Jangan Salah, Kenali Perbedaan antara Rematik dan Asam Urat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah sendi Anda terasa nyeri belakangan ini? Ada yang bilang itu karena Anda kena rematik, tetapi yang lain menganggapnya karena asam urat. Jadi, mana yang benar? Meski sama-sama menyebabkan nyeri sendi, tetapi kedua penyakit ini sebenarnya berbeda. Agar tidak keliru, berikut perbedaan antara rematik dan asam urat yang perlu Anda ketahui.

Perbedaan gejala antara rematik dan asam urat

Rematik dan asam urat sama-sama merupakan jenis dari arthritis atau radang sendi. Keduanya sama-sama menimbulkan gejala kekakuan, pembengkakan, nyeri sendi sehingga membuat gerak Anda menjadi terbatas.

Namun, rematik atau rheumatoid arthritis umumnya memengaruhi lapisan sendi (sinovium). Peradangan dan gejala biasanya dimulai di sendi yang kecil, yaitu tangan, kemudian menyebar ke sendi lainnya, seperti pergelangan tangan, pergelangan kaki, lutut, siku, pinggul, dan bahu.

Gejala rematik, seperti rasa nyeri dan kekakuan sendi, pun biasanya memburuk pada pagi hari setelah bangun tidur atau terlalu lama beristirahat. Selain itu, nyeri sendi pada rematik umumnya simetris atau memengaruhi kedua sisi tubuh, seperti jari tangan kanan dan kiri.

Sementara penyakit asam urat atau gout biasanya memengaruhi sendi yang besar di jempol kaki, tetapi juga bisa terjadi di sendi manapun, seperti pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jari. Gejala asam urat pun biasanya sering berpindah dan jarang simetris.

Sebagai contoh, rasa nyeri bisa muncul di jempol kaki kiri lalu diikuti dengan jempol kaki kanan, tetapi serangan asam urat berikutnya mungkin saja menyerang salah satu lutut atau pergelangan tangan. Gejala asam urat urat pun kerap kambuh pada malam hari pada saat Anda tidur.

Kedua penyakit ini pun kerap menimbulkan demam pada penderitanya. Namun, seseorang dengan penyakit asam urat lebih sering mengalami demam dibandingkan dengan rematik.

Penyebab rematik dan asam urat yang berbeda

Meski sama-sama penyakit radang sendi, tetapi penyebab antara rematik dan asam urat berbeda. Penyebab rematik adalah gangguan autoimun, yaitu kondisi ketika sistem imun atau kekebalan secara keliru menyerang jaringan tubuh yang sehat.

Pada kasus rematik, lapisan sendi atau sinovium merupakan bagian persendian yang umumnya terpengaruh. Kondisi ini menyebabkan peradangan pada sinovium yang kemudian memengaruhi jaringan di sekitar sendi lainnya hingga bisa merusak sendi secara keseluruhan.

Sementara itu, penyebab asam urat adalah kelebihan kadar zat asam urat (uric acid) di dalam darah. Kadar asam urat yang terlampau tinggi akan menumpuk dan membentuk kristal asam urat di sendi, cairan, dan jaringan di dalam tubuh hingga kemudian menimbulkan rasa nyeri pada sendi.

Kadar asam urat tinggi umumnya terjadi karena megonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung purin. Purin inilah yang kemudian diolah tubuh untuk menjadi asam urat.

Cara mendiagnosis rematik dan asam urat tidak sama

Berbeda gejala dan penyebab penyakit, maka berbeda pula cara dokter mendiagnosis mana asam urat atau rematik. 

Untuk mencari perbedaan antara rematik dan asam urat, dokter akan lebih dulu menanyakan seputar riwayat kesehatan pasien serta gejala yang dialami. Dokter juga akan menanyakan pola makan dan obat apa saja yang Anda konsumsi, serta hal-hal lain terkait gaya hidup.

Dokter biasanya dapat menemukan perbedaan antara kasus rematik dan asam urat lewat lokasi sendi yang nyeri. Dari hal tersebut, dokter dapat merekomendasikan Anda menjalani berbagai pemeriksaan lanjutan, seperti tes darah, tes cairan sendi, dan MRI atau sinar-X, untuk memastikan diagnosis.

Jenis tes yang dijalani memang umumnya sama, tetapi hasil tes kemudian akan menguatkan diagnosis dokter. Jika hasil tes darah dan tes cairan sendi menunjukkan kadar asam urat Anda tinggi, tandanya Anda benar memiliki penyakit asam urat.

Sementara itu, hasil tes darah akan mengacu pada kesimpulan rematik bila dokter menemukan beberapa hal berikut:

  • Peptida citrullinated anti-siklik.
  • Protein C-reaktif.
  • Laju sedimentasi eritrosit.
  • Faktor rheumatoid.

Sementara melalui tes pencitraan, umumnya kedua penyakit ini sulit dibedakan. Kelly A. Portnoff, seorang ahli reumatologi dari Portland, Oregon, mengatakan kedua penyakit ini sama-sama akan menunjukkan kerusakan sendi melalui tes tersebut.

Perbedaan pemberian obat antara rematik dan asam urat

Rematik dan asam urat memang sama-sama menimbulkan nyeri sendi. Dengan demikian, keduanya pun mendapatkan obat yang sama untuk meredakan gejala tersebut, seperti penghilang rasa sakit, antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dan kortikosteroid.

Namun, penyebab kedua penyakit ini berbeda, sehingga penderitanya akan mendapat obat tambahan yang berbeda pula. Secara khusus, obat rematik yang umumnya diberikan, yaitu disease modifying anti-rheumatoid drugs (DMARDs) atau DMARDs biologis.

Sementara itu, obat-obatan asam urat yang khusus diberikan, yaitu colchicine, allopurinol, dan probenecid, untuk menurunkan atau mengendalikan kadar asam urat. Seseorang dengan penyakit asam urat pun perlu menghindari berbagai makanan yang menjadi pantangan asam urat atau yang mengandung purin tinggi untuk membantu mengontrol penyakitnya. 

Ketahui cara mencegah rematik dan asam urat

Penyebab rematik dan asam urat berbeda sehingga cara mencegah kedua penyakit ini pun berbeda. Penyakit rematik umumnya sulit dicegah karena penyebab dari gangguan autoimun itu sendiri belum diketahui pasti.

Namun, risiko rheumatoid arthritis bisa diturunkan dengan berhenti merokok, berolahraga, serta menghindari paparan lingkungan dan berbagai pantangan rematik lainnya. Sementara untuk mencegah asam urat adalah perubahan gaya hidup dengan menghindari makanan yang mengandung purin tinggi dan rutin berolahraga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

Pengukuran tekanan darah banyak dianjurkan untuk dilakukan pada pagi hari. Apakah akan ada perbedaan tekanan darah, jika dilakukan di lain waktu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Kista Ganglion

Ganglion adalah kista yang umumnya terbentuk pada tendon dan persendian yang umum timbul di tangan. Berikut informasi lengkap tentang ganglion.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Flat Foot (Telapak Kaki Datar)

Normalnya, bagian tengah telapak kaki akan berlekuk. Namun, orang-orang penderita flat feet memiliki telapak kaki datar. Apa efeknya pada kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Bursitis

Bursitis adalah peradangan bursae yaitu kantung berisi cairan pelumas di sekitar bahu, siku, pinggul, lutut, kaki. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

veneer gigi

Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Veneer Gigi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
cepat turun berat badan pagi hari

7 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Cepat Turun Berat Badan

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
berapa banyak makan nasi saat sarapan

Seberapa Banyak Harusnya Porsi Makan Nasi Saat Sarapan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
krim perontok bulu

Menggunakan Krim untuk Menghilangkan Bulu, Amankah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit