home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pentingnya Punya Self Esteem (Harga Diri) yang Baik dan Cara Meningkatkannya

Pentingnya Punya Self Esteem (Harga Diri) yang Baik dan Cara Meningkatkannya

Sayang sekali kekuasaan tak bisa merampas harga diri, kebanggaan diri, dan segala sesuatu yang hidup dalam batin siapa pun“, sepenggal kalimat ini adalah quotes dari pengarang ternama, Pramoedya Ananta Toer, mengenai harga diri (self esteem). Nah, meski istilah ‘harga diri’ tidak asing di telinga, kenyataannya masih banyak orang yang belum paham konsep dan pentingnya hal ini. Yuk, pelajari selengkapnya pada ulasan berikut.

Apakah itu self esteem atau harga diri?

Secara sederhana, Anda dapat mengartikan self esteem adalah harga diri. Dalam psikologi, istilah harga diri menggambarkan nilai seseorang terhadap dirinya sendiri secara menyeluruh. Dengan kata lain, ini bisa juga diartikan, betapa Anda mencintai diri sendiri, memahami emosi, perilaku, penampilan, dan keyakinan dalam diri.

Self esteem memainkan peran penting dalam memotivasi kesuksesan hidup seseorang. Jadi self esteem yang rendah ini bisa menghalangi seseorang untuk mencapai keberhasilan di sekolah atau tempat kerja, karena tidak percaya diri akan kemampuan diri untuk sukses

Sebaliknya, jika self esteem baik dan sehat akan membantu seseorang untuk mencapai tujuan. Ini karena orang tersebut dapat menjalani hidup dengan sikap positif dan asertif untuk mencapai tujuan.

Self esteem merupakan hal yang penting dalam kehidupan Anda karena memengaruhi berbagai aspek, di antaranya:

Tanda-tanda seseorang memiliki self esteem yang memadai

senyum bikin bahagia

Orang yang memiliki self esteem yang baik cenderung akan menunjukkan tanda-tanda di antaranya adala:

  • Tidak terpaku dengan kesalahan di masa lalu maupun pengalaman negatif yang pernah di alami.
  • Dapat mengekspresikan pikiran dan perasaan sesuai kebutuhan.
  • Berani untuk menolak sesuatu yang memang tidak diinginkan.
  • Percaya diri dan memiliki pandangan hidup yang positif.
  • Lebih tangguh dalam mengatasi stres.
  • Mampu menjalin hubungan yang sehat dan cenderung tidak bertahan dalam hubungan yang tidak sehat.
  • Realistis dalam berekspektasi.

Bagaimana tanda seseorang memiliki self esteem yang tidak cukup?

dampak gangguan pencernaan radang usus

Ada beberapa orang yang memiliki harga diri yang memadai, ada pula yang yang rendah atau tidak cukup. Berikut ini adalah tanda-tanda yang menunjukkan bahwa self esteem yang dimiliki itu rendah:

  • Sulit untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan serta sulit menolak sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya.
  • Fokus pada kelemahan dalam diri dan berpikir bahwa orang lain lebih baik daripada dirinya sendiri.
  • Takut akan kegagalan dan sering mengalami kecemasan.
  • Punya anggapan bahwa pendapat atau perasaan orang lain lebih penting ketimbang diri sendiri.

Orang dengan harga diri yang rendah cenderung menyembunyikan diri dari situasi sosial, berhenti mencoba hal-hal baru, dan menghindari hal-hal yang menurut Anda menantang. Dalam jangka pendek, menghindari situasi yang menantang dan sulit membuat Anda merasa tidak aman.

Dalam jangka panjang, harga diri yang rendah bisa menjadi bumerang karena memperkuat rasa takut dan keraguan dalam diri. Akibatnya, bisa memperburuk kondisi kesehatan mental. Depresi dan gangguan kecemasan adalah contoh penyakit mental yang umumnya menyerang orang dengan self esteem yang rendah.

Di samping itu, self esteem yang rendah juga bisa memicu seseorang melakukan tindakan impulsif, seperti kecanduan minum alkohol atau kecanduan merokok. Tindakan impulsif ini biasanya dijadikan cara untuk melampiaskan semua emosi negatif yang dirasakan.

Lantas, bagaimana meningkatkan self esteem?

fakta tentang tertawa

Agar Anda terhindar dari dampak buruk yang ditimbulkan akibat harga diri yang rendah, Anda mungkin bisa mengikuti beberapa langkah berikut ini untuk meningkatkan self esteem.

1. Cari tahu hal apa yang membuat self esteem menurun

Untuk mengatasi suatu masalah, Anda perlu mengetahui penyebabnya, bukan? Hal ini juga berlaku ketika Anda ingin meningkatkan harga diri. Ada banyak hal yang bisa memengaruhi self esteem seseorang. Dilansir dari laman Mind, berikut adalah berbagai pengalaman hidup yang sering kali menimbulkan stres dan menurunkan self esteem seseorang:

2. Ciptakan pikiran dan keyakinan yang positif

Setelah Anda tahu penyebabnya, cobalah untuk mengubah pikiran dan keyakinan jadi lebih positif. Anda bisa melakukan self-talk positif dan pahami arti sebenarnya dari kondisi yang Anda hadapi itu.

Sebagai contoh, jika di pikiran dan keyakinan Anda bahwa, “Jika saya tidak berhasil dalam tugas ini, saya gagal total”, maka ubahlah pemikiran tersebut.

Ya, beberapa hal yang Anda lakukan mungkin hasilnya tidak selalu memuaskan. Akan tetapi, bukan berarti Anda sepenuhnya gagal. Anda masih punya kesempatan di lain waktu untuk untuk kembali memperjuangkannya.

Kemudian, hindari membuat kesimpulan negatif atau membuat berbagai keluhan yang akhirnya bisa mengikis harga diri.

3. Ubah pikiran negatif menjadi lebih positif

Langkah selanjutnya untuk meningkatkan self esteem adalah mengubah pikiran negatif menjadi lebih positif. Beberapa tips yang bisa membantu di antaranya:

  • Daripada berpikir presentasi Anda tidak akan berjalan dengan baik, coba katakan pada diri Anda sendiri hal-hal seperti, “Walaupun itu sulit, saya bisa menangani situasi ini.”
  • Setiap orang pernah berbuat salah, termasuk Anda. Kesalahan yang ada Anda buat sebagai bahan refleksi diri, bukan sebagai bahan untuk menyesali diri tanpa ujung. Cobalah untuk memafkan dan berdamai dengan diri sendiri, katakan, “saya memang membuat kesalahan, tapi bukan berarti saya gagal.”
  • Hindari pernyataan, “seharusnya” atau “seandainya” pada peristiwa yang sudah berlalu karena ini bisa membuat Anda berekspekstasi pada hal yang kurang realistis.

4. Minta bantuan orang yang Anda percaya

Kemudian, pertimbangkan untuk menceritakan kegelisahan ini pada orang-orang yang tepercaya untuk meringankan beban yang Anda rasakan. Jika perlu, lakukan konseling pada psikolog untuk membantu Anda keluar dari permasalahan ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Does your self-esteem need a boost? (2020, July 14). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/self-esteem/art-20047976 [Accessed on February 2nd. 2021]

Raising low self-esteem. (2019, November 11). NHS.uk. https://www.nhs.uk/conditions/stress-anxiety-depression/raising-low-self-esteem/ [Accessed on February 2nd. 2021]

7 steps to boost your self-esteem. (2020, July 14). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/self-esteem/art-20045374 [Accessed on February 2nd. 2021]

About self-esteem. (n.d.). Mind | Mind, the mental health charity – help for mental health problems | Mind, the mental health charity – help for mental health problems. https://www.mind.org.uk/information-support/types-of-mental-health-problems/self-esteem/about-self-esteem/ [Accessed on February 2nd. 2021]

Kunc, N. (1992). The Need to Belong: Rediscovering Maslow’s Hierarchy of Needs. In R. A. Villa, J. S. Thousand, W. Stainback, & S. Stainback (Eds.), Restructuring for caring and effective education: An administrative guide to creating heterogeneous schools (pp. 25-39). Baltimore, MD, England: Paul H. Brookes Publishing. [Accessed on February 2nd. 2021]

Crocker J, Major B. Social stigma and self-esteem: The self-protective properties of stigmaPsychological Review. 1989;(4):608-630. doi:10.1037/0033-295X.96.4.608 [Accessed on February 2nd. 2021]

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 23/02/2021
x