Kista Ganglion

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi kista ganglion

Gangguan muskuloskeletal merupakan kumpulan dari berbagai penyakit dan masalah kesehatan yang menyerang sistem gerak pada manusia. Masalah kesehatan yang paling sering dialami adalah pengeroposan tulang dan radang sendi.

Namun, siapa sangka bahwa ada gangguan sistem gerak yang terjadi yang disebabkan oleh kista? Ganglion adalah kista atau benjolan non-kanker yang umumnya terbentuk pada tendon dan persendian di bagian atas pergelangan tangan, sisi telapak pergelangan tangan, pangkal jari di sisi telapak, dan bagian atas sendi ujung jari.

Meski begitu, ganglion mungkin juga muncul di area pergelangan kaki dan telapak kaki. Biasanya, ganglion berukuran bulat atau oval dan mengandung cairan yang berbentuk seperti jeli.

Ganglion yang masih berukuran kecil biasanya berbentuk seperti butiran kacang. Sementara itu, ganglion yang berukuran lebih besar umumnya memiliki diameter sekitar 2.5 sentimeter (cm).

Kista ini bisa menimbulkan sakit di area tangan, khususnya saat kista tersebut menekan saraf disekitarnya. Bahkan, lokasi kista ini bisa mengganggu pergerakan sendi.

Apabila kista ini mengganggu dan menimbulkan rasa tak nyaman, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk mengeluarkan semua cairan yang terdapat di dalam kista tersebut menggunakan jarum.

Selain itu, dokter juga mungkin akan menyarankan Anda untuk menjalani operasi pengangkatan kista. Namun, jika kondisi tersebut tidak menimbulkan gejala sama sekali, kista ini mungkin tidak perlu diobati. Mengapa? Kista ini bisa menghilang dengan sendirinya.

Tanda & gejala kista ganglion

Untuk membedakan ganglion dengan berbagai masalah kesehatan sendi lainnya, perhatikan gejala umum dari ganglion, seperti berikut ini:

1. Lokasi

Kista ini biasanya terbentuk pada tendon atau sendi yang terdapat di pergelangan tangan atau area tangan lainnya. Namun, ganglion bisa saja muncul di pergelangan kaki atau bagian kaki yang lain. Kista ini juga bisa muncul di sekitar persendian lainnya.

2. Ukuran dan bentuk

Kista ganglion biasanya berbentuk bulat atau oval dan biasanya memiliki diameter tak lebih dari 1 inci atau 2.5 sentimeter. Bahkan, pada kasus tertentu, ukuran kista ini terlalu kecil hingga tidak terasa.

Meski begitu, ukuran kista ini bisa jadi membesar dengan sendirinya, khususnya jika Anda menggunakan persendian yang berada di sekitar kista tersebut untuk melakukan gerakan yang berulang.

3. Rasa sakit yang ditimbulkan

Rasa sakit atau nyeri yang muncul biasanya terjadi saat kista menekan saraf di sekitarnya. Bahkan, sekalipun kista yang muncul masih berukuran sangat kecil dan tidak terlihat.

Tidak hanya rasa nyeri, kista ini bisa jadi menyebabkan tangan mati rasa, kesemutan, hingga otot terasa lemah.

Penyebab kista ganglion

Sebenarnya, penyebab dari terbentuknya kista ganglion masih belum dapat diketahui dengan pasti. Meski, kondisi ini cenderung lebih rentan dialami oleh Anda yang masih berusia muda, yaitu kisaran usia 15-40 tahun. Umumnya, wanita lebih sering mengalaminya daripada pria.

Tak hanya itu saja, biasanya kondisi ini lebih lazim dialami oleh olahragawan yang melakukan gerakan menekan menggunakan pergelangan tangan berulang kali.

Lalu, kista ganglion yang biasanya terbentuk di ujung sendi jari tangan biasanya berkaitan dengan arthritis atau radang sendi yang menyerang persendian di jari tangan. Kondisi ini lebih rentan dialami wanita saat memasuki usia 40-70 tahun.

Faktor-faktor risiko kista ganglion

Selain penyebab, ada pula faktor risiko dari kista ganglion yang harus Anda perhatikan, seperti berikut ini:

1. Jenis kelamin dan usia

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kista ganglion lebih rentan dialami oleh wanita pada kisaran usia 20-40 tahun.

2. Osteoarthritis

Jika Anda memiliki riwayat kesehatan osteoarthritis di persendian  jari hingga kuku jari tangan, risiko mengalami ganglion di area persendian.

3. Cedera tendon dan sendi

Jika sebelumnya pernah mengalami cedera tendon atau sendi,  Anda lebih rentan mengalami pembentukan kista ganglion.

Diagnosis & pengobatan kista ganglion

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons melalui OrthoInfo menyatakan bahwa ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis kista ganglion, di antaranya:

Pemeriksaan riwayat kesehatan dan tes fisik

Saat pertama kali memeriksakan kondisi ke dokter, riwayat kesehatan serta gejala yang Anda alami akan diperiksa. Dokter mungkin akan memberi pertanyaan lebih lanjut seperti sudah berapa lama ganglion muncul, apakah ukurannya berubah, dan apakah menimbulkan rasa sakit.

Untuk mengindentifikasi tekstur benjolan, apakah lunak atau keras, dokter mungkin akan menyentuh dan mencoba menekan kista gangliong ini. Di samping itu, mengingat kista mengandung cairan, maka benjolan ini akan terlihat lebih jelas dan terang.

Untuk memastikan apakah benjolan yang muncul adalah kista ini, dokter mungkin akan menyinari benjolan tersebut. Jika benjolan ini memang kista gangliong, ia akan terlihat terang dan jelas saat disinari.

X-ray

Tes menggunakan X-ray akan membentuk gambaran terang dari struktur yang padat di dalam tubuh, seperti kerangka tubuh. Meski sinar X-ray tidak akan menunjukkan secara langsung kista ini, setidaknya pemeriksaan ini bisa membantu mengeliminasi kemungkinan dari penyakit lainnya, seperti arthritis atau kanker tulang.

Magnetic resonance imaging (MRI)

Tes pencitraan seperti ini dapat menunjukkan jaringan halus seperti ganglion secara lebih jelas. Bahkan, MRI atau ultrasound akan dibutuhkan untuk menemukan ganglion yang biasanya tidak terlihat secara kasat mata.

Apa saja pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kista ganglion?

Sebagian kasus ganglion biasanya tidak menyebabkan rasa sakit, oleh sebab itu tidak perlu menjalani pengobatan untuk mengatasinya, karena seiring berjalannya waktu kista ini bisa hilang dengan sendirinya.

Namun, pada beberapa kasus, kista ini memang harus ditangani dengan pengobatan karena dapat menyebabkan rasa sakit dan mengganggu pergerakan sendi.

Beberapa metode pengobatan yang bisa dicoba adalah:

1. Imobilisasi

Aktif menggerakkan tangan atau kaki yang memiliki kista ganglion dapat menyebabkan ukurannya membesar. Perubahan ukuran itu membuat pengobatan menggunakan metode imobilisasi seperti dibebat atau menggunakan alat bantu medis lainnya merupakan metode yang paling tepat.

Saat ukuran kista kembali mengecil, tekanan pada saraf pun mereda, sehingga rasa sakit lama-kelamaan mereda. Meski boleh digunakan, hindari penggunaan alat bantu medis atau metode bebat terlalu lama, karena dapat memicu terjadinya lemah otot.

2. Aspirasi

Untuk melakukan prosedur yang satu ini, dokter biasanya akan menggunakan jarum untuk menyedot cairan yang ada di dalam kista ini. Meski begitu, kista mungkin tidak akan diambil dan tidak akan menghilang meski cairan telah diambil.

3. Operasi

Jika metode pengobatan lainnya tidak memberikan efek yang signifikan, Anda mungkin akan mempertimbangkan operasi untuk pengobatan kista ganglion.

Saat menjalani prosedur bedah, dokter akan mengangkat kista dan tangkainya yang mungkin  melekat pada sendi atau tendon. Meski begitu, Anda perlu tahu bahwa prosedur operasi ini berpotensi merusak saraf, pembuuh darah, atau tendon yang berada di sekitarnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Kenapa perokok lebih gampang sakit? Merokok ternyata memiliki dampak berbahaya terhadap daya tahan tubuh. Lalu apa yang bisa dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

8 Cara Jitu untuk Menghilangkan Rasa Cemas Berlebihan

Biasanya seseorang akan cenderung mengurung diri ketika dirundung cemas hebat. Padahal, ini cara menghilangkan rasa cemas yang salah. Ada cara yang benar

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
penyakit kuku dan masalah pada kuku

Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tiara Putri
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit