home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Berbagai Pilihan Obat Herbal untuk Kolesterol Tinggi

Berbagai Pilihan Obat Herbal untuk Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang lebih serius. Ada beberapa pilihan pengobatan kolesterol yang bisa Anda coba. Mulai dari suplemen penurun kolesterol, obat-obatan kimia, hingga obat herbal kolesterol. Apa saja pilihan obat herbal kolesterol atau penurun kolesterol alami yang mungkin bisa Anda coba? Simak penjelasannya berikut ini.

Beragam pilihan obat herbal untuk kolesterol

Berikut adalah beberapa obat herbal yang digunakan untuk menurunkan kolesterol di dalam darah.

1. Bawang putih

Bawang putih dipercaya merupakan salah satu jenis herbal yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol di dalam darah.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dimuat pada jurnal Nutrition Research and Practice, bawang putih terbukti dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL) dalam darah.

Di dalam penelitian tersebut, bubuk bawang putih yang dikonsumsi tidak hanya menurunkan kadar LDL, tapi juga menurunkan total kadar kolesterol darah secara menyeluruh.

Dengan begitu, mengonsumsi bawang putih dan penggunaan suplemen yang memiliki kandungan bawang putih dipercaya meningkatkan kesehatan jantung.

Meski begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai keabsahan informasi tentang penggunaan bawang putih sebagai obat herbal untuk kolesterol.

Pasalnya, ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa meski bawang putih memberikan manfaat untuk kesehatan jantung, dampaknya pada kadar kolesterol tidak terlalu besar.

Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaan salah satu obat herbal untuk kolesterol pada dokter.

Dokter akan membantu Anda menentukan obat alami apa saja yang mungkin bisa Anda gunakan demi menurunkan kolesterol dalam darah.

2. Jahe

Selain penggunaan bawang putih sebagai obat herbal untuk kolesterol, jahe juga dipercaya dapat digunakan sebagai obat alami untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Tanaman herbal yang satu ini memang memiliki beragam manfaat untuk kesehatan, mulai menurunkan kadar kolesterol hingga membantu pengobatan kanker.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Saudi Medical Journal melakukan uji coba penggunaan tiga gram bubuk jahe kepada 85 individu selama 45 hari untuk menurunkan kolesterol.

Hasil penelitian menyatakan bahwa penggunaan jahe sebagai obat herbal berhasil menurunkan kadar kolesterol secara menyeluruh pada sebagian besar individu.

Penelitian lain menggunakan lima gram bubuk jahe kepada 60 pasien yang memiliki kadar kolesterol tinggi dengan kelompok usia 18-70 tahun.

Setelah mengonsumsi 5 gram bubuk jahe setiap hari selama tiga bulan, kadar kolesterol LDL di dalam darah berhasil menurun hingga 17.41% dan kadar kolesterol total hingga 8.83 persen.

Tidak hanya itu saja, kadar trigliserida di dalam darah pun ikut menurun, sementara kadar HDL atau kolesterol baik meningkat. Dengan begitu, Anda bisa mencoba menggunakan jahe sebagai obat alami jika ingin menurunkan kolesterol.

Selain mengonsumsi jahe dalam bentuk suplemen, Anda juga bisa mengonsumsi bubuk jahe atau menambahkan jahe ke dalam berbagai makanan yang Anda konsumsi.

3. Flaxseed

Mungkin sebagian dari Anda masih belum mengenal flaxseed. Padahal, flaxseed merupakan salah satu biji-bijian yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan, salah satunya adalah sebagai obat herbal untuk kolesterol.

Tanaman herbal ini kaya akan kandungan serat larut, salah satu nutrisi yang dapat membantu menurunkan kolesterol di dalam tubuh.

Flaxseed bisa dikonsumsi dalam bentuk bubuk yang dicampurkan pada makanan, atau dalam bentuk padat yang bisa langsung dimakan.

Penggunaan flaxseed sebagai obat herbal untuk kolesterol dipercaya dapat membantu mengurangi kadar kolesterol total dan kolesterol jahat dalam darah. Meski begitu, tetap dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan kebenarannya.

Meski begitu, dalam prakteknya, Anda tidak bisa hanya mengonsumsi flaxseed jika memang ingin kadar kolesterol dalam darah segera turun. S

elain menggunakan obat herbal kolesterol, Anda perlu mengimbanginya dengan menerapkan pola hidup sehat.

Salah satunya adalah dengan mengatur pola makan dengan memilih makanan sehat untuk kolesterol dan menghindari makanan tinggi kolesterol.

Di samping itu, Anda juga perlu rutin berolahraga demi menjaga kadar kolesterol tetap normal.

Selain untuk menurunkan kolesterol, flaxseed juga dipercaya dapat digunakan sebagai obat alami untuk menurunkan tekanan darah tinggi, risiko berbagai penyakit jantung, dan berbagai masalah pencernaan.

4. Angkak

Angkak atau bisa disebut sebagai red yeast rice merupakan tanaman herbal lain yang dianggap dapat digunakan sebagai obat untuk menurunkan kolesterol.

Angkak merupakan makanan dan obat tradisional yang berasal dari Tiongkok dan sudah sering dipakai sejak berabad-abad lalu.

Angkak dipercaya dapat menurunkan kolesterol, melancarkan sirkulasi darah, dan meningkatkan fungsi pencernaan. Angkak dibuat dengan cara fermentasi dengan menambahkan ragi Monascus purpureus pada beras merah.

Dalam penggunaannya sebagai obat herbal untuk kolesterol, angkak rupanya memiliki senyawa kimia yang mirip dengan yang ditemukan pada obat statin. Senyawa kimia tersebut dikenal dengan nama monacolin K.

Ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa angkak atau red yeast rice memang memiliki manfaat dalam menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Salah satu penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi angkak dapat mengurangi kadar kolesterol jahat sebanyak dan total kolesterol.

Meski begitu, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang keamanan dan efektivitas angkak dalam jangka panjang.

Pasalnya, para peneliti tidak benar-benar yakin bahwa senyawa kimia yang ditemukan pada angkak dapat menurunkan kolesterol jahat dalam darah.

Efek samping penggunaan angkak

Angkak juga memiliki berbagai efek samping yang mungkin harus Anda perhatikan. Efek samping angkak umumnya berada pada tingkat yang ringan, seperti dapat menyebabkan sakit kepala, heartburn, dan sakit perut.

Namun begitu, belum diketahui efek angkak dalam jangka panjang. Terlebih lagi, senyawa kimia yang terdapat dalam angkak yang mirip dengan yang ditemukan dalam statin (senyawa monacolin K).

Senyawa ini dapat menimbulkan efek samping serius jika digunakan secara berlebihan.

Selain itu, yang perlu Anda perhatikan saat mengonsumsi angkak sebagai obat herbal untuk kolesterol adalah interaksinya dengan obat lain.

Sebaiknya jangan minum angkak saat Anda sedang menggunakan obat statin untuk menurunkan kolesterol.

Juga, saat Anda sedang menggunakan obat yang menekan sistem kekebalan tubuh, obat antijamur, antibiotik tertentu, atau obat HIV (inhibitor protease).

Sebaiknya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum Anda memutuskan menggunakan angkak sebagai obat herbal untuk kolesterol.

Jika Anda mempunyai penyakit ginjal, penyakit hati, sedang hamil, atau menyusui, sebaiknya Anda tidak minum angkak.

Pentingnya memperhatikan aturan penggunaan obat herbal kolesterol

Anda tentu bisa menggunakan obat-obatan herbal sebagai alternatif jika kurang yakin untuk menggunakan jenis obat kolesterol lainnya, termasuk suplemen makan yang juga dapat digunakan untuk menurunkan kolesterol.

Meski begitu, penggunaan obat herbal juga tetap membutuhkan pengawasan dokter. Maka itu, sebelum Anda menggunakan obat-obatan herbal untuk menurunkan kolesterol, akan lebih baik jika Anda berkonsultasi dengan dokter.

Dokter tentu akan membantu Anda menentukan apakah kondisi Anda bisa diatasi dengan menggunakan obat herbal. Mungkin saja kondisi Anda akan lebih mudah diatasi jika menggunakan obat kolesterol atau suplemen lainnya.

Di samping itu, pengobatan kolesterol akan memberikan manfaat yang lebih maksimal jika didampingi dengan kebiasaan atau gaya hidup sehat demi mencegah kolesterol semakin meningkat.

Beberapa kebiasaan sehat sebagai pendamping penggunaan obat herbal untuk kolesterol termasuk sebagai berikut.

  • Menghentikan kebiasaan merokok.
  • Menurunkan berat badan jika obesitas dan menjaga berat badan tetap ideal.
  • Melakukan olahraga secara rutin.
  • Menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan yang baik untuk menjaga kolesterol tetap aman.
  • Membatasi konsumsi makanan yang kaya akan lemak jenuh serta tinggi kolesterol.
  • Mengurangi konsumsi lemak trans, jika perlu tidak mengonsumsinya sama sekali.
  • Mengurangi konsumsi alkohol.
  • Mengelola stres dengan baik.

Dengan menerapkan berbagai perilaku atau gaya hidup yang lebih sehat seperti yang telah disebutkan, penggunaan obat herbal untuk kolesterol mungkin akan memberikan dampak yang lebih baik untuk kadar kolesterol di dalam darah.

Tak hanya itu, membiasakan diri untuk menerapkan gaya hidup sehat dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup secara menyeluruh.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Edel, A. L., Rodriguez-Leyva, D., Maddaford, T. G., Caligiuri, S. P., Austria, J. A., Weighell, W., Guzman, R., Aliani, M., & Pierce, G. N. (2015). Dietary flaxseed independently lowers circulating cholesterol and lowers it beyond the effects of cholesterol-lowering medications alone in patients with peripheral artery disease. The Journal of nutrition, 145(4), 749–757. https://doi.org/10.3945/jn.114.204594

Arablou, T., Aryaeian, N., Valizadeh, M., Sharifi, F., Hosseini, A., & Djalali, M. (2014). The effect of ginger consumption on glycemic status, lipid profile and some inflammatory markers in patients with type 2 diabetes mellitus. International journal of food sciences and nutrition, 65(4), 515–520. https://doi.org/10.3109/09637486.2014.880671

Alizadeh-Navaei, R., Roozbeh, F., Saravi, M., Pouramir, M., Jalali, F., & Moghadamnia, A. A. (2008). Investigation of the effect of ginger on the lipid levels. A double blind controlled clinical trial. Saudi medical journal, 29(9), 1280–1284.

Kwak, J. S., Kim, J. Y., Paek, J. E., Lee, Y. J., Kim, H. R., Park, D. S., & Kwon, O. (2014). Garlic powder intake and cardiovascular risk factors: a meta-analysis of randomized controlled clinical trials. Nutrition research and practice, 8(6), 644–654. https://doi.org/10.4162/nrp.2014.8.6.644

Garlic. Retrieved 26 June 2020, from https://www.nccih.nih.gov/health/garlic

Murad, S., Niaz, K., & Aslam, H. (2018). Effects of Ginger on LDL-C, Total Cholesterol and Body Weight. Clinical & Medical Biochemistry, 04(02). doi: 10.4172/2471-2663.1000140

Red Yeast Rice. Retrieved 26 June 2020, from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-red-yeast-rice/art-20363074

Red Yeast Rice. Retrieved 26 June 2020, from https://www.nccih.nih.gov/health/red-yeast-rice

Flaxseed and flaxseed oil. Retrieved 26 June 2020, from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-flaxseed-and-flaxseed-oil/art-20366457

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri