4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Terlalu lama bermain smartphone tak hanya membuat kita lupa waktu, tapi juga dapat menyebabkan berbagai jenis gangguan kesehatan. Saat ini, hampir semua orang memiliki smartphone. Laporan SUPR yang dirilis melalui studi Nielsen Informate Mobile Insight oleh Vserv menemukan bahwa sekitar 61 persen pengguna smartphone di Indonesia berusia kurang dari 30 tahun.

Laporan tersebut menyatakan bahwa pengguna smartphone menghabiskan waktu rata-rata 129 menit per hari di depan layar. Bahkan, satu dari lima pengguna smartphone di Indonesia mengonsumsi data sekitar 249 MB/hari, sehingga masuk ke dalam kriteria pengguna penggila/rakus data.

Selain sebagai alat komunikasi, smartphone kini menjelma sebagai sumber informasi, penolong di saat salah tingkah, mengisi keheningan, bahkan untuk menghilangkan stres. Sehingga tidak jarang jika banyak orang lebih memilih untuk bermain smartphone disaat waktu senggang seperti istirahat atau sebelum tidur. Namun, apakah benar jika smartphone mampu menghilangkan stres atau malah sebaliknya?

Gangguan psikologis terkait penggunaan smartphone

Sebuah studi menyatakan bahwa ponsel pintar justru dapat meningkatkan stres karena sering membuat Anda merasa perlu untuk segera meninjau dan merespons setiap pesan atau pemberitahuan yang masuk.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda alami jika terlalu banyak menggunakan smartphone:

1. Low Battery Anxiety

Apa yang Anda lakukan saat baterai handphone Anda sudah mencapai 15 persen? Membiarkan saja atau panik lalu mencari charger ataupun powerbank? Jika jawaban Anda adalah panik, maka Anda bisa saja mengalami low battery anxiety alias kecemasan akibat low battery.

2. Phantom Vibration Syndrome

Pernahkah Anda merasa ponsel Anda bergetar atau mengira telepon berdering padahal sebenarnya tidak? Jika iya, Anda bisa saja mengalami phantom vibration syndrome. Sebuah studi menemukan bahwa semakin cemas Anda untuk tetap terhubung melalui handphone, maka semakin besar kemungkinan Anda akan salah menafsirkan rasa gatal sebagai pemberitahuan adanya pesan atau panggilan masuk.

3. Nomofobia

Apakah ketinggalan smartphone adalah hal yang paling Anda takuti? Jika iya, maka bisa saja Anda mengalami nomofobia. Nomofobia adalah suatu sindrom ketakutan jika tidak memegang handphone. Studi tahun 2015 menemukan bahwa seseorang yang sedang melakukan aktivitas di saat handphone-nya berdering menjadi lebih sulit konsentrasi bahkan bisa meningkatkan kecemasan.

4. Fear of Missing Out (FOMO)

Gangguan kesehatan lain adalah FOMO, rasa takut ketinggalan informasi terbaru dari internet atau media sosial. Studi dari University of Essex menemukan bahwa ciri-ciri orang yang sudah terjangkit FOMO adalah mereka yang selalu mengecek akun media sosial setiap saat untuk melihat apa saja aktivitas yang dilakukan orang lain, bahkan sampai mengabaikan aktivitasnya sendiri.

FOMO juga dapat diartikan sebagai munculnya rasa khawatir saat melihat orang lain lebih banyak melakukan aktivitas menyenangkan dan lebih bahagia. Akibatnya, mereka yang mengidap FOMO akan lebih sering membandingkan hidupnya dengan orang lain yang dapat membuat mereka merasa tidak bahagia, iri, bahkan depresi.

Menghindari gangguan kesehatan akibat penggunaan ponsel

Memang tidak ada yang salah dari menggunakan smartphone. Hanya saja, jika ponsel itu justru mengubah Anda menjadi acuh dengan lingkungan, malas beraktivitas, dan membuat Anda kecanduan, maka Anda perlu segera membatasi pemakaiannya. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menghindari pemakaian ponsel pintar berlebih:

  • Bangun dan bergeraklah. Terlalu banyak menggunakan smartphone tidak jarang akan membuat Anda malas beraktivitas. Oleh karena itu, Anda perlu sedikit memaksa diri Anda untuk bangun dan melakukan aktivitas fisik, meskipun hanya aktivitas ringan seperti jalan sore, yoga, atau naik sepeda.
  • Bersenang-senanglah. Meskipun bermain smartphone dapat memberikan kesenangan. Tapi ingat juga, melakukan aktivitas selain menatap layar smartphone seperti memasak, menggambar, dan bertemu teman, akan memberikan kesenangan lain yang dapat membuat hidup Anda lebih bahagia dan berwarna.
  • Matikan smartphone sebelum tidur. Jika Anda sulit tidur, cobalah untuk mengganti aktivitas bermain ponsel ini dengan membaca buku atau mendengarkan musik. Menggunakan smartphone sebelum tidur justru membuat otak Anda terus bekerja sehingga akan terus membuat Anda terjaga dan semakin sulit tidur.

Jangan sampai kemajuan teknologi justru membuat Anda lupa bahwa sebenarnya teknologi ada untuk memudahkan manusia berkomunikasi, bukannya untuk membuat Anda ketergantungan, menjadi tidak berdaya, atau bahkan mengalami gangguan kesehatan saat smartphone tidak menyala.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Alasan Psikologis Cinta Bisa Memudar

Putus cinta bukanlah kalimat yang mudah diterima begitu saja. Cari tahu kenapa cinta Anda atau pasangan bisa hilang dan memudar meski sudah berjalan lama.

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit