuai dengan hasil penelitian di Jepang yang dipublikasi pada The British Medical Journal.

Penelitian tersebut menunjukan peluang mengalami kegemukan lebih banyak ditemukan tiga kali lipat pada orang memakan makanan terlalu cepat. Selain itu perilaku makan terlalu cepat secara signifikan berkaitan dengan indeks massa tubuh lebih dan konsumsi kalori yang lebih banyak.

Konsumsi kalori lebih banyak juga mungkin dialami saat seseorang tidak merasa puas akan makanan yang sedang dikonsumsi. Hal ini dapat disebabkan adanya distraksi saat sedang makan seperti memakan makanan sambil berbicara, menonton, atau membaca karena akan mengganggu sinyal rasa kenyang yang diterima oleh otak. Sehingga, tanpa disadari seseorang akan memakan makanan terlalu cepat dan tidak merasa kenyang, serta mengonsumsi kalori lebih banyak.

BACA JUGA: Membedakan Lapar Asli dan Lapar Palsu

Tips menghilangkan kebiasaan makan terlalu cepat

Menurunkan kecepatan makan agar lebih perlahan dapat sulit untuk dilakukan, karena kebiasaan makan makan terlalu cepat dapat muncul tanpa disadari. Meskipun demikian, hal ini tetap perlu dilakukan. Penelitian juga telah menunjukkan perilaku makan perlahan akan membuat rasa kenyang lebih cepat dan mengurangi asupan kalori.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan kebiasaan tersebut:

  • Hindari kondisi terlalu lapar – hal ini dikarenakan makan saat merasa lapar bisa menjadi pemicu makan terlalu cepat dan menginginkan kalori yang lebih banyak. Kondisi lapar juga bisa menjadi pemicu pemilihan makanan yang kurang sehat seperti makanan tinggi garam, gula dan lemak serta mengurangi keinginan konsumsi sayur dan buah.
  • Kurangi distraksi – hal ini dapat dilakukan dengan memakan makanan di ruang makan dan bukan tempat yang memiliki distraksi sepeti meja kerja atau di depan TV. Berfokus pada makanan yang Anda sedang makan juga membantu menikmati makanan dan membuat otak untuk lebih sensitif terhadap rasa kenyang.

BACA JUGA: 10 Makanan yang Membuat Kita Kenyang Lebih Lama 

  • Kunyah makanan secara keseluruhan – mengunyah makanan hingga halus membantu proses pencernaan karena menyebabkan paparan saliva atau air liur terhadap makanan sebelum memasuki tenggorokan dan lambung. Pada umumnya, mengunyah perlu dilakukan sebanyak 20-30 kali.
  • Mengambil makanan sedikit demi sedikit – jika Anda sulit mengunyah hingga halus, cobalah mengambil makanan dalam jumlah yang lebih kecil sehingga makanan dapat dikunyah dengan kecepatan normal Anda namun tetap dalam bentuk yang lebih kecil.
  • Konsumsi serat – sayur dan buah memiliki serat yang mendorong Anda mengunyah hingga menjadi halus dan cenderung lebih aman saat dikonsumsi secara berlebih dalam sekali makan.
  • Konsumsi air minum – mengonsumsi air membantu mendorong makanan hingga memasuki lambung dan dapat membantu Anda makan secara perlahan.
  • Sesekali menaruh alat makan – tidak memegang sendok dan garpu saat mengunyah akan membuat Anda lebih menikmati makanan dan mencegah mengambil makanan terlalu cepat begitu Anda menelan makanan.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit