home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Guilt Complex

Guilt Complex

Saat melakukan kesalahan, Anda mungkin merasa kecewa dan merasa bersalah. Rasa tersebut mungkin akan bertahan beberapa saat lamanya. Namun Anda tetap perlu bangkit dari kondisi tersebut, meminta maaf atau memaafkan, lalu kembali melanjutkan langkah. Namun, perasaan bersalah bisa menetap lebih lama pada beberapa orang dan inilah yang dikenal dengan istilah guilt complex.

Definisi guilt complex

Guilt complex adalah kondisi yang membuat seseorang terus menerus merasa bersalah atau melakukan kesalahan. Bahkan, sebelum melakukan sesuatu, ia sudah merasa bakal melakukan kesalahan. Perasaan bersalah terus menerus dapat membuat seseorang mengalami kecemasan berlebih dan malu akan diri sendir.

Rasa bersalah biasanya hadir setelah seseorang menyadari bahwa dirinya melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak. Perasaan ini berhubungan erat dengan nilai moral karena menggambarkan rasa penyesalan atau tanggung jawab yang berhubungan dengan tindakan yang diambil.

Pada dasarnya, rasa bersalah bukanlah hal yang buruk. Perasaan ini kadang bisa memotivasi seseorang menjadi lebih produktif. Sebagai contoh, saat berbuat salah maka kita akan meminta maaf dan berusaha memperbaiki diri agar tidak membuat kesalahan yang sama di masa depan.

Sayangnya pada beberapa orang, perasaan tersebut membuat malah berdampak negatif dan menyebabkan guilt complex ketika berlebihan dan berlangsung terus menerus. Kondisi tersebut bisa menyebabkan gejala fisik, keragunan pada diri sendiri, harga diri yang rendah, dan malu terhadap diri sendiri.

Penting untuk dicatat bahwa rasa bersalah dapat membuat stres, hal itu diakui sebagai salah satu penyebab stres dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental, Edisi Kelima (DSM-5).

Jika Anda bergumul dengan perasaan ini terus-menerus maka dapat menghambat pengembangan diri dan aktivitas sehari-hari. Ketika hal ini terjadi, jangan ragu untuk meminta bantuan ahli medis.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Perasaan bersalah adalah hal yang wajar muncul dalam diri seseorang ketika melakukan suatu kesalahan. Akan tetapi, guilt complex cukup berbeda karena efeknya yang berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental.

Terus-menerus merasa bersalah adalah kondisi yang umum terjadi namun banyak yang mungkin tidak menyadari kondisi ini. Masalah ini bisa terjadi tanpa diikuti penyakit mental, tapi umumnya muncul bersamaan dengan masalah seperti depresi.

Tanda dan gejala guilt complex

stres menyebabkan hipertensi

Rasa bersalah digambarkan sebagai emosi sadar diri yang melibatkan evaluasi negatif terhadap diri sendiri, perasaan tertekan, dan perasaan gagal. Beberapa hal berikut ini bisa menjadi tanda bahwa Anda mungkin menghadapi rasa bersalah yang kompleks.

  • Merasa cemas dengan kesalahan yang sudah diperbuat.
  • Khawatir akan melakukan kesalahan yang sama padahal belum tentu hal yang dilakukan itu salah.
  • Menangisi kesalahan yang sudah dilakukan.
  • Perasaan bersalah membuat Anda susah tidur.
  • Mengalami gejala fisik berupa sakit perut atau ketegangan pada otot.
  • Beberapa orang bisa merasakan kelelahan, sulit konsentrasi, menarik diri dari lingkungan, dan kehilangan minat.

Rasa bersalah yang kompleks dapat berdampak serius pada kesejahteraan seseorang secara menyeluruh. Seiring waktu, orang mungkin mulai mengembangkan rasa tidak mampu yang membuat mereka sulit untuk mengejar tujuan.

Mereka mungkin merasa bahwa mereka tidak pantas untuk move on. Pada kondisi lanjutan bisa memicu tindakan yang tidak benar dalam menebus perasaan bersalah, seperti melukai diri sendiri.

Kapan saya harus ke dokter?

Jika Anda merasakan gejala yang disebutkan di atas dan tidak bisa lepas dari perasaan bersalah, tidak ada salahnya periksa ke dokter. Jangan takut untuk meminta bantuan ahli medis, karena tidak semua orang mampu terbebas dari perasaan ini dengan mudah dan baik.

Penyebab guilt complex

jenis kecemasan pada anak

Ada beberapa hal yang bisa jadi penyebab dari perasaan bersalah yang komplesks, di antaranya:

  • Kecemasan. Anda memiliki banyak hal yang dicemaskan, sehingga kemungkinan besar Anda akan menilai tindakan sendiri secara negatif dan hal ini mengarah pada perasaan bersalah yang berlebihan.
  • Agama dan budaya. Tradisi keagamaan tertentu dan norma budaya yang berlaku di tempat Anda dibesarkan juga bisa membuat Anda merasa sangat bersalah ketika melakukan sesuatu yang bertentangan dengan norma.
  • Tekanan sosial. Jika Anda merasa bahwa orang lain menghakimi Anda atas hal-hal yang telah Anda lakukan, Anda mungkin akan merasa bersalah dan menyesal.
  • Pengalaman masa kanak-kanak. Anak-anak yang dibesarkan dengan gaya pengasuhan yang kurang tepat bisa menimbulkan rasa kecil hati pada anak sehingga bisa berisiko membuat mereka mudah merasa bersalah dan sulit untuk terlepas dari perasaan tersebut.

Faktor risiko guilt complex

Semua orang bisa saja mengembangkan perasaan yang berlebihan ini. Namun gaya pengasuhan orang tua, kecemasan yang dimiliki, maupun tekanan sosial yang muncul pada lingkungan seseorang bisa meningkatkan risiko kondisi ini.

Diagnosis dan pengobatan guilt complex

pemeriksaan dokter gastroenterologi

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Tidak ada tes diagnosis khusus untuk menegakkan diagnosis kondisi ini. Akan tetapi, psikolog atau ahli kejiwaan biasanya akan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai kecemasan yang dimiliki, perasaan negatif yang muncul, atau peristiwa-peristiwa apa yang berkaitan dengan hal-hal yang membuat Anda merasa bersalah.

Apa saja pilihan pengobatan untuk guilt complex?

Penting bagi seseorang untuk mendapatkan pengobatan jika ia terus bergumul dengan perasaan bersalah. Ini karena dampaknya bisa menurunkan kesehatan mental, kesehatan fisik, dan pada akhirnya menurunkan kualitas hidup.

Dokter mungkin akan merekomendasikan beberapa pengobatan berikut untuk membantu Anda mengatasi perasaan bersalah yang kompleks.

  • Minum obat. Beberapa obat seperti antidepresan dan obat antikecemasan bisa membantu meredakan gejala yang muncul.
  • Psikoterapi. Jika minum obat dirasa kurang cukup efektif, dokter juga akan merekomendasikan psikoterapi. Salah satu jenisnya, yakni terapi perilaku kognitif sering kali menjadi pilihan. Pada terapi ini pasien akan belajar untuk berpikir positif dan memahami lebih baik mengenai diri sendiri.

Pengobatan guilt complex di rumah

Mengatasi rasa bersalah berlebihan pada diri sendiri tidak hanya dilakukan dengan mengandalkan pengobatan dokter. Anda perlu membiasakan diri untuk menerapkan hal-hal yang diajarkan selama mengikuti terapi. Beberapa contoh penerapannya adalah belajar menenangkan pikiran agar kecemasan dan pikiran negatif bisa berkurang.

Kemudian, mulailah mencintai diri sendiri dengan begitu Anda tidak akan terpuruk dengan perasaan bersalah. Pahami bahwa Anda bisa mempertanggung jawabkan apa yang telah Anda perbuat, meminta maaf dengan orang yang terlibat, dan kembali melanjutkan hidup.

Terakhir, Anda bisa menceritakan apa yang dirasakan kepada orang-orang yang tepercaya dengan tujuan agar perasaan jadi lebih baik karena Anda tidak harus menanggungnya sendiri.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Types of guilt. Good Therapy. Retrieved October 21, 2021, from https://www.goodtherapy.org/learn-about-therapy/issues/guilt

Tilghman-Osborne, C., Cole, D. A., & Felton, J. W. (2010). Definition and measurement of guilt: Implications for clinical research and practice. Clinical Psychology Review, 30(5), 536-546. doi:10.1016/j.cpr.2010.03.007

Miceli, M., & Castelfranchi, C. (n.d.). Reconsidering the differences between shame and guilt. Retrieved October 21, 2021, from https://doi.org/10.5964/ejop.v14i3.1564

Tripp, J. C., & McDevitt-Murphy, M. E. (2017). Trauma-Related Guilt Mediates the Relationship between Posttraumatic Stress Disorder and Suicidal Ideation in OEF/OIF/OND Veterans. Suicide & life-threatening behavior47(1), 78–85. https://doi.org/10.1111/sltb.12266.

Cryder, C. E., Springer, S., & Morewedge, C. K. (2012).Guilty feelings, targeted actions. Personality and Social Psychology Bulletin, 38(5), 607-618. doi:10.1177/0146167211435796

Psychiatry online. American Psychiatric Association. Retrieved October 21, 2021, from https://dsm.psychiatryonline.org/doi/book/10.1176/appi.books.9780890425596

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri