Bagaimana Seseorang Bisa Kecanduan Sesuatu? Apa Ciri-cirinya?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda memiliki kecanduan akan sesuatu? Sebenarnya, setiap orang bisa mempunyai kecanduannya masing-masing akan sesuatu hal. Entah itu kecanduan akan makanan, bekerja, bermain video games, alkohol, olahraga, belanja, hingga narkoba Sebenarnya apa sih yang menyebabkan kecanduan? Bagaimana mengetahui bahwa Anda mengalami kecanduan? Apakah kecanduan akan sesuatu hal itu normal? Ataukah termasuk gangguan psikologi?

Apa itu kecanduan?

Kecanduan adalah kondisi seseorang mengalami kehilangan kontrol terhadap apa yang dia lakukan – disebabkan karena keinginan kuat atau kegemaran terhadap suatu hal – dan terjadi pada waktu yang lama. Orang yang memiliki kecanduan tidak mempunyai kendali  atas apa yang mereka lakukan, gunakan atau konsumsi terhadap suatu hal yang mereka jadikan candu.

Kecanduan tidak hanya terjadi pada benda-benda fisik yang dapat Anda konsumsi saja, ternyata menurut para ahli banyak jenis kecanduan terhadap suatu perilaku yang mungkin Anda tidak sadari. Kondisi kecanduan yang terjadi pada seseorang dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatannya, terutama kesehatan psikologis. Bukan tidak mungkin kecanduan menyebabkan perilaku, kebiasaan, bahkan fungsi otak berubah.

Kecanduan berbeda dengan kebiasaan

Tentu saja kecanduan berbeda dengan kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang. Ketika Anda melakukan kebiasaan yang selalu Anda lakukan, Anda bisa menghentikannya kapan saja sesuai dengan kondisi yang terjadi. Tapi tidak dengan kecanduan, Anda benar-benar susah untuk menghentikan perilaku tersebut, entah apa yang terjadi untuk menghentikannya.

Intinya, Anda kehilangan kontrol dan kendali terhadap apa yang Anda lakukan sehingga tidak mampu untuk menghentikan kegiatan tersebut. Gangguan aspek psikologis seseorang juga bisa menjadi salah satu penyebab kecanduan.

Bagaimana mengetahui bahwa saya mengalami kecanduan?

Beberapa ciri yang menunjukkan seseorang mengalami kecanduan yaitu:

  • Tidak dapat berhenti dalam melakukan suatu kebiasaan
  • Perubahan emosi yang tidak stabil
  • Meningkatkan nafsu makan
  • Menimbulkan insomnia
  • Menarik diri dari lingkungan akibat mementingkan hal yang menjadi kegemarannya
  • Melakukan banyak penyangkalan dan selalu membenarkan diri terhadap apa yang dia lakukan
  • Mengalami masalah dalam hubungan asmara ataupun sosial.

Apa saja penyebab kecanduan?

Sebelum mengetahui penyebab kecanduan, pada dasarnya kondisi ini dalam tiga tahap yaitu:

  • Tahap awal di mana keinginan terhadap objek muncul
  • Tahap kedua, mulai menyukai objek tersebut kemudian kehilangan kendali atas diri sendiri dalam melakukan kegiatan yang berhubungan dengan objek.
  • Tahap terakhir yaitu terjadi ketika perilaku tersebut dilanjutkan menjadi sebuah kebiasaan yang susah untuk dihentikan.

Hal yang menjadi penyebab kecanduan sebenarnya adalah timbulnya rasa senang di otak. Apapun kegiatannya, entah itu hubungan seks, obat-obatan psikoaktif, harta yang berlimpah, ataupun makanan yang rasanya enak, akan diartikan dengan hal yang sama di dalam otak. Otak akan merespon semua kesenangan itu melalui respon yang serupa, yaitu dengan menghasilkan hormon dopamin atau hormon kesenangan. Hormon ini akan meningkat ketika Anda merasa puas, bahagia, dan senang terhadap suatu hal.

Dalam kondisi ini, ternyata dopamin tidak hanya sekadar merespon kesenangan yang baru saja Anda hadapi, tetapi hormon ini juga menyebabkan timbul rasa suka yang berlebihan yang dapat mengakibatkan Anda kecanduan. Apabila kadar dopamin yang dihasilkan oleh otak normal, maka hal tersebut tidak akan menyebabkan kecanduan. Tetapi saat Anda mengalami kecanduan, objek yang membuat Anda kecanduan tersebut merangsang otak menghasilkan dopamin yang berlebihan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Fungsi testis sangat penting sebagai salah satu bagian organ reproduksi pria. Kenali anatomi testis normal dan risiko penyakit yang menyertai berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Semua Hal yang Penting Diperhatikan Pasca Operasi Usus Buntu

Pasca operasi usus buntu Anda tidak dianjurkan kembali beraktivitas. Anda juga perlu menghindari beberapa pantangan setelah operasi usus buntu.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ternyata menonton film sedih bukan cuma membuat kita menangis, tapi ada juga manfaat lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara tahan lama

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
hidung meler

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit