7 Tipe Orang yang Lebih Berisiko Mengalami Kecanduan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Jika seseorang mengalami ketagihan atau kecanduan, itu artinya mereka telah kehilangan kendali akan apa yang mereka lakukan, hingga ia melakukan hal tersebut secara berlebihan atau bahkan sampai taraf membahayakan.

Apa yang menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami ketagihan?

Munculnya rasa ketagihan dapat berasal dari berbagai hal, mulai dari zat yang menimbulkan efek ketergantungan seperti alkohol dan rokok, hingga kebiasaan seperti berjudi, penggunaan gadget, bermain video games, aktivitas seksual, hingga olahraga.

Proses munculnya kecanduan pada seseorang merupakan sesuatu yang rumit. Namun, terdapat karakteristik tertentu yang menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami ketagihan, di antaranya:

1. Faktor genetik dalam keluarga

Faktor genetik pada seseorang menuntukan bagaimana mereka berperilaku dan merespon suatu hal yang berpotensi menimbulkan efek ketagihan. Sehingga, jika seseorang dilahirkan dari orang tua yang memiliki riwayat seperti alkoholisme, risiko mereka untuk juga mengalami ketagihan alkohol akan meningkat.

Meskipun demikian, orang yang memiliki faktor genetik masih bisa menghindari ketagihan dengan cara meminimalisir paparan terhadap substansi atau perilaku yang dapat menimbulkan ketagihan.

2. Pernah mengalami ketagihan pada usia muda

Otak pada usia muda, seperti pada remaja dan anak-anak, masih dalam masa perkembangan. Namun, hal tersebut menyebabkan mereka untuk mencoba hal baru dan mengambil risiko, karena otak mereka belum memiliki bagian yang sempurna untuk berhenti sejenak dan mempertimbangkan risiko yang dilakukan.

Hal tersebut juga menyebabkan ketergantungan di usia muda, seperti ketagihan rokok atau alkohol, menyebabkan mereka lebih mungkin mengalami ketergantungan lagi pada usia dewasa. Hal ini diperkuat dengan data dari National Institute on Alcohol and Drug Abuse di Amerika yang menunjukan 40% individu yang sudah mencoba konsumsi alkohol saat di bawah usia 15 tahun akan menjadi seorang alkoholik pada usia dewasa.

Selain itu, memiliki salah satu jenis kecanduan juga dapat memicu ketagihan lainnya. Misalnya, orang yang kecanduan rokok akan lebih mudah mengalami ketagihan alkohol di kemudian hari.

3. Memiliki kebiasaan tidak menyelesaikan masalah

Melarikan diri dari masalah tanpa berusaha menyelesaikannya merupakan salah satu penyebab seseorang untuk melakukan perilaku berisiko, seperti merokok dan mengonsumsi alkohol, yang mereka anggap dapat menenangkan dan melupakan masalah mereka. Terlebih lagi, hal tersebut dapat menimbulkan depresi dan kecemasan yang dapat memperburuk suatu ketagihan atau memicu timbulnya ketagihan yang baru.

4. Tinggal di lingkungan keluarga yang bermasalah

Orang tua yang mengalami ketergantungan obat-obatan dan alkohol merupakan salah satu penyebab munculnya disfungsi dalam keluarga, karena akan memicu kekerasan dan suasan keluarga yang tidak kondusif. Lingkungan tersebut juga meningkatkan risiko untuk anak-anak mereka mengalami ketergantungan obat-obatan dan alkoho,l karena dampak psikologis yang dialami seperti kecemasan dan merasa rendah diri.

Selain itu, dampak trauma pada masa kecil juga dapat mempengaruhi susunan kimia otak yang berperan dalam pembentukan perilaku seseorang, sehingga menyebabkan mereka lebih mudah memiliki perilaku ketergantungan.

5. Memiliki riwayat gangguan mental

Individu dengan gangguan mental seperti trauma, gangguan kecemasan, depresi, dan gangguan bipolar cenderung memiliki kemampuan yang buruk untuk menangani stres. Akibatnya, mereka cenderung tidak dapat berpikir panjang dan malah dikendalikan oleh emosi, sehingga lebih berisiko untuk mencoba substansi dan aktivitas yang dapat menimbulkan ketergantungan.

6. Memiliki sifat impulsif

Adanya sifat impulsif menyebabkan seseorang cenderung tidak berpikir panjang akan apa yang dilakukan. Hal ini merupakan sifat yang meningkatkan risiko untuk seseorang mengalami ketagihan, karena saat merasakan suatu keinginan, mereka akan langsung melakukannya tanpa pikir-pikir dulu. Ini dapat berkembang menjadi kebiasaan dan perilaku ketergantungan.

7. Selalu menginginkan sensasi tertentu

Rasa senang yang muncul sebagai reaksi kimia otak akibat peningkatan hormon dopamine, merupakan suatu hal yang dicari seseorang yang mengalami ketagihan. Seseorang yang mudah mengalami ketagihan cenderung merasakan sensasi peningkatan dopamine yang paling kuat ketika mereka mencoba hal yang memicunya untuk pertama kalinya.

Perilaku ketagihan merupakan mekanisme yang mendorong seseorang merasakan sensasi tersebut kembali, namun di saat yang sama, hal tersebut memicu efek toleransi sehingga seseorang membutuhkan jumlah atau intensitas yang lebih untuk merasakan sensasi tersebut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Beberapa orang ada yang memiliki hidung kurang sensitif sehingga sulit mencium bau yang ada di sekitarnya. Kenapa bisa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Anda mungkin waspada ketika berjalan sendirian, takut dihipnotis oleh orang tak dikenal. Tahukah Anda tidak semua orang mudah dihipnotis?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Saraf Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Angiosarkoma, Kanker yang Sering Menyerang Kulit Kepala dan Leher

Anda mungkin sudah sering mendengar tentang kanker payudara, kanker serviks, dan jenis kanker lainnya. Bagaimana dengan angiosarkoma?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Kanker Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Tertarik ingin mata Anda berwarna tidak hanya warna putih saja? Tato mata bisa jadi jawabannya. Sebelum lakukan, cari tahu dulu bahayanya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengenal Misophonia

Misophonia, Alasan Mengapa Anda Benci Suara Tertentu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
sensory processing disorder

Mengenal Sensory Processing Disorder: Saat Otak Salah Menginterpretasikan Informasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
manfaat pisang

9 Manfaat Pisang yang Jadi Buah Favorit Banyak Orang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
berhenti minum pil kb

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit