Whiplash (Cedera Lecutan)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu whiplash (cedera lecutan)?

Whiplash adalah kondisi cedera leher di mana leher Anda dipaksa menjulur terlalu jauh ke belakang lalu secara cepat maju ke depan. Otot ikat (ligamen), otot, tulang, dan sendi terluka. Cedera Lecutan bisa jadi sangat tidak nyaman dan menyebabkan orang-orang tidak dapat bekerja.

Seberapa umumkah whiplash (cedera lecutan)?

Whiplash dapat menjangkit siapa saja dari rentang umur manapun, dan lebih banyak ditemukan terjadi pada wanita dibandingkan pria. Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena cedera lecutan dengan cara mengurangi faktor-faktor yang berisiko. Selalu konsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala whiplash (cedera lecutan)?

Nyeri pada bagian leher merupakan keluhan yang paling umum ditemukan. Rasa nyeri biasanya baru mulai muncul setelah beberapa jam atau hari setelah cedera terjadi. Leher menjadi kaku, sulit menengok, dan sakit kepala sampai ke bagian belakang kepala dapat terjadi. Nyeri pada pundak dan lengan, mati rasa, kesulitan bergerak, dengungan di telinga, dan kesulitan menelan dapat pula diidentifikasi sebagai gejala lanjutan pada kasus yang lebih serius.

Selain itu, masih terdapat juga beberapa ciri dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki keluhan yang sama, silakan konsultasikan kepada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Apabila Anda memiliki ciri atau gejala di atas, atau memiliki berbagai pertanyaan lain, harap berkonsultasi dengan dokter, khususnya setelah Anda mengalami cedera atau kecelakaan (kecelakaan mobil, cedera saat olahraga, dan lain-lain).

Penyebab

Apa penyebab whiplash (cedera lecutan)?

Penyebab whiplash yang paling umum adalah kecelakaan kendaraan bermotor, jatuh, cedera olahraga, atau kekerasan fisik. Kecelakan bermotor mencakup lebih dari 40% kasus.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk whiplash (cedera lecutan)?

Beberapa faktor di bawah ini dapat meningkatkan kemungkinan Anda terkena Whiplash, yakni:

  1. Umur: Umur 65 tahun ke atas memiliki risiko yang paling besar
  2. Jatuh setinggi 1 meter atau lebih
  3. Mengalami kecelakaan kendaraan bermotor
  4. Menunda perawatan dan pemeriksaan medis saat gejala muncul
  5. Tidak terdapat sendi di antara tulang leher

Tidak memiliki risiko di atas bukan berarti Anda tidak dapat terkena cedera lecutan. Faktor-faktor di atas hanya sebatas referensi. Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk detail yang labih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk whiplash (cedera lecutan)?

Tujuan pengobatan pada penderita whiplash adalah untuk mengurangi rasa nyeri dan memberikan waktu untuk luka yang ada agar sembuh. Perawatan konservatif biasanya paling sering dilakukan, misalnya sekantung es batu ditempelkan pada bagian yang sakit, lalu kantung penghangat ditempelkan sesudahnya. Sebuah kerah serviks lembut juga bisa dipasangkan.

Untuk tidur, handuk kecil yang digulung dengan diameter setebal 5 cm atau bantal penunjang leher harus digunakan. Ultrasound juga dapat membantu mengurangi gejala.

Obat-obatan pereda nyeri seperti antiinflammatory dan acetaminophen (sebelum atau bersamaan dengan antiinflammatory), obat pelemas otot juga dapat dikonsumsi untuk mengurangi kejang otot.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk whiplash (cedera lecutan)?

Dokter dapat memberikan diagnosis dari sejarah medis dan pemeriksaan kesehatan. Kadang, tes darah, x-ray, dan tes MRI juga dilakukan untuk melihat apakah terdapat suatu luka saraf juga untuk mencari tahu sebab-sebab lain. Dokter juga mungkin akan meminta Anda diperiksa oleh neurologis (spesialis penyakit sistem saraf) atau dokter bedah ortopedik (spesialis pada penyakit tulang).

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi whiplash (cedera lecutan)?

Berikut merupakan bentuk-bentuk dari gaya hidup sehat dan pengobatan tempat tinggal yang dapat membantu Anda menghadapi Whiplash:

  1. Konsumsi obat-obatan pelemas otot sebelum tidur. Konsumsilah hanya obat yang diresepkan oleh dokter
  2. Duduk pada kursi yang kaku dan duduklah bersandar pada kursi tersebut
  3. Gunakan selalu sabuk pengaman. Naikkan bantalan kursi bagian kepala untuk melindungi Anda
  4. Gunakan pelindung apabila Anda melakukan olahraga kontak seperti sepak bola
  5. Hubungi dokter apabila Anda mengalami mati rasa atau kesemutan pada bawah lengan, otot melemah, dan sakit kepala, atau jika gejala bertambah buruk

Apabila Anda memiliki pertanyaan, mohon segara dikonsultasikan dengan dokter profesional untuk mendapatkan solusi medis terbaik.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jangan Cuma Ditontonin! Lakukan ini Jika Anda Melihat Kecelakaan di Jalan

Kecelakaan lalu lintas selalu menarik perhatian. Tapi jangan cuma ditontonin. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu mereka yang membutuhkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Pertolongan Pertama Pada Korban Luka Tembak

Menghentikan perdarahan adalah hal penting dalam menolong korban luka tembak. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Bursitis

Bursitis adalah peradangan bursae yaitu kantung berisi cairan pelumas di sekitar bahu, siku, pinggul, lutut, kaki. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Cedera Tendon Achilles

Cedera tendon achilles adalah cedera yang mempengaruhi tendon/urat yang menghubungkan otot betis ke tumit. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gegar otak adalah

Gegar Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
mimisan

Mimisan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
trauma otak adalah

Trauma Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
lari secepat kilat

Ini yang Akan Terjadi Pada Tubuh Manusia Jika Lari Secepat Kilat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit