Apa yang Menyebabkan Bentuk Kaki O dan X?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bentuk kaki O (genu varum) dan X (genu valgum) sering kali terjadi pada anak-anak. Bahkan, banyak anak memiliki kaki O hingga usia sekitar dua tahun dan kaki X hingga usia sekitar enam tahun. Terkadang, ada anak-anak yang mungkin tidak memiliki kaki yang normal hingga mereka berusia sembilan atau sepuluh tahun.

Bentuk kaki O (genu varum)

Kondisi ini dapat hadir dari bayi hingga dewasa dan memiliki berbagai macam penyebab. Jika ini menjadi lebih parah, pasien akan menunjukkan lutut yang menjorok ke samping dan dengan gaya berjalan yang tidak stabil. Hal itu mungkin berkaitan dengan telapak kaki yang masuk ke dalam, serta efek sekunder pada pinggul dan pergelangan kaki. Masalahnya bisa pada satu kaki dan juga pada kedua kaki, dengan adanya perbedaan fungsional panjang tungkai. Keluarga dan riwayat penyakit dapat mengungkapkan suatu petunjuk mengenai kecenderungan bertahan atau berkembang.

Penyebab bentuk kaki O

Ada beberapa penyebab yang berbeda dari kaki berbentuk O, yaitu:

  • Pertumbuhan. Seiring perkembangan anak, bagian tubuh yang berbeda tumbuh pada tingkat yang berbeda. Akibatnya, keselarasan tulang dapat berubah dan menyebabkan penampilan yang tidak biasa pada umur tertentu. Penyebab paling umum dari kaki O dalam rentang usia balita adalah pertumbuhan. Kaki O yang terjadi di bawah usia 2 tahun merupakan perkembangan tulang yang normal. Sudut lutut biasanya memuncak sekitar usia 18 bulan, dan kemudaian secara bertahap kembali ke bentuk normal seiring anak tumbuh.
  • Penyakit Blount. Penyakit Blount adalah suatu kondisi yang dapat terjadi pada anak-anak dan remaja. Ini adalah kondisi di mana lempeng di bagian atas tulang kering (tibia) tumbuh secara abnormal. Ketika balita, akan sangat sulit untuk membedakan apakah ini adalah penyakit Blount atau hanya bentuk kaki O biasa. Tetapi, seorang anak dengan penyakit ini tidak akan memiliki perkembangan bentuk kaki menuju bentuk yang normal ketika beranjak dewasa.
  • Rakhitis. Kondisi ini adalah kondisi yang sangat langka di negara maju, meskipun umum terdapat di negara berkembang. Penyebab paling umum dari kondisi ini adalah kekurangan gizi dari beberapa nutrisi penting untuk kesehatan tulang yang baik. Nutrisi tersebut adalah kalsium, fosfor, atau asupan vitamin D.
  • Osteoarthritis. Pada orang dewasa, penyebab paling umum dari kaki O adalah hasil dari osteoarthritis. Kondisi ini dapat mengikis tulang rawan dan tulang di sekitar sendi lutut. Jika kikisan didistribusikan secara merata, tidak akan ada kelainan yang diharapkan, tetapi ketika kikisan lebih cenderung di dalam sendi lutut, maka kaki O akan semakin terbentuk. Biasanya tingkat keparahan dapat diukur dengan seberapa parah kikisan di dalam sendi lutut.

Bentuk kaki X (genu valgum)

Bentuk kaki ini biasanya dialami beberapa anak yang sehat sebagai fase pertumbuhan, dan akan kembali normal dengan sendirinya. Namun, bagi beberapa orang yang mempertahankan atau mengembangkan kecacatan ini biasanya disebabkan oleh keturunan, kelainan genetik, atau penyakit tulang metabolik.

Penyebab bentuk kaki X

Ada beberapa penyebab yang berbeda dari kaki berbentuk X, yaitu:

  • Osteomielitis. Ini adalah infeksi tulang yang biasanya disebabkan oleh bakteri tertentu, jamur, atau kuman.
  • Rakhitis. Ini sering menjadi penyebab kaki X semasa perkembangan anak. Kondisi ini adalah kondisi yang terjadi ketika seorang anak memiliki kekurangan jumlah vitamin D dalam tubuh mereka.
  • Kondisi rematik. Setiap kondisi yang menyebabkan nyeri sendi dianggap sebagai rematik.
  • Osteochondroma. Kondisi ini menyebabkan kecacatan bentuk dalam perkembangan tulang seseorang. Hal ini disebabkan oleh perkembangan tumor tulang jinak yang berkembang di sekitar ujung tulang panjang.
  • Arthritis. Kondisi ini menyebabkan perubahan radang dalam sendi. Penyebab penyakit kronis ini diyakini karena mekanisme autoimun.
  • Osteodistrofi ginjal. Penyakit ini adalah penyakit tulang yang terjadi ketika ginjal tidak dapat mempertahankan jumlah fosfor dan kalsium yang tepat dalam darah.
  • Cedera tulang kering. Cedera pada tulang kering dapat menyebabkan kaki berbentuk X. Hal ini karena pertumbuhan adalah bagian dari tanggung jawab tulang kering.
  • Obesitas. Beberapa orang percaya bahwa obesitas adalah penyebab kaki X, namun itu tidak benar. Obesitas hanyalah faktor yang memperparah masalah kaki X karena jumlah beban berlebihan yang harus ditopang lutut.
  • Multiple epiphyseal dysplasia (MED). Ini adalah suatu kondisi yang menyebabkan kelainan pada tulang rawan dan tulang pengembangan di sekitar ujung tulang panjang dalam lengan dan kaki.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan yang baik untuk usus

Ragam Makanan dengan Kandungan Bakteri yang Baik untuk Usus

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
memotong kuku

7 Panduan Memotong Kuku dengan Benar

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit