Pahami 7 Jenis Emosi Dasar yang Ternyata Punya Fungsi Masing-masing

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Emosi memainkan peran penting ketika Anda berpikir dan berperilaku. Emosi yang dirasakan setiap waktu itu memengaruhi Anda untuk mengambil keputusan dan bertindak, membantu Anda untuk bertahan, menghindari bahaya, serta memahami diri sendiri dan orang lain. Nah, untuk benar-benar memahami emosi, jenis emosi, dan fungsinya bagi kehidupan Anda, simak ulasannya berikut ini.

Berbagai jenis emosi dasar yang punya manfaat sendiri

Setiap orang memiliki tingkat dan pengelolaan emosi yang berbeda, tapi sebenernya ada beberapa emosi dasar yang sebenarnya dimiliki. Jenis emosi dasar ini yang memengaruhi seseorang dalam berperilaku.

1. Kebahagiaan

sahabat sejati menjaga kesehatan mental

Dari semua jenis emosi, kebahagiaan adalah emosi yang paling diinginkan dan dicari oleh semua orang. Emosi ini diartikan sebagai keadaan emosi yang menyenangkan, seperti perasaan puas, gembira, dan sejahtera. Kebahagiaan dapat diekspresikan dengan banyak cara, seperti melalui:

  • Ekspresi wajah tersenyum
  • Nada suara ceria yang menyenangkan
  • Bahasa tubuh yang terlihat santai atau bersemangat

Perasaan bahagia mengarahkan seseorang untuk bersyukur serta memahami diri sendiri dan orang lain lebih baik lagi. Kebahagiaan merupakan salah satu contoh emosi positif yang memainkan peran penting dalam kesehatan fisik dan mental. Salah satunya adalah memperpanjang usia.

Sebaliknya, jika Anda tidak merasa bahagia, seperti kecemasan, stres, depresi, dan kesepian dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan menurunkan tingkat kualitas hidup.

2. Kesedihan

mengatasi rasa sedih

Kebalikan dari rasa bahagia, banyak orang yang tidak menginginkan kesedihan. Emosi ini ditandai dengan perasaan kecewa, putus asa, tidak tertarik, dan suasana hati yang buruk. Seperti emosi lainnya, kesedihan bisa datang kapan saja dan dialami oleh semua orang dari waktu ke waktu.

Pada beberapa kasus, orang yang merasakan kesedihan berkepanjangan dan parah bisa berubah menjadi depresi. Kesedihan dapat diungkapkan dengan beberapa cara termasuk:

  • Suasana hati yang muram
  • Diam
  • Lesu dan tidak bersemangat
  • Menarik diri dari orang lain
  • Menangis

Tingkat kesedihan yang dirasakan oleh setiap orang berbeda-berbeda, tergantung dari penyebab dan bagaimana cara orang tersebut mengatasi kesedihannya.

Namun, merasakan kesedihan tidak sepenuhnya buruk. Emosi ini bisa mengarahkan Anda untuk memahami dan tahu caranya untuk bangkit, mengobati diri sendiri, dan merenungkan kembali untuk tidak lagi sedih atau kecewa di kemudian hari.

3. Ketakutan

pingsan karena ketakutan

Ketakutan adalah emosi kuat yang memerankan peran penting bagi Anda untuk bertahan hidup. Saat Anda merasakan emosi ini, otot menjadi tegang, jantung berdetak lebih cepat, dan pikiran jadi lebih waspada.

Misalnya, ketika dalam keadaan bahaya, rasa takut akan muncul dan menimbulkan respon untuk mempertahankan diri, seperti lari atau meminta bantuan orang lain. Maka itu, setiap orang dibekali jenis emosi ini supaya dapat merespon ketika berada dalam bahaya.

Ketakutan dapat meliputi berbagai ekspresi, seperti:

  • Ekspresi wajah yang takut; melebarkan mata dan menundukkan kepala
  • Berusaha untuk sembunyi, menghindar, atau berani menghadapi ancaman
  • Tubuh berkeringat, detak jantung dan napas jadi cepat

Ketakutan biasanya muncul ketika ancaman terjadi secara langsung. Emosi ini akan menumbuhkan dan memupuk rasa berani, sehingga akan membuat Anda lebih tangguh ketika mengalami kondisi yang sama.

4. Jijik

rasa jijik

Rasa jijik ditandai dengan rasa tidak suka, baik itu melihat, mencium, merasakan, atau mendengar sesuatu sehingga berusaha keras untuk menghindarinya. Walaupun terdengar buruk, emosi ini dapat membangun sikap diri untuk menjaga kebersihan sehingga tubuh terhindar dari penularan penyakit.

Rasa jijik biasanya ditunjukkan dengan beberapa cara, seperti:

  • Berpaling menjauh dari objek yang dianggap menjijikan
  • Reaksi fisik seperti mual dan ingin muntah
  • Ekspresi wajah yang mengerutkan hidug, menyipitkan mata, dan menekuk bibir ke atas

5. Marah

penyebab suka marah

Sama seperti ketakutan, perasaan marah juga dibutuhkan untuk melindungi diri dan merespons ancaman. Emosi ini ditandai dengan rasa frustasi, merasa tidak cocok dengan orang lain. Kemarahan sering ditunjukkan dengan berbagai ekspresi, seperti:

  • Nada suara yang kasar atau berteriak
  • Badan berkeringat dan wajah memerah
  • Perilaku jadi agresif, seperti memukul, menendang, atau melempar benda

Walaupun sering dianggap sebagai emosi negatif, marah ternyata dapat memotivasi Anda untuk mengambil tindakan dan mencari solusi terhadap berbagai hal yang mengganggu Anda.

Kemarahan yang dianggap buruk adalah kemarahan yang tidak terkendali, berlebihan, diekspresikan dengan cara yang berbahaya bagi diri sendiri atau orang lain. Kemarahan tersebut membuat seseorang sulit untuk membuat keputusan yang rasional dan bakan dapat berdampak buruk pada kesehatan.

6. Kaget atau terkejut

kaget menyebabkan kematian

Terkejut atau kaget bisa dikategorikan sebagai emosi positif, emosi negatif, dan juga netral. Kondisi ini biasanya terjadi sangat singkat akibat sesuatu hal yang tidak terduga. Tanpa Anda sadari, emosi ini ternyata penting untuk perilaku seseorang. Kenapa?

Sebab rasa terkejut atau kaget dapat memotivasi seseorang untuk bersikap lebih tenang dan belajar untuk mengontrol diri dan emosi. Beberapa cara untuk mengekspresikan rasa kaget atau terkejut, antara lain:

  • Respons fisik melompat atau melangkah mundur
  • Mengeluarkan suara teriakan, menjerit, atau tengah-engah
  • Respons lainnya, melawan atau berlari
  • Ekpresi wajah menaikkan alis, melebarkan mata, atau membuka mulut

7. Emosi lainnya

pipi merah tersipu malu

Emosi-emosi sebelumnya, lebih sering terjadi pada Anda dibandingkan dengan beberapa emosi ini, seperti merasa terhibur, malu, merasa bangga, merasa bersalah, atau merasa terhina.

Emosi-emosi ini bisa meniru emosi lainnya, artinya tidak selalu pasti digambarkan dengan ekspresi yang sama. Misalnya, merasa malu bisa ditunjukkan dengan wajah menunduk seperti ketakutan, wajah memerah seperti marah, dan berusaha memalingkan diri seperti rasa jijik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Terus-terusan Dipaksa Menghadapi Rasa Takut, Apakah Bisa Menghilangkan Fobia?

Terapi desensitasi adalah cara mengatasi fobia dengan sengaja terus-terusan mempertemukan Anda dengan pemicu fobia. Apakah cara ini aman dan efektif?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 11 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

10 Langkah Efektif untuk Mengendalikan Amarah

Amarah yang tak terkontrol bisa merusak hubungan pribadi dan sosial, tapi berdampak pada fisik. Ketahui cara mengendalikan amarah berikut.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 11 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Euforia, Luapan Rasa Gembira yang Bisa Berdampak Positif dan Negatif

Euforia adalah perasaan gembira yang terjadi secara alami, atau merupakan kondisi dari gangguan kesehatan tertentu. Berikut info lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Bukan Sekadar Jijik Pada Benda Kotor, Ini Informasi Lengkap Mysophobia

Wajar jika Anda jijik dengan benda kotor, tapi pada orang dengan mysophobia, hal ini bisa menimbulkan gejala mengganggu. Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 2 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
xenophobia

Xenophobia, Rasa Takut yang Dapat Berubah Menjadi Tindak Diskriminasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
pasangan ngambek

4 Trik Cerdas Menghadapi Pasangan yang Sedang Ngambek

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
serangan panik panic attack

Serangan Panik

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit