Peran “Hormon Bahagia Cinta” dalam Mendukung Kesehatan Tulang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Perasaan bahagia bisa datang dari hal sederhana, seperti ketika kita mendapat pelukan, hadiah, bertemu dengan kawan lama, atau bahkan jatuh cinta. Rasa bahagia dan nyaman muncul berkat pelepasan hormon oksitosin, alias “hormon cinta”. Selain memberikan rasa bahagia dan mengurangi stres, siapa sangka hormon oksitosin ini bisa juga mendukung kesehatan tulang. 

Kulik hubungan menarik antara hormon cinta ini dengan kesehatan tulang, serta imunitas Anda.

Manfaat oksitosin menjaga kesehatan tulang

olahraga yang dapat meningkatkan kepadatan tulang

Suasana hati yang bahagia pasti membuat Anda menjalani hari dengan ringan. Di masa muda, memang hormon cinta begitu mudah diproduksi dan dikeluarkan oleh tubuh. Seiring perjalanan usia, hormon oksitosin yang diproduksi tubuh pun lebih rendah. Hal ini berpengaruh terhadap kebahagiaan diri yang menurun, juga kepadatan tulang juga kian berkurang.

Jurnal Frontiers in Endocrinology menyebutkan adanya kaitan antara rendahnya oksitosin dengan pengurangan kepadatan tulang. Penurunan hormon oksitosin dapat membuka peluang osteopenia, yakni kondisi ketika seseorang memiliki kepadatan tulang yang rendah (Bone Mass Density) dari puncak kepadatan tulang tertinggi. Bila terus berlangsung, kondisi ini dapat berkembang menjadi osteoporosis atau pengeroposan pada tulang. 

Meningkatkan hormon oksitosin untuk mendukung tulang yang kuat

Selama perjalanannya, seseorang secara alami akan mengalami sarcopenia atau penyusutan otot. Hal ini membuat ruang gerak jadi terbatas, karena tulang dan otot tak lagi kuat. Hormon oksitosin memiliki manfaat penting dalam mendukung penguatan tulang, sehingga memacu kita aktif bergerak. 

Meskipun hormon cinta ini berkurang dimakan usia, bukan berarti tubuh tak bisa lagi memproduksinya. Tentu ada cara untuk tingkatkan hormon oksitosin meskipun usia terus bertambah. Tak perlu bingung, ini cara meningkatkan hormon oksitosin demi mendukung kesehatan tulang yang kuat:

1. Lakukan olahraga ringan yang Anda sukai

gerak jalan saat pandemi

Dari beragam jenis olahraga, pasti ada salah satu olahraga yang Anda favoritkan. Olahraga secara teratur dapat meningkatkan produksi hormon oksitosin, sehingga membuat suasana hati lebih bahagia dan mencegah Anda dirundung perasaan cemas dan stres.

Di samping itu, berolahraga juga dapat meningkatkan kekuatan tulang, termasuk melawan sarcopenia. Dengan tulang yang sehat dan otot yang kuat, Anda tentu lebih aktif bergerak, sehingga mendukung peran imunitas dalam melawan penyakit.

Ada baiknya untuk berolahraga di pagi hari, sehingga tubuh mendapatkan paparan sinar matahari untuk mencukupi kebutuhan vitamin D yang mampu menguatkan tulang tubuh. 

Jangan lupa untuk bergerak aktif 30 menit setiap harinya. Pilihlah olahraga yang memiliki risiko rendah cedera. Misalnya, jalan santai, tai chi, yoga, atau bersepeda.

2. Dengarkan musik dan menarilah

hormon oksitosin dan kesehatan tulang

Bila banyak waktu dihabiskan di rumah, jadwalkan bersama pasangan atau keluarga Anda untuk menari. Dengan mengikuti irama musik sambil melepaskan ekspresi melalui tarian, Anda akan merasa lebih bahagia.

Diungkapkan oleh Frontiers In Human Neuroscience, musik memiliki manfaat untuk memotivasi secara psikologis, termasuk mendukung pelepasan oksitosin. Peneliti juga merekomendasikan untuk menggunakan musik sebagai media menunjang kesehatan dan pelepasan oksitosin.

Mendengarkan musik favorit dan menari menjadi kombinasi yang tepat untuk merangsang pelepasan hormon oksitosin untuk menjaga kesehatan tulang, karena tubuh pun aktif bergerak.

3. Merawat tanaman hias

manfaat memelihara tanaman di rumah

Tren merawat tanaman hias kian disoroti masyarakat. Siapa tahu kegiatan ini dapat dijadikan hobi baru. Dengan berkebun atau merawat tanaman hias, fisik Anda juga bergerak. Sambil menyirami, memberi pupuk, atau sekadar memetik daun yang mati memacu tubuh bergerak dan berkeringat.

Di samping itu, berinteraksi langsung dengan alam seperti menyentuh tanaman dan merawatnya, memicu keluarnya hormon oksitosin. Kepedulian dan kasih sayang kita terhadap tanaman dapat mendorong kebahagiaan di dalam diri. 

Melalui kegiatan kecil ini, hormon oksitosin dan gerak fisik dapat menjaga kesehatan tulang dan tubuh secara keseluruhan.

Setiap orang tentu memiliki caranya masing-masing dan meskipun terdapat terapi oksitosin yang dapat diberikan tenaga medis untuk melawan osteoporosis dan mendukung kesehatan tulang, jalur alami cenderung lebih banyak dipilih. Salah satu caranya dengan membuat diri lebih bahagia. Ketika Anda bahagia karena produksi hormon cinta ini, tentu memacu diri untuk lebih semangat lagi bergerak. 

Cintai diri Anda, lengkapi rutinitas harian dengan cara ini

suplemen glukomanan

Cintai diri Anda sendiri dengan merawat kesehatan tulang. Selain berolahraga untuk meningkatkan kekuatan tulang, menari sambil mendengarkan musik, serta merawat tanaman hias, Anda bisa mengonsumsi suplemen kalsium organik yang dilengkapi vitamin D3 dan Ester-C (vitamin C). Suplemen jenis ini mampu memenuhi kebutuhan kalsium dan memelihara kesehatan tulang. 

Ester-C merupakan jenis vitamin C yang tingkat keasamannya mendekati netral sehingga  aman bagi lambung saat dikonsumsi. Ester-C berperan mendukung sistem imun tubuh dalam melawan penyakit, sehingga daya tahan tubuh terjaga.

Kini Anda telah mengetahui bagaimana hormon oksitosin dan kesehatan tulang saling berkaitan erat. Tulang dan tubuh yang sehat dapat membuat Anda melakukan berbagai  aktivitas fisik, sehingga berdampak baik pada kekuatan imunitas tubuh. Yuk, mulai jaga kesehatan tulang dari sekarang!

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sistem Gerak Pada Manusia dan Gangguannya

Tahukah Anda apa yang dimaksud sistem gerak pada manusia? Lalu,, apa saja masalah kesehatan yang terkait dengan sistem ini? Berikut penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 25 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali Faktor Risiko Sejak Dini untuk Cegah Osteoporosis di Usia Lanjut

Sebelum terlambat, segera kenali apa faktor risiko, penyebab dan cara mencegah osteoporosis usia lanjut selengkapnya di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
mencegah osteoporsis usia lanjut
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Cari 3 Kandungan Suplemen Ini untuk Cegah Osteoporosis

Mengonsumsi suplemen dapat menjadi cara untuk cegah osteoporosis. Kenali tiga kandungan yang manjur membantu Anda terhindar dari masalah ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Nutrisi, Hidup Sehat 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencegah tulang keropos

3 Kebiasaan Buruk yang Harus Ditinggalkan Supaya Tulang Tetap Kuat Sampai Tua

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat buah plum untuk kesehatan

Berbagai Manfaat Makan Buah Plum (Psst… Bisa Menurunkan Berat Badan!)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
penyakit degeneratif

Penyakit Degeneratif

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
osteopenia adalah

Osteopenia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit