Kelebihan Kolesterol “Baik” Juga Bisa Menjadi Penyebab Kematian Dini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kolesterol, termasuk kolesterol baik dan kolesterol jahat, adalah zat lemak yang terdapat di semua bagian tubuh dan bisa menyempitkan dan menyumbat pembuluh darah, menyebabkan penyakit kardiovaskuler. Selama bertahun-tahun, kolesterol baik telah diketahui membantu mengurangi risiko penyakit jantung, sementara kolesterol jahat diketahui meningkatkan risiko penyakit jantung. Namun, studi-studi baru telah menunjukkan bahwa terlalu banyak kolesterol “baik” tidak lagi berarti baik.

Apa itu kolesterol baik?

Kolesterol baik, disebut juga kolesterol dengan kolesterol kepadatan lipoprotein tinggi (HDL), dapat menyingkirkan kolesterol jahat, menyerap kelebihan kolesterol, dan mengangkutnya kembali ke hati yang akan mengeliminasinya dari tubuh.

Kadar kolesterol HDL di atas 40-60 mg/dL termasuk baik. NHS menganjurkan bahwa kadar kolesterol HDL harus lebih dari 1 mmol/L tetapi tidak boleh lebih dari 1,5 mmol/L.

Kadar kolesterol baik yang tinggi tetaplah tidak baik

Kolesterol HDL memang dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung karena bisa menyingkirkan kelebihan kolesterol dari tubuh, sedangkan kadar kolesterol HDL yang rendah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, Namun, kadar HDL yang tinggi tidak memberikan manfaat dan bahkan bisa menyebabkan kematian dini.

Sebuah studi dari University of Pittsburg pada 225 wanita sehat di usia 40-an menyimpulkan bahwa peningkatan kadar kolesterol HDL bisa menyebabkan plak yang lebih buruk, yang meningkatkan risiko terkena stroke atau serangan jantung pada para wanita tersebut.

Sebuah penelitian yang lebih besar yang mempelajari hubungan antara fungsi ginjal dengan kadar kolesterol HDL pada lebih dari 1,7 juta pria dari Oktober 2003 sampai September 2013 menunjukkan bahwa kadar kolesterol HDL yang tinggi, sama halnya dengan kadar kolesterol HDL yang rendah, berkaitan dengan peningkatkan risiko kematian dini di antara para partisipan.

Bukan berarti Anda harus menghindari kolesterol baik

Kolesterol HDL telah dikenal sebagai kolesterol “baik,” dan bermanfaat untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Namun, jika kadar kolesterol HDL Anda lebih tinggi dari normal, Anda harus mendiskusikannya dengan dokter dan mulai menghindari faktor risiko penyakit jantung lain, seperti merokok. Terlalu banyak HDL dapat membuat Anda mengalami kematian dini.

Untuk saat ini, tetap baik jika kadar kolesterol HDL Anda lebih tinggi daripada kadar kolesterol LDL Anda. Tetapi tetap ingat bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, sehingga pastikan kadar kolesterol Anda, yang baik (HDL) dan yang buruk (LDL), keduanya berada di batas kadar yang normal.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tiba-Tiba Susah Kentut? Tak Perlu Pusing, Begini Cara Mengatasinya

Pernah merasakan tidak bisa kentut? Tentu rasanya sangat mengganggu dan membuat perut terasa sakit. Tenang, atasi masalah susah kentut dengan cara alami ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Ragam Makanan dengan Kandungan Bakteri yang Baik untuk Usus

Tubuh kita membutuhkan bakteri dalam usus untuk menjaga fungsinya. Cari tahu makanan yang baik untuk usus dalam artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Pencernaan 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Tahukah Anda bahwa mentega dan margarin tidaklah sama? Salah satunya ternyata berisiko bagi jantung, kolesterol, dan berat badan Anda. Yang mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri dan gejala infeksi parasit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
tidak enak badan

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
makan makanan yang sama

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit