Salah satu masalah kesehatan mental yang paling banyak terjadi ialah kecanduan. Masalah ini dapat menyerang segala kelompok usia, baik laki-laki maupun perempuan dengan status sosial apa pun.
Salah satu masalah kesehatan mental yang paling banyak terjadi ialah kecanduan. Masalah ini dapat menyerang segala kelompok usia, baik laki-laki maupun perempuan dengan status sosial apa pun.

Bentuk kecanduan pun begitu beragam, mulai dari ketagihan nikotin seperti yang dialami perokok hingga kecanduan bermain game pada anak-anak dan remaja. Simak informasi berikut untuk mengetahui lebih lanjut seputar masalah kesehatan yang satu ini.

Kecanduan adalah ketidakmampuan psikologis dan fisik untuk berhenti mengonsumsi atau melakukan sesuatu meskipun hal tersebut dapat merugikan.
Kondisi yang disebut juga sebagai adiksi ini menyebabkan gangguan kronis pada sistem otak orang-orang yang mengalaminya.
Mereka tidak dapat mengontrol bagaimana mereka menggunakan suatu zat atau melakukan suatu aktivitas. Lama-kelamaan, mereka menjadi bergantung padanya untuk menghadapi kehidupan sehari-hari.
Ada banyak jenis kecanduan yang bisa menyerang seseorang. Berikut beberapa contoh yang paling umum.
Kecanduan atau addiction adalah kondisi yang sangat umum. Tercatat kasus terbanyak adalah pengguna narkoba dan penyalahgunaan alkohol sehingga penderitanya perlu menjalani rehabilitasi.
Adiksi terjadi secara bertahap. Awalnya, seseorang akan mencoba-coba suatu zat atau aktivitas karena rasa ingin tahu.
Kemudian, penggunaan zat atau aktivitas yang dilakukan akan meningkat dengan alasan yang dibuat-buat.
Selanjutnya, mereka akan semakin sering menggunakan zat atau melakukan aktivitas tersebut dan mulai mengabaikan konsekuensinya.
Terakhir, sesuatu yang mereka inginkan ini akan digunakan atau dilakukan setiap hari meskipun terkadang mereka mengalami dampak negatifnya.
Sebagian besar tanda kecanduan berhubungan dengan gangguan kemampuan seseorang untuk mempertahankan kendali diri pada suatu hal.
Dalam beberapa kasus, mereka juga akan menunjukkan kurangnya kontrol, seperti menggunakan atau melakukan sesuatu lebih dari yang diinginkan.
Lebih jelasnya, berikut merupakan sejumlah tanda dan gejala yang ditunjukkan seseorang yang mengalami kacanduan.
Penyebab utama dari kecanduan adalah perubahan yang terjadi pada otak.
Ketika mencoba suatu zat atau aktivitas tertentu, sebut saja mengonsumsi minuman keras atau merokok, beberapa orang mungkin akan menghindarinya.
Akan tetapi, ada juga yang justru menjadi ketagihan. Hal ini dipengaruhi oleh bagian lobus frontal otak yang memungkinkan seseorang untuk mengalami perasaan puas pada suatu hal.
Pada orang yang mengalami addiction, terjadi kerusakan pada lobus frontal, tepatnya pada korteks cingulate anterior dan nucleus accumbens.
Kedua bagian tersebut berhubungan dengan sensasi yang menyenangkan. Mereka meningkatkan respons seseorang saat terpapar zat dan perilaku yang menyebabkan ketagihan.
Penyebab kecanduan lainnya yang dipengaruhi otak adalah ketidakseimbangan kimiawi pada otak dan adanya penyakit mental, seperti skizofrenia atau gangguan bipolar.

Meskipun penyebab kecanduan diketahui berasal dari perubahan pada otak, beberapa orang dengan faktor-faktor berikut lebih berisiko mengalami kondisi ini.
Adiksi sering terjadi dalam keluarga. Itulah sebabnya genetik bisa menjadi salah satu faktor risikonya.
Menurut University of Utah, bentuk A1 (alel) dari gen reseptor dopamin DRD2 lebih sering ditemukan pada orang yang ketagihan alkohol, kokain, dan opioid.
Orang-orang dengan gen Per1 dan Per2 juga cenderung minum lebih banyak alkohol. Sementara itu, orang-orang yang memiliki bentuk gen tertentu dari CHRNA5 dua kali lebih berisiko mengalami ketergantungan pada nikotin.
Kurangnya perhatian orangtua dan pergaulan yang kurang tepat bisa membuat remaja ingin memakai narkoba dan minum alkohol.
Ini juga bisa terjadi pada anak yang mengalami pelecehan seksual, yang menggunakan narkoba atau zat sejenisnya untuk mengalihkan emosi yang mereka rasakan.
Paparan alkohol serta aktivitas tertentu, seperti menonton video porno atau bermain games pada anak, bisa membuat mereka jadi ketagihan.
Di samping itu, keberadaan penyakit mental seperti depresi bisa mendorong seseorang untuk minum alkohol atau menggunakan obat-obatan terlarang.
Kecanduan yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi sebagai berikut.
Guna menegakkan diagnosis kecanduan, dokter akan mengevaluasi gejala yang dialami pasien. Kemudian, dokter juga akan mempelajari riwayat kesehatan pasien dan keluarga.
Di samping itu, dokter juga akan bekerja sama dengan psikiater, psikolog, ahli obat dan konselor alkohol untuk menilai kondisi pasien.
Beberapa tes kesehatan, seperti tes darah dan tes urine, juga akan dilakukan jika kecanduan terkait dengan penggunaan zat tertentu.

Semua jenis kecanduan bisa diobati. Perawatan akan difokuskan agar pasien berhenti mencari dan terlibat dalam hal yang membuat mereka ketagihan.
Biasanya, pengobatan yang diberikan merupakan kombinasi dari beberapa jenis terapi berikut ini.
Penderita adiksi akan kesulitan untuk mengendalikan diri terhadap sesuatu yang sangat mereka inginkan.
Oleh karena itu, pengobatan di rumah yang perlu ditekankan adalah peran keluarga serta pengasuh sebagai pendamping pasien selama pemulihan.
Jadi, selalu pastikan pengobatan pasien berjalan secara lancar dan rutin. Selain itu, awasi pasien agar menjauhi hal-hal yang membuat mereka ketagihan.
Cara mencegah kecanduan adalah dengan berhenti merokok atau membatasi aktivitas tertentu secara berlebihan dan berhati-hati dalam menggunakan obat-obatan.
Pastikan Anda menggunakan obat-obatan di bawah pengawasan dokter. Jangan menggunakan obat keras, apalagi mengubah dosisnya, tanpa petunjuk dokter.
Selalu pastikan lingkungan bermain anak-anak Anda. Bekali mereka dengan pengetahuan untuk tidak minum alkohol, merokok, atau menggunakan obat-obatan terlarang.
Untuk mencegah ketagihan main game pada anak-anak, batasi juga penggunaan gadget untuk mengakses media sosial atau beragam permainan.
Sebagai pelengkap, kuatkan hubungan dalam keluarga dan ciptakan keluarga yang hangat penuh kasih sayang.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Genes and Addiction. Learn.Genetics. (2023). Retrieved 21 July 2023, from https://learn.genetics.utah.edu/content/addiction/genes/
What Is a Substance Use Disorder?. American Psychiatric Association. (2020). Retrieved 21 July 2023, from https://www.psychiatry.org/patients-families/addiction/what-is-addiction
The Science of Addiction. Drugabuse.gov | National Institute on Drug Abuse (NIDA). Retrieved 21 July 2023, from https://www.drugabuse.gov/sites/default/files/soa_2014.pdf
Drug Overdose Death Rates. National Institute on Drug Abuse. (2023). Retrieved 21 July 2023, from https://nida.nih.gov/research-topics/trends-statistics/overdose-death-rates
Treatment. National Institute on Drug Abuse. (2023). Retrieved 21 July 2023, from https://nida.nih.gov/research-topics/treatment
Understanding Drug Use and Addiction DrugFacts. National Institute on Drug Abuse. (2018). Retrieved 21 July 2023, from https://nida.nih.gov/publications/drugfacts/understanding-drug-use-addiction
Addiction: what is it?. (2022). Retrieved 21 July 2023, from https://www.nhs.uk/Live-well/addiction-support/addiction-what-is-it/
What is the Definition of Addiction?. American Society of Addiction Medicine. (2019). Retrieved 21 July 2023, from https://www.asam.org/quality-care/definition-of-addiction
Versi Terbaru
24/07/2023
Ditulis oleh Aprinda Puji
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari