Cara Melepaskan Diri dari Ketergantungan Gadget

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Dari pagi sampai malam, di mana saja, kita selalu “dekat” dengan smartphone. Setiap saat, termasuk ketika sedang makan, kita sulit melepaskan ponsel dari genggaman. Sampai saat ini para ahli masih pro-kontra apakah kondisi tersebut bisa digolongkan ke dalam kategori kecanduan atau sekadar penggunaan yang berlebihan saja.

Dilansir WebMD, sebuah studi yang dilakukan sejumlah peneliti di Harvard Business School dan melibatkan 1.600 manajer dan profesional, menemukan bahwa:

  • 70% mengatakan setiap jam mereka mengecek smartphone
  • 56% mengecek smartphone satu jam sebelum tidur
  • 48% mengecek smartphone sepanjang weekend, termasuk hari Jumat dan Sabtu malam
  • 51% mengatakan saat berlibur selalu mengecek smartphone
  • 44% mengatakan bahwa mereka akan merasakan kecemasaan jika smartphone mereka hilang dan tidak bisa menemukannya

Sedikit berbeda dengan studi yang dilakukan sejumlah peneliti di Ofcoms, Inggris, kecanduan gadget sudah mencapai proporsi epidemik. Sebanyak 37% orang dewasa di Inggris mengaku mereka sangat kecanduan dengan smartphone. Selain itu, dikutip Life Hack, hampir setengah responden dalam penelitian tersebut mengatakan mereka menggunakan smartphone untuk bersosialiasi, seperempatnya menggunakan smartphone saat jam makan, dan seperlimanya menggunakan smartphone saat sedang di kamar mandi.

Langkah-langkah “rehibilitasi” pecandu smartphone

Studi lainnya yang dipublikasikan dalam Journal of Personal and Ubiquitous Computing, menyimpulkan bahwa smartphone mengambil alih kehidupan seseorang. Para peneliti mengidentifikasi bahwa yang membuat mereka kecanduan smartphone adalah karena “kebiasaan mengecek”.

Hanya karena ingin mengecek smartphone, lama kelamaan kita bisa ketergantungan. Berawal dari mengakses aplikasi tertentu, lama kelamaan kita terbiasa untuk terus mengeceknya. Ini tentunya tak mengganggu jika memang dilakukan seperlunya saja, namun jika kita terobsesi mengecek handphone bahkan saat sedang menghabiskan quality time bersama orang tercinta, ini artinya Anda sudah benar-benar ketergantungan.

Namun ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan agar terbebas dari kecanduan smartphone.

  • Beli smartphone yang sesuai kebutuhan. Anda tidak perlu membeli smartphone yang fiturnya banyak. Cukup pilih smartphone yang dapat memenuhi kebutuhan Anda.
  • Install sedikit aplikasi. Semakin banyak aplikasi, semakin lambat kinerja smartphone Anda, dan baterainya juga cepat habis. Umumnya kebanyakan orang hanya menggunakan 5-10 aplikasi secara teratur. Bunyi atau lampu notifikasi dari aplikasi juga dapat mengganggu fokus Anda.
  • Tinggalkan smartphone Anda di ruangan lain. Jika Anda sering mengecek smartphone Anda, sebaiknya tinggalkan smartphone Anda di ruangan yang lain, atau di dalam tas, jadi Anda akan terhindar dari keinginan untuk mengeceknya.
  • Jangan gunakan telepon saat sedang berbicara dengan orang lain. Jika bukan merupakan telepon yang benar-benar penting sampai Anda harus mengangkatnya, jangan diangkat. Saat sedang berbicara dengan orang lain dan ada pesan masuk, lalu Anda melihat smartphone Anda atau kemudian mengetik pesan meski hanya sebentar, kondisi tersebut dapat memberikan dampak negatif terhadap hubungan dengan lawan bicara Anda. Dampaknya juga dapat mempengaruhi produktivitas Anda.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Cacingan, toksoplasmosis, dan malaria adalah contoh penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ketika demam menyerang, Anda pasti tidak enak badan. Mau istirahat atau makan jadi susah. Tenang saja, ini enam solusi yang tepat supaya Anda lebih nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit kaki pada lansia

7 Masalah Pada Kaki yang Umum Terjadi Seiring Bertambahnya Usia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
berhenti makan junk food

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit