home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Serba-serbi Tes MMPI, Pemeriksaan Psikologi untuk Mendiagnosis Gangguan Mental

Serba-serbi Tes MMPI, Pemeriksaan Psikologi untuk Mendiagnosis Gangguan Mental

Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) adalah tes psikologi yang dilakukan untuk menilai kepribadian dan psikopatologi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan mental, sehingga ahli profesional bisa menentukan ada atau tidaknya gangguan mental pada orang yang menjalani tes MMPI ini. Baca penjelasan lengkap mengenai pemeriksaan MMPI berikut ini.

Apa yang dimaksud dengan tes MMPI?

Tes MMPI pertama kali dibuat pada tahun 1937 oleh seorang ahli psikologi klinis bernama Starke R. Hathaway dan seorang neuropsikiatri bernama J. Charnley McKinley pada University of Minnesota.

Tujuan dari pembuatan tes ini adalah untuk memudahkan para ahli di bidang kesehatan mental dalam melakukan diagnosis berbagai gangguan mental.

Meski begitu, tes ini baru dipublikasi pada tahun 1943 dan sudah melalui berbagai perubahan yang bertujuan untuk membuat hasilnya lebih akurat. Hingga saat ini, tes MMPI adalah salah satu tes psikologi yang banyak digunakan dan sudah diadaptasi oleh lebih dari 40 negara di dunia.

Tidak hanya untuk kebutuhan dalam dunia psikologi klinis saja, tes ini juga sering digunakan untuk kepentingan lain. Sebagai contoh, tes MMPI juga digunakan pada berbagai kasus hukum, seperti pada kasus kriminal untuk menilai pembelaan dari tersangka atau dalam kasus perebutan hak asuh anak menilai karakter dari kedua orangtua.

Tidak hanya itu, tes MMPI juga bisa digunakan sebagai salah satu instrumen penilaian dalam rekrutmen pegawai perusahaan untuk profesi tertentu, khususnya yang memiliki pekerjaan dengan risiko tinggi.

Tipe-tipe tes MMPI, apa saja?

Pemeriksaan psikologi ini memiliki tiga tipe tes yang berbeda, di antaranya adalah:

1. Tes MMPI-2

Tes MMPI-2 adalah versi terlama dari pemeriksaan ini. Meski begitu, tes MMPI-2 adalah yang paling banyak digunakan, karena para psikolog merasa paling familiar dengan tipe yang satu ini.

Tes MMPI-2 adalah tipe yang dilakukan untuk orang dewasa dan terdiri dari 567 pertanyaan dan dianggap memiliki hasil yang valid atau bisa dipercaya. Meski begitu, sudah banyak yang mulai berganti menggunakan versi yang lebih baru, yaitu tes MMPI-2-RF.

2. Tes MMPI-2-RF

Sementara itu, tes MMPI-2-RF adalah versi baru dari tipe sebelumnya, dan pertama kali digunakan pada tahun 2008 lalu. Tes ini terdiri dari 338 pertanyaan, sehingga membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk mengisi setiap pertanyaannya.

Sebagian ahli profesional sudah mulai bergeser menggunakan tipe tes ini karena dianggap versi pembaruan dari tipe sebelumnya, sehingga lebih sempurna. Bahkan, seiring berjalannya waktu, diduga tes ini nantinya akan lebih sering digunakan.

Meski begitu, tetap dibutuhkan beberapa revisi untuk memperbarui jenis-jenis pertanyaan dalam tes demi meningkatkan validitas atau kebenaran dari hasil tes itu sendiri.

3. Tes MMPI-A

Sedikit berbeda dengan kedua tipe tes sebelumnya, tes MMPI-A khusus dilakukan untuk remaja. Artinya, tes ini tidak relevan untuk digunakan oleh orang dewasa. Tes ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik seorang anak dan remaja, sekaligus membantu ahli menentukan rencana pengobatan jika anak memiliki gangguan mental.

Bagaimana hasil dari tes MMPI?

Dalam tes ini, responden akan diminta untuk menjawab sejumlah pertanyaan. Jumlah pertanyaan yang harus dijawab tergantung pada tipe tes MMPI yang diambil. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut nantinya akan dikonversi oleh psikiatri atau ahli psikologi klinis ke dalam bentuk laporan.

Hasil dari tes MMPI biasanya diukur menggunakan parameter klinis yang menunjukkan kondisi kesehatan mental responden. Terdapat sepuluh parameter klinis, dan masing-masing parameter menunjukkan kondisi psikologis yang berbeda-beda.

Secara umum, semakin tinggi nilai atau skor dari tes ini, semakin tinggi pula indikasi responden mengalami gangguan kesehatan mental. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai masing-masing parameter dari University of Minnesota Press:

1. Hipokondriasis

Parameter ini bertujuan untuk menilai potensi gejala yang tidak spesifik dan berkaitan dengan fungsi tubuh. Ada 32 pertanyaan yang akan memonitor adanya masalah kesehatan fisik termasuk masalah pada sistem pencernaan.

Parameter ini termasuk bagian penting pada tes MMPI karena banyak gangguan mental yang ditandai dengan munculnya gejala fisik.

2. Depresi

Parameter berikutnya bertujuan untuk menilai kondisi kesehatan mental pada saat ini. Terdapat 57 pertanyaan yang harus diisi berkaitan dengan depresi. Biasanya, penilaian ini dilihat dari moral, tidak ada harapan di masa depan, dan adanya ketidakpuasan responden terhadap kondisi hidup saat ini.

Jika nilai atau skor yang didapatkan sangat tinggi, hal ini mengindikasikan responden mengalami depresi. Sementara itu, jika skor masih terdapat pada batas wajar, kemungkinan responden sedang merasa tidak puas dengan kehidupan saat ini.

3. Histeria

Parameter dari MMPI berikutnya terdiri dari 60 pertanyaan. Dalam parameter ini, terdapat lima aspek yang akan diperhatikan, di antaranya rasa malu, sinisme, neurotisisme, kesehatan fisik yang buruk, dan juga sakit kepala.

Mengingat parameter ini digunakan untuk menguji kesehatan mental secara menyeluruh, ahli medis profesional akan mengidentifikasi kecenderungan responden mendapatkan skor yang tinggi dalam parameter histeria.

Pasalnya, parameter ini bisa mengindikasikan adanya gangguan kesehatan mental seperti gangguan kecemasan hingga paranoid yang nantinya akan dievaluasi lebih lanjut.

4. Deviasi psikopat

Parameter ini akan menilai perilaku sosial responden, misalnya apakah Anda memiliki sikap yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial yang ada di masyarakat. Tidak hanya itu, parameter ini juga dilakukan untuk mencari tahu apakah responden memiliki masalah dengan orang lain, mengalami alienasi sosial, atau melakukan alienasi diri sendiri.

Terdapat 50 pertanyaan yang harus dijawab dalam parameter tes MMPI ini. Namun, masih terjadi sejumlah perdebatan terhadap akurasi hasil dari parameter deviasi psikopat. Pasalnya, sebagian orang merasa bahwa masih banyak faktor pertimbangan lain yang perlu diperhatikan saat ingin menjalin komunikasi dengan orang lain.

Sebagai contoh, tidak hanya mempertimbangkan kondisi kesehatan mental saja, tapi juga tipe kepribadian berdasarkan MBTI, introvert dan ekstrovert, hingga preferensi lainnya.

5. Maskulinitas dan femininitas

Parameter berikutnya akan mengukur atau menilai maskulinitas dan femininitas. Tes ini menilai dari seberapa aktif atau pasifnya responden dalam kehidupan sehari-hari, hobi, kegemaran, hingga preferensi terhadap topik-topik tertentu.

Parameter ini sebenarnya ingin mengetahui kecenderungan gender dari masing-masing individu. Meski begitu, aspek ini menuai banyak kecaman karena dianggap terlalu terpaku pada stereotip yang ada di masyarakat.

Oleh sebab itu, parameter ini telah dievaluasi ulang agar hasil yang didapatkan bisa lebih akurat menggambarkan gender, kesehatan mental, dan perilaku dari individu yang menjalani tes MMPI.

6. Paranoia

Parameter ini bertujuan untuk menilai adanya kecenderungan paranoia dari responden. Terdapat 40 pertanyaan yang perlu dijawab seputar sensitivitas, perasaan mudah curiga, merasa menjadi korban, hingga perilaku yang kaku. Hasil dari parameter ini dapat menunjukkan indikasi seseorang memiliki gejala paranoia.

7. Psychastenia

Skala penilaian ini terdiri dari 48 pertanyaan yang akan memonitor ketidakmampuan untuk melakukan penolakan terhadap suatu aksi atau pemikiran tertentu.

Parameter ini akan menilai rasa takut yang tidak wajar, kesulitan responden dalam berkonsentrasi, perasaan bersalah, kritik terhadap diri sendiri dan indikasi perilaku obsesif kompulsif. Skor yang tinggi pada parameter ini mengindikasikan adanya gejala obsessive-compulsive disorder.

8. Skizofrenia

Tujuan dari parameter ini adalah untuk mencari tahu adanya indikasi penyakit skizofrenia pada responden. Terdapat 78 pertanyaan yang harus dijawab seputar hubungan yang kurang baik dengan keluarga, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi atau kontrol diri, hingga alienasi sosial.

Bahkan, ada pertanyaan yang mungkin dianggap kurang nyaman bagi sebagian orang mengenai harga diri dan identitas diri, termasuk tidak adanya ketertarikan terhadap suatu hal tertentu hingga kesulitan dalam berhubungan seks yang mungkin dialami.

9. Hipomania

Parameter yang juga ada di dalam tes MMPI berikutnya adalah untuk mencari tahu adanya indikasi hipomania. Dalam parameter ini terdapat 46 pertanyaan seputar suasana hati yang kerap berubah dan tidak stabil, depresi yang mungkin pernah dialami, halusinasi, delusi, iritabilitas, berbicara cepat, hingga aktivitas motorik tertentu.

10. Introversi sosial

Parameter terakhir dari tes MMPI ini terdiri dari 69 pertanyaan yang menilai apakah individu termasuk pribadi yang introvert atau ekstrovert. Hal ini bisa dilihat dari kemampuan bersosialisasi yang dimiliki oleh responden, preferensi untuk menghabiskan waktu sendiri atau dengan orang lain, hingga kemampuan bergaul dengan orang banyak.

Data yang didapatkan dari jawaban responden akan dikonversi dan diinterpretasi ke dalam bentuk laporan yang kemudian dievaluasi oleh para ahli profesional. Dari laporan tersebut, para ahli baru bisa menentukan apakah responden memiliki gangguan kesehatan mental yang perlu penanganan khusus.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Interpretation of MMPI-2 Clinical Scales. Retrieved 5 February 2021, from https://www.upress.umn.edu/test-division/mtdda/webdocs/mmpi-2-training-slides/interpretation-of-mmpi-2-clinical-scales

MMPI History. Retrieved 5 February 2021, from https://www.upress.umn.edu/test-division/bibliography/mmpi-history

What is MMPI Test and What It Says About You? Retrieved 5 February 2021, from https://www.betterhelp.com/advice/general/what-is-the-mmpi-test-and-what-does-it-say-about-you/

Minnesota Multiphasic Personality Inventory. Retrieved 5 February 2021, from https://psychcentral.com/lib/minnesota-multiphasic-personality-inventory-mmpi

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 04/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri