Mengupas Manfaat Jahe untuk Menurunkan Berat Badan

    Mengupas Manfaat Jahe untuk Menurunkan Berat Badan

    Jahe memiliki sejarah yang panjang sebagai obat herbal untuk berbagai penyakit berkat kandungan fitokimia dan antioksidannya. Di samping ampuh untuk mengobati penyakit, jahe dipercaya baik untuk diet karena dapat menurunkan berat badan.

    Apakah manfaat jahe dalam menurunkan berat badan telah terbukti secara ilmiah? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Apakah jahe bisa menurunkan berat badan?

    Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa jahe memiliki potensi untuk menurunkan berat badan. Salah satunya dilakukan oleh tim peneliti dari Institute for Human Nutrition di Columbia University pada 2012.

    Mereka meneliti efek konsumsi minuman panas dari jahe dengan nafsu makan, tingkat rasa kenyang, dan laju pembakaran kalori pada pria obesitas.

    Konsumsi minuman jahe ternyata bisa memberikan rasa kenyang dan meningkatkan pembakaran kalori.

    Sementara itu, sebuah kajian baru yang diterbitkan dalam jurnal Annals of New York Academy of Sciences meneliti lebih dari dari 60 temuan terdahulu yang dilakukan pada kultur sel, hewan percobaan, dan manusia.

    Secara keseluruhan, penelitian menyebutkan bahwa jahe dan berbagai senyawa yang terkandung di dalamnya memberikan efek menguntungkan terhadap obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

    Meski begitu, sampai kini para peneliti masih belum memahami sepenuhnya tentang formulasi dan dosis yang tepat guna memperoleh manfaat jahe untuk diet.

    Sejauh ini, konsumsi jahe masih sebatas dalam bentuk minuman herbal.

    Cara kerja jahe dalam menurunkan berat badan

    Minum obat alami jahe

    Jahe memang tidak secara langsung mengurangi bobot tubuh Anda. Namun, rempah herbal ini dapat membantu diet dengan cara berikut.

    1. Memberikan rasa kenyang yang bertahan lama

    Sebelumnya, penelitian oleh Institute for Human Nutrition menemukan bahwa konsumsi minuman mengandung jahe dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama.

    Ketika Anda kenyang, keinginan untuk makan dalam jumlah banyak juga akan berkurang.

    2. Menurunkan nafsu makan yang berlebih

    Masih dalam penelitian yang sama, tim peneliti melakukan tes darah untuk mengetahui efek jahe terhadap nafsu makan.

    Dari hasil tes darah, terlihat bahwa nafsu makan para responden menurun sehingga keinginan mereka untuk makan ikut berkurang.

    3. Meningkatkan produksi panas tubuh

    Satu lagi alasan mengapa jahe ampuh untuk diet ialah karena rempah ini meningkatkan termogenesis alias produksi panas dalam tubuh.

    Jika termogenesis meningkat, artinya tubuh membakar lebih banyak kalori untuk menghasilkan panas.

    4. Meningkatkan aktivitas biologis tubuh

    Panas dari minuman jahe merangsang tubuh untuk bekerja lebih cepat menjalankan fungsinya.

    Kondisi ini akan meningkatkan berbagai aktivitas biologis tubuh, seperti mempercepat laju pembakaran lemak, proses pencernaan makanan, dan metabolisme secara keseluruhan.

    5. Membantu mencegah obesitas

    Salah satu faktor yang meningkatkan risiko obesitas adalah peradangan dalam tubuh.

    Kabar baiknya, jahe merupakan rempah yang kaya akan zat antiradang. Berkat zat ini, jahe diyakini ampuh untuk menurunkan berat badan sekaligus risiko obesitas.

    6. Menurunkan gula darah

    Penelitian terbaru di Iran pada 2019 menunjukkan bahwa jahe bisa menurunkan indeks massa tubuh dan kadar insulin darah.

    Kadar insulin yang tinggi diketahui berkaitan erat dengan obesitas.

    Cara membuat ramuan jahe untuk menurunkan berat badan

    Jahe untuk batuk

    Jahe merupakan rempah yang serbaguna. Anda dapat mencampurnya dengan bahan lain menjadi minuman herbal yang lezat dan menyehatkan.

    Cukup siapkan jahe dalam bentuk teh, parutam, atau irisan. Berikut cara membuat ramuan jahe untuk menurunkan berat badan.

    1. Air rebusan jahe

    Seperti namanya, ramuan jahe yang satu ini amat sederhana. Kupaslah beberapa ruas jahe, lalu rebus bersama air hingga mendidih.

    Air rebusan jahe dapat mengurangi nafsu makan berlebih sehingga baik untuk diet.

    2. Teh jahe dan lemon

    Seduhlah secangkir teh jahe, lalu tambahkan perasan sari lemon sesuai selera.

    Minum minuman ini 2–3 kali sehari untuk menambah asupan cairan, mengurangi nafsu makan, dan membuat Anda lebih kenyang.

    3. Jahe dan teh hijau

    Jahe dan teh hijau merupakan minuman yang baik untuk diet.

    Anda hanya perlu menyeduh teh hijau dan teh jahe sekaligus, atau menambahkan parutan jahe ke dalam teh hijau. Minumlah 1–2 kali sehari secara rutin.

    4. Teh jahe dan cuka apel

    Seduhlah teh jahe, lalu diamkan hingga teh jahe tidak lagi panas. Setelah itu, masukkan 2 sendok makan cuka apel dan perasan lemon sesuai selera.

    Minumlah ramuan jahe ini sekali sehari pada pagi hari sebelum makan untuk menurunkan berat badan.

    Berkat berbagai kandungannya, jahe menjadi bahan yang sangat bermanfaat untuk diet dan menurunkan berat badan.

    Untuk mendapatkan manfaat ini, Anda bisa mengolah jahe menjadi air rebusan, teh, maupun ramuan lainnya sesuai selera.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Ginger for Weight Loss Benefits, How to Use It, and Precautions. (2022). Retrieved 24 January 2022, from https://www.healthline.com/health/ginger-for-weight-loss

    Mansour, M., Ni, Y., Roberts, A., Kelleman, M., RoyChoudhury, A., & St-Onge, M. (2012). Ginger consumption enhances the thermic effect of food and promotes feelings of satiety without affecting metabolic and hormonal parameters in overweight men: A pilot study. Metabolism, 61(10), 1347-1352. https://doi.org/10.1016/j.metabol.2012.03.016

    Wang, J., Ke, W., Bao, R., Hu, X., & Chen, F. (2017). Beneficial effects of gingerZingiber officinale Roscoeon obesity and metabolic syndrome: a review. Annals Of The New York Academy Of Sciences, 1398(1), 83-98. https://doi.org/10.1111/nyas.13375

    Saravanan, G., Ponmurugan, P., Deepa, M., & Senthilkumar, B. (2014). Anti-obesity action of gingerol: effect on lipid profile, insulin, leptin, amylase and lipase in male obese rats induced by a high-fat diet. Journal Of The Science Of Food And Agriculture, 94(14), 2972-2977. https://doi.org/10.1002/jsfa.6642

    Maharlouei, N., Tabrizi, R., Lankarani, K., Rezaianzadeh, A., Akbari, M., & Kolahdooz, F. et al. (2018). The effects of ginger intake on weight loss and metabolic profiles among overweight and obese subjects: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Critical Reviews In Food Science And Nutrition, 59(11), 1753-1766. https://doi.org/10.1080/10408398.2018.1427044

    Mashhadi, N., Ghiasvand, R., Askari, G., Hariri, M., Darvishi, L., and Mofid, M. (2013). Anti-Oxidative and Anti-Inflammatory Effects of Ginger in Health and Physical Activity: Review of Current Evidence. International Journal Of Preventive Medicine, 4(Suppl 1), S36. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3665023/

    Lee, H., Lee, I., & Choue, R. (2013). Obesity, Inflammation and Diet. Pediatric Gastroenterology, Hepatology & Nutrition, 16(3), 143. https://doi.org/10.5223/pghn.2013.16.3.143

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui Oct 24
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro