home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Merasa HP Bergetar Padahal Tidak? Mungkin Anda Mengidap Ini

Merasa HP Bergetar Padahal Tidak? Mungkin Anda Mengidap Ini

Sesering apa Anda menggunakan ponsel alias HP? Telepon genggam yang ada zaman sekarang memang luar biasa canggih. Segala sesuatu dapat dikerjakan hanya dengan satu gadget, atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama smartphone. Apalagi untuk kawula muda, tidak pegang HP sehari saja mungkin membuat serasa ada sesuatu yang kurang. Nah, bagi Anda yang terlalu sering memakai smartphone, hati-hati dengan phantom pocket vibration syndrome.

Apa itu phantom pocket vibration syndrome?

Pernahkah Anda sendang menyimpan HP Anda di saku atau tas, lalu Anda merasa bahwa HP Anda berbunyi atau bergetar tanda ada notifikasi yang masuk, namun ketika Anda cek nyatanya tidak ada telepon, pesan singkat, atmaupunau notifikasi sama sekali? Inilah yang dinamakan phantom pocket vibration syndrome.

Memang hal ini agak jarang terjadi, tetapi cukup umum bagi orang yang sedang mengalami saat-saat di mana ia sangat tidak nyaman dengan hubungan sosialnya. Orang-orang yang memiliki kekhawatiran tinggi atau ketakutan yang tinggi terhadap hubungan sosial inilah yang lebih mudah mengalami sindrom ini. Sebaliknya, orang-orang yang cenderung mengutamakan relasi sosial daripada menggunakan smartphone, lebih kecil kemungkinannya mengalami sindrom ini. Telepon genggam atau HP mempengaruhi bagaimana Anda berinteraksi dengan dunia luar, dan orang-orang yang terlalu banyak memakai HP melampiaskan keinginan mereka berinteraksi dengan dunia luar melalui telepon genggam.

Generasi yang lahir tahun 80-an dan 90-an gelisah jika tak bisa mengecek HP

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Larry Rosen, Ph.D, professor psikologi dari California State University dan koleganya, para peneliti mewawancarai peserta tentang seberapa sering mereka mengecek telepon genggam dan akun media sosial mereka dan apakah mereka merasa gelisah kalau mereka tidak bisa mengecek hal-hal tersebut sesering biasanya. Para peserta ini berasal dari 4 generasi yang berbeda, yang diberi nama sebagai berikut: generasi Baby Boomers (lahir pada tahun 1946-1964), generasi Generation X (lahir pada tahun 1965-1979), generasi Net Generation (lahir pada tahun 1980-an), dan generasi iGeneration (lahir pada tahun 1990-an).

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebanyak orang, khususnya 2 generasi yang paling muda, memang secara berkala selalu memeriksa telepon genggam mereka. Bahkan sepertiga dari peserta di 2 generasi terakhir ini mengecek media sosialnya sebanyak mereka mengecek panggilan masuk ke telepon mereka. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 2 generasi termuda ini memiliki kemungkinan lebih tinggi merasa khawatir bila tidak dapat mengecek HP mereka dibandingkan dengan 2 generasi di atas mereka.

Sebagai tambahan, beberapa penelitian mengatakan bahwa orang-orang yang merasa khawatir tidak bisa mengecek HP mereka bisa jadi mengalami beberapa tanda-tanda berikut, seperti depresi, dysthymia, mania, antisocial personality disorder, narsisisme, compulsive personality disorder, dan paranoid personality disorder.

Bagaimana lokasi HP mempengaruhi kita secara psikologis

Penelitian lain yang dilakukan melibatkan 163 mahasiswa yang di dalam sebuah ruangan yang sangat besar. Separuh dari mereka (Grup 1) dibimbing masuk ke dalam ruangan lain dan diminta untuk meletakkan semua, buku, HP, dan barang apapun yang mereka bawa, di laci meja di hadapan mereka. Sedangkan mahasiswa yang lainnya (Grup 2) menyimpan buku, handphone, dan barang-barang milik mereka di tempat lain yang tidak bersama-sama dengan mereka. Semua mahasiswa tersebut diminta untuk tidak melakukan apapun selain menunggu instruksi lebih lanjut. Setiap 20 menit dalam 1 jam, setiap peserta menyelesaikan tes yang diberi nama State-Trait Anxiety Scale.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa peserta grup 1 hanya merasa khawatir pada 20 menit pertama, selanjutnya tingkat kekhawatiran mereka menurun disebabkan mereka mengetahui HP mereka tetap ada di dekat-dekat mereka. Akan tetapi, hasil dari tes peserta di grup 2 menunjukkan bahwa tingkat kekhawatiran mereka terus meningkat selama satu jam tersebut.

Yang paling menecengangkan dari hasil penelitian yang terakhir adalah bagaimana cahaya HP saja bisa mempengaruhi Anda. Para peserta yang benar-benar penggila HP di penelitian ini menunjukkan tingkat kekhawatiran mereka meningkat pesat bahkan hanya karena mereka tidak bisa melihat cahaya HP mereka.

Kenapa kita merasa HP bergetar atau berbunyi meski sebenarnya tidak?

Terlalu sering menggunakan barang-barang elektronik, khususnya yang berhubungan dengan komunikasi, menyebabkan pengiriman sinyal yang salah kepada neuron yang berada di sekitar kantung baju, kantung celana, dan bagian tubuh lain yang biasa berdekatan dan menempel dengan HP. Ini membuat neuron tersebut bingung membedakan apakah itu benar getaran handphone atau sinyal lain. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa hal ini terjadi dimulai dari perasaan khawatir akibat tidak bisa mengecek barang-barang elektronik mereka.

Professor Rosen menyimpulkan bahwa perilaku Anda dapat mempengaruhi sinyal-sinyal neuron yang akan dikirimkan ke otak. Tubuh Anda selalu menunggu atau mengantisipasi berbagai jenis interaksi teknologi, yang biasanya memang datang dari smartphone. Dengan “antisipasi” kekhawatiran akan bunyi HP dari otak Anda ini, bila Anda mendapat atau melakukan apapun yang dapat “membangunkan” saraf Anda, misalnya kalau celana panjang Anda terlalu ketat hingga menggesek kaki Anda, neuron Anda bisa jadi selalu menerjemahkan reaksi neuron itu adalah akibat telepon Anda bergetar, padahal sebenarnya otak Anda salah mengartikan apa penyebabnya akibat kekhawatiran di otak Anda.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah phantom pocket vibration syndrome

Dengan penjelasan di atas tentang bagaimana buruknya pengaruh smartphone ke kesehatan psikologis Anda bila terlalu sering menggunakannya, mulailah ambil langkah untuk menahan diri tidak selalu menggunakan smartphone. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengistirahatkan otak Anda dari kekhawatiran akan HP ini:

  • Ambil waktu untuk berjalan-jalan di alam, atau seaedar keluar berjalan-jalan di luar
  • Olahraga
  • Mendegar musik
  • Bernyanyi
  • Mempelajari bahasa-bahasa asing
  • Membaca buku komedi
  • Berinteraksi dengan orang lain secara langsung, bukan melalui telepon

Lakukan hal-hal di atas selama 10 menit setiap 90 menit sampai 120 menit sekali. 10 menit jauh dari segala jenis barang-barang elektronik dapat menurunkan tingkat kekhawatiran Anda. Cara lain adalah menjadwalkan kapan Anda boleh memeriksa barang-barang elektronik Anda yang digunakan untuk berkomunikasi, misalnya setiap 15 menit sekali, lalu jangan sentuh-sentuh alat tersebut dalam jangka waktu 15 menit itu. Kecuali kalau memang Anda dalam keadaan yang sangat-sangat darurat dan memerlukan komunikasi dengan telepon, aktifkan saja notifikasi dengan orang-orang yang bersangkutan, dan selebihnya matikan notifikasi pada handphone Anda.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 04/08/2016
x