home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bagaimana Seseorang Bisa Kecanduan Sesuatu? Apa Ciri-cirinya?

Bagaimana Seseorang Bisa Kecanduan Sesuatu? Apa Ciri-cirinya?

Apakah Anda memiliki kecanduan akan sesuatu? Sebenarnya, setiap orang bisa mempunyai kecanduannya masing-masing akan sesuatu hal. Entah itu kecanduan akan makanan, bekerja, bermain video games, alkohol, olahraga, belanja, hingga narkoba Sebenarnya apa sih yang menyebabkan kecanduan? Bagaimana mengetahui bahwa Anda mengalami kecanduan? Apakah kecanduan akan sesuatu hal itu normal? Ataukah termasuk gangguan psikologi?

Apa itu kecanduan?

Kecanduan adalah kondisi seseorang mengalami kehilangan kontrol terhadap apa yang dia lakukan – disebabkan karena keinginan kuat atau kegemaran terhadap suatu hal – dan terjadi pada waktu yang lama. Orang yang memiliki kecanduan tidak mempunyai kendali atas apa yang mereka lakukan, gunakan atau konsumsi terhadap suatu hal yang mereka jadikan candu.

Kecanduan tidak hanya terjadi pada benda-benda fisik yang dapat Anda konsumsi saja, ternyata menurut para ahli banyak jenis kecanduan terhadap suatu perilaku yang mungkin Anda tidak sadari. Kondisi kecanduan yang terjadi pada seseorang dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatannya, terutama kesehatan psikologis. Bukan tidak mungkin kecanduan menyebabkan perilaku, kebiasaan, bahkan fungsi otak berubah.

Kecanduan berbeda dengan kebiasaan

Tentu saja kecanduan berbeda dengan kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang. Ketika Anda melakukan kebiasaan yang selalu Anda lakukan, Anda bisa menghentikannya kapan saja sesuai dengan kondisi yang terjadi. Tapi tidak dengan kecanduan, Anda benar-benar susah untuk menghentikan perilaku tersebut, entah apa yang terjadi untuk menghentikannya.

Intinya, Anda kehilangan kontrol dan kendali terhadap apa yang Anda lakukan sehingga tidak mampu untuk menghentikan kegiatan tersebut. Gangguan aspek psikologis seseorang juga bisa menjadi salah satu penyebab kecanduan.

Bagaimana mengetahui bahwa saya mengalami kecanduan?

Beberapa ciri yang menunjukkan seseorang mengalami kecanduan yaitu:

  • Tidak dapat berhenti dalam melakukan suatu kebiasaan
  • Perubahan emosi yang tidak stabil
  • Meningkatkan nafsu makan
  • Menimbulkan insomnia
  • Menarik diri dari lingkungan akibat mementingkan hal yang menjadi kegemarannya
  • Melakukan banyak penyangkalan dan selalu membenarkan diri terhadap apa yang dia lakukan
  • Mengalami masalah dalam hubungan asmara ataupun sosial.

Apa saja penyebab kecanduan?

Sebelum mengetahui penyebab kecanduan, pada dasarnya kondisi ini dalam tiga tahap yaitu:

  • Tahap awal di mana keinginan terhadap objek muncul
  • Tahap kedua, mulai menyukai objek tersebut kemudian kehilangan kendali atas diri sendiri dalam melakukan kegiatan yang berhubungan dengan objek.
  • Tahap terakhir yaitu terjadi ketika perilaku tersebut dilanjutkan menjadi sebuah kebiasaan yang susah untuk dihentikan.

Hal yang menjadi penyebab kecanduan sebenarnya adalah timbulnya rasa senang di otak. Apapun kegiatannya, entah itu hubungan seks, obat-obatan psikoaktif, harta yang berlimpah, ataupun makanan yang rasanya enak, akan diartikan dengan hal yang sama di dalam otak. Otak akan merespon semua kesenangan itu melalui respon yang serupa, yaitu dengan menghasilkan hormon dopamin atau hormon kesenangan. Hormon ini akan meningkat ketika Anda merasa puas, bahagia, dan senang terhadap suatu hal.

Dalam kondisi ini, ternyata dopamin tidak hanya sekadar merespon kesenangan yang baru saja Anda hadapi, tetapi hormon ini juga menyebabkan timbul rasa suka yang berlebihan yang dapat mengakibatkan Anda kecanduan. Apabila kadar dopamin yang dihasilkan oleh otak normal, maka hal tersebut tidak akan menyebabkan kecanduan. Tetapi saat Anda mengalami kecanduan, objek yang membuat Anda kecanduan tersebut merangsang otak menghasilkan dopamin yang berlebihan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Harvard Health Publications. (2017). Overcoming Addiction: Paths toward recovery – Harvard Health. [online] Harvard Health. Available at: http://www.health.harvard.edu/special-health-reports/overcoming-addiction-paths-toward-recovery  [Accessed 23 Feb. 2017].

Medical News Today. (2017). Signs and Symptoms of Addiction. [online] Medicalnewstoday.com. Available at: http://www.medicalnewstoday.com/info/addiction/signs-of-addiction.php  [Accessed 23 Feb. 2017].

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 28/02/2017
x