home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai jenis Penyakit yang Dapat Menyerang Sendi dan Tendon

Berbagai jenis Penyakit yang Dapat Menyerang Sendi dan Tendon

Gangguan muskuloskeletal mencakup seluruh masalah kesehatan yang menyerang sistem gerak pada manusia. Itu sebabnya, selain gangguan pada sistem rangka dan sistem otot manusia, penyakit yang mengganggu fungsi sendi dan tendon juga merupakan bagian dari gangguan sistem gerak. Lalu, penyakit dan masalah kesehatan apa saja yang mengganggu sendi dan tendon? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Penyakit sendi dan tendon manusia

Sebelum Anda memahami berbagai jenis gangguan sendi dan tendon, Anda harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana sendi dan tendon bekerja di dalam tubuh. Sendi merupakan tempat di mana dua tulang bertemu. Biasanya, terdapat sendi pada lutut, pinggung, siku, dan juga bahu.

Sementara itu, tendon merupakan jaringan berserat yang menghubungkan tulang dengan otot. Tendon juga bisa menghubungkan otot dengan struktur di dalam tubuh. Tugas tendon adalah menggerakkan tulang atau struktur tersebut.

Sayangnya, sendi dan tendon yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari menjadi lebih rentan terhadap berbagai jenis masalah kesehatan, sehingga sendi dan tendon dapat mengalami kerusakan dan tidak bisa berfungsi dengan baik.

Berbagai jenis gangguan dan penyakit sendi

Berikut ini adalah jenis-jenis penyakit dan gangguan pada sendi yang perlu Anda ketahui:

1. Arthritis

Radang sendi atau yang sering disebut sebagai arthritis merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan pembengkakan dan timbulnya rasa sakit pada persendian. Selain itu, biasanya sendi juga terasa kaku dan sulit digerakkan.

Gejala-gejala yang muncul biasanya bertambah semakin parah seiring dengan pertambahan usia. Meski begitu, gejala ini bisa datang dan pergi, dengan tingkat keparahan mulai dari ringan, sedang, hingga parah. Arthritis terbagi ke dalam beberapa jenis:

Osteoarthritis

Osteoarthritis adalah salah satu jenis arthritis yang paling umum terjadi. Kondisi ini termasuk masalah atau penyakit sendi degeneratif sehingga akan memburuk seiring waktu. Biasanya, osteoarthritis terjadi di tangan, pinggang, dan juga lutut.

Kondisi ini mengakibatkan tulang rawan yang terdapat di dalam sendi perlahan melemah dan rusak hingga tulang yang berada di bawahnya pun ikut berubah. Perubahan ini terjadi secara perlahan tapi akan semakin lama akan semakin parah.

Osteoarthritis dapat menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, dan kekakuan pada sendi. Bahkan, kondisi ini bisa menyebabkan sendi tidak berfungsi dengan baik sehingga, jika Anda mengalaminya, Anda tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.

Rheumatoid arthritis

Penyakit arthritis yang juga tak kalah umum adalah rheumatoid arthritis. Anda mungkin lebih mengenal kondisi ini dengan istilah rematik. Kondisi ini bisa menyebabkan inflamasi atau peradangan pada sendi sehingga menimbulkan rasa sakit.

Rematik terjadi saat sistem imun tidak dapat bekerja dengan baik dan menyerang dinding sendi yang disebut dengan sinovium. Biasanya, penyakit ini menyerang tangan, lutut atau pergelangan kaki. Namun, rematik juga bisa menyerang mata, jantung, dan paru-paru.

Rematik cenderung lebih sering dialami oleh banyak wanita dibanding oleh pria. Biasanya, kondisi ini mulai muncul saat Anda telah memasuki usia senja. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang mengalami rematik, potensi untuk mengalaminya menjadi lebih besar.

Asam urat

Asam urat juga salah satu jenis arthritis yang bisa menyerang siapa saja. Salah satu jenis penyakit sendi ini ditandai dengan serangan rasa sakit yang terjadi secara tiba-tiba, disertai dengan pembengkakan dan kemerahan pada sendi. Seringnya, kondisi ini terjadi pada persendian di jempol kaki.

Bahkan, serangan rasa sakit yang muncul tanpa peringatan terlebih dahulu ini bisa membuat Anda terjaga dari tidur malam yang begitu lelap. Sensasi rasa sakitnya membuat jempol kaki terasa seperti sedang terbakar.

Gejala dari asam urat mungkin tidak menetap, tapi ada beberapa cara untuk mengatasi gejalanya dan mencegah munculnya gejala yang lebih parah.

Psoriasis arthritis

Psoriasis arthritis adalah jenis peradangan sendi yang menyerang penderita psoriasis. Namun, sama dengan gejala penyakit radang sendi lainnya, psoriasis arthritis juga ditandai dengan pembengkakan, rasa sakit, dan kekakuan pada sendi.

Sama halnya dengan psoriasis, kondisi ini juga penyakit jangka panjang yang bisa memburuk seiring dengan pertambahan usia. Jika sudah pada tingkatan yang cukup parah, ada kemungkinan persendian benar-benar rusak dan tidak bisa digunakan. Hal ini menandakan pasien membutuhkan tindakan operasi untuk mengatasinya.

Akan tetapi, jika kondisi ini didiagnosis dan diobati lebih awal, perkembangan dari penyakit ini bisa diperlambat, hingga kerusakan permanen pada persendian bisa diminimalisasi atau bahkan dicegah.

Ankylosing spondylitis

Jenis arthritis yang satu ini tergolong penyakit jangka panjang yang menyebabkan peradangan, khususnya, pada tulang belakang dan beberapa bagian tubuh lainnya. Seiring berjalannya waktu, ankylosing spondylitis dapat menyebabkan tulang-tulang kecil pada tulang belakang mengalami melebur dan menyatu.

Tulang-tulang yang melebur dan menyatu ini menyebabkan tulang belakang menjadi tidak fleksibel dan bisa menyebabkan postur tubuh yang cenderung membungkuk ke depan. Jika tulang iga juga mengalaminya, pasien mungkin akan mengalami kesulitan untuk bernapas.

Penyakit sendi ini tidak bisa disembuhkan, tetapi ada pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala dan memperlambat progres dari penyakit. Meski bisa dialami pada usia berapapun, biasanya kondisi ini sering dialami saat masih berusia remaja hingga beranjak dewasa.

Lupus

Menurut Lupus Foundation of America, lupus adalah penyakit kronis yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit di bagian tubuh yang mana saja. Penyakit ini tergolong sebagai penyakit autoimun, sehingga sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh dari infeksi justru menyerang jaringan sehat yang ada di dalam tubuh pasien.

Biasanya, lupus dapat menyerang kulit, persendian, hingga organ penting di dalam tubuh seperti ginjal dan jantung. Oleh sebab itu, kondisi ini juga termasuk salah satu jenis peradangan sendi yang mungkin Anda alami.

Septic arthritis

Kondisi ini merupakan salah satu penyakit sendi yang menimbulkan rasa sakit akibat infeksi pada sendi. Infeksi bisa datang dari bakteri dalam aliran darah yang mengalir dari bagian tubuh yang lain. Akan tetapi, septic arthritis juga bisa terjadi karena adanya luka terbuka yang memudahkan bakteri masuk ke dalam tubuh dan menyerang persendian.

Biasanya, kondisi ini dialami oleh bayi atau lanjut usia. Umumnya, persendian pada lutut menjadi bagian tubuh yang paling mudah terinfeksi. Meski begitu, kondisi ini juga bisa menyerang area pinggul, pundak, dan sendi di area lainnya.

2. Bursitis

Penyakit sendi yang satu ini merupakan masalah kesehatan yang menyerang salah satu bagian dari sendi, yaitu bursae, kantong berisi cairan pelumas yang bertugas sebagai bantalan tulang, tendon, dan otot di sekitar persendian.

Bursitis terjadi saat bursae mengalami peradangan. Biasanya, kondisi ini terjadi pada bahu, siku, dan pinggul. Namun, kondisi ini juga bisa menyerang lutut, tumit, hingga jempol kaki. Bursitis cenderung muncul pada persendian yang sering melakukan gerakan berulang.

3. Sendi geser

Dislokasi sendi atau bisa juga disebut sendi geser terjadi saat tulang-tulang di dalam persendian terpisah atau terlepas dari posisinya semula. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa sakit dan menyebabkan area sendi yang terdampak jadi tidak stabil atau bahkan tidak bisa digerakkan.

Sendi yang bergeser juga bisa menyebabkan peregangan sehingga terjadi cedera otot atau cedera tendon. Maka itu, Anda harus segera mengatasi atau menjalani pengobatan jika mengalami sendi geser.

4. Carpal tunnel syndrome

Sindrom karpal tunnel atau carpal tunnel syndrome merupakan penyakit sendi yang disebabkan oleh adanya tekanan pada saraf median. Karpal tunnerl adalah jalan sempit yang dikelilingi oleh tulang dan ligamen pada sisi telapak tangan.

Apabila saraf median tertekan, Anda akan merasakan gejala seperti kelemahan hingga mati rasa pada tangan dan lengan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari anatomi pergelangan tangan, masalah kesehatan tertentu, hingga pergerakan tangan yang berulang.

5. Osteochondritis dissecans

Osteochondritis dissecans adalah masalah persendian yang terjadi saat tulang yang terletak di bawah tulang rawan mengalami kerusakan akibat kurangnya aliran darah. Tulang beserta tulang rawan ini akan patah dan menyebabkan rasa sakit, dan mungkin saja menghambat pergerakan sendi.

Kondisi ini seringnya muncul pada anak-anak dan remaja. Gejala akan muncul setelah terjadi cedera pada persendian atau setelah beberapa bulan melakukan aktivitas yang cukup berat seperti melompat dan berlari dengan intensitas tinggi hingga memengaruhi kondisi persendian. Biasanya, kondisi ini menyerang persendian lutut, siku, pergelangan kaki, dan mungkin di area tubuh lainnya.

Berbagai macam penyakit yang menyerang tendon

Selain masalah kesehatan yang menyerang sendi, Anda juga perlu mengetahui berbagai penyakit yang menyerang tendon berikut ini.

1. Tendinitis

Tendinitis merupakan peradangan atau iritasi yang menyerang tendon, yaitu jaringan serat yang menghubungkan tulang dengan otot di dalam tubuh. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit tepat di sekitar persendian.

Tendinitis bisa terjadi di tendon pada area tubuh mana pun, tetapi tendinitis seringnya muncul di area bahu, siku, pergelangan tanga, lutut, hingga tumit.

Meski begitu, sebagian besar kasus tendinitis bisa diatasi dengan istirahat, terapi fisik, hingga penggunaan obat-obatan untuk meredakan rasa sakit. Namun, jika tendinitis yang dialami sudah cukup parah dan menyebabkan kerusakan pada tendon, Anda mungkin harus menjalani prosedur operasi untuk mengatasinya.

2. Tennis elbow

Sesuai dengan namanya, tennis elbow merupakan kondisi yang bisa menyebabkan rasa sakit di sekitar siku tangan Anda. Istilah medis untuk tennis elbow adalah lateral epicondylitis. Sering kali, kondisi ini muncul setelah penggunaan otot dan tendon pada lengan secara berlebihan, sehingga menyerang persendian pada siku.

Rasa sakit yang muncul biasanya terasa saat Anda mencengkeram benda kecil seperti pensil, saat membuka pintu atau membuka toples, hingga mengangkat dan menekuk lengan. Jika sudah demikian, segera periksakan kondisi Anda ke dokter.

3. Cedera tendon

Cedera tendon biasanya terjadi setelah tendon berulang kali mengalami kerusakan atau robek akibat penggunaan yang berlebihan maupun bagian dari proses penuaan. Siapa saja bisa mengalami kondisi yang satu ini, tapi cedera tendon lebih rentan dialami oleh orang yang harus melakukan pergerakan yang sama berulang kali, setiap hari.

Maka, tak heran jika pekerja berat, atlit, atau orang yang memiliki pekerjaan yang mengharuskannya melakukan gerakan yang sama berulang-ulang menjadi lebih mudah mengalami cedera atau kerusakan pada tendon.

Kondisi ini bisa terjadi secara perlahan atau sedikit demi sedikit, tapi juga bisa secara tiba-tiba. Anda mungkin mengalaminya secara tiba-tiba jika tendon semakin melemah seiring berjalannya waktu.

4. Trigger finger

Trigger finger adalah kondisi saat salah satu dari jemari tangan Anda mendadak kaku dan tidak bisa digerakkan saat sedang tertekuk. Jari Anda mungkin saja menekuk atau kembali pada posisi lurus secara tiba-tiba, seperti pelatuk yang ditarik dan dilepaskan.

Kondisi ini terjadi saat peradangan yang Anda alami mempersempit area di sekitar tendon pada jari yang terdampak. Jika kondisi ini sudah tergolong parah, tangan Anda mungkin tidak bisa kembali ke posisi semula dan terus pada posisi tertekuk.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Tendonitis and Tenosynovitis. Retrieved 15 October 2020, from https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=85&ContentID=P00069

Joint disease. Retrieved 15 October 2020, from https://www.healthdirect.gov.au/joint-diseases

Joint disorders. Retrieved 15 October 2020, from https://medlineplus.gov/jointdisorders.html

Arthritis. Retrieved 15 October 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/arthritis/

What is Arthritis? Retrieved 15 October 2020, from https://www.arthritis.org/health-wellness/about-arthritis/understanding-arthritis/what-is-arthritis

Arthritis. Retrieved 15 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/arthritis/symptoms-causes/syc-20350772

Tendon vs. Ligament. Retrieved 15 October 2020, from https://medlineplus.gov/ency/imagepages/19089.htm

What is Lupus? Retrieved 15 October 2020, from https://www.lupus.org/resources/what-is-lupus

Ankylosing spondylitis. Retrieved 15 October 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/ankylosing-spondylitis/

Ankylosing spondylitis. Retrieved 15 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ankylosing-spondylitis/symptoms-causes/syc-20354808

Psoriatic Arthritis. Retrieved 15 October 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/psoriatic-arthritis/

Gout. Retrieved 15 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gout/symptoms-causes/syc-20372897

Rheumatoid Arthritis. Retrieved 15 October 2020, from https://www.arthritis.org/diseases/rheumatoid-arthritis

Osteoarthritis. Retrieved 15 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteoarthritis/symptoms-causes/syc-20351925

Osteoarthritis. Retrieved 15 October 2020, from https://www.cdc.gov/arthritis/basics/osteoarthritis.htm

Dislocation. Retrieved 15 October 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17873-dislocation

Septic Arthritis. Retrieved 15 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bone-and-joint-infections/symptoms-causes/syc-20350755

Tendon Injury. Retrieved 15 October 2020, from https://www.uofmhealth.org/health-library/uh2113

Tendinitis. Retrieved 15 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tendinitis/symptoms-causes/syc-20378243

Osteochondritis Dissecans. Retrieved 15 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteochondritis-dissecans/symptoms-causes/syc-20375887

Carpal Tunnel Syndrome. Retrieved 15 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/carpal-tunnel-syndrome/symptoms-causes/syc-20355603

Tennis elbow. Retrieved 15 October 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/tennis-elbow/

Bursitis. Retrieved 15 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bursitis/symptoms-causes/syc-20353242

Trigger finger. Retrieved 15 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/trigger-finger/symptoms-causes/syc-20365100

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 01/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x