Awas, Pria yang Kecanduan Pornografi Malah Berisiko Alami Impotensi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Berapa kali Anda mengonsumsi tontonan atau bacaan pornografi dalam seminggu? Masih wajar atau sudah berlebihan? Hati-hati kalau Anda sudah kecanduan pornografi. Masalahnya, para ahli mengingatkan bahwa Anda berisiko mengalami disfungsi ereksi atau impotensi kalau sudah kecanduan pornografi. Bagaimana bisa, ya? Seberapa besar risikonya? Simak jawaban lengkapnya di bawah ini!

Apakah kecanduan pornografi sebabkan disfungsi ereksi?

Disfungsi ereksi atau impotensi adalah gangguan seksual di mana penis tidak bisa mengeras atau menegang (mencapai ereksi). Untuk mencapai ereksi, penis membutuhkan aliran darah yang cukup deras dan banyak. Ada beberapa penyebab disfungsi ereksi. Di antaranya adalah masalah kesehatan seperti penyakit jantung, obesitas, dan diabetes.

Disfungsi ereksi juga bisa diakibatkan oleh rasa gugup, cemas, dan stres berlebih. Secara medis, memang kecanduan pornografi tak menyebabkan disfungsi ereksi secara langsung. Pasalnya, sering menonton pornografi dalam jangka panjang tidak akan menghambat aliran darah menuju penis.

Akan tetapi, para ahli menyatakan bahwa kecanduan film porno memang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami disfungsi ereksi. Ini karena ereksi tak cuma diatur oleh aliran darah menuju penis, melainkan juga diatur oleh otak. Kecanduan pornografi akan mengubah sistem otak Anda sehingga fungsi ereksi terganggu.

Hubungan antara pornografi dan disfungsi ereksi

Jika kecanduan pornografi tak menyebabkan disfungsi ereksi secara langsung, lantas apa kaitan pornografi dengan disfungsi ereksi? Berikut penjelasannya dari para ahli.

1. Pornografi menurunkan gairah seks

Seorang pakar psikologi klinis sekaligus terapis asal Amerika Serikat (AS), Nikki Martinez menjelaskan bagaimana menonton film porno justru memadamkan hasrat seseorang. Masturbasi karena pornografi mampu melepaskan dan memuaskan gairah Anda tanpa seks sesungguhnya dengan pasangan.

Jika Anda terlalu sering masturbasi sambil menikmati pornografi, tubuh Anda merasa sudah cukup meluapkan gairah seksual tersebut. Ketika tiba saatnya Anda berhubungan seks dengan pasangan, Anda sebenarnya sudah tidak memendam hasrat lagi. Akibatnya, Anda kehilangan gairah bercinta. Fakta ini juga berhasil dibuktikan dalam sebuah penelitian oleh Italian Society of Andrology and Sexual Medicine tahun 2011.

2. Pornografi bikin kebal terhadap rangsangan

Kecanduan menonton film porno juga bisa membuat Anda jadi tak peka lagi terhadap rangsangan seksual. Dijelaskan oleh seorang psikolog dari Morningside Recovery Center di AS, Elizabeth Waterman, tubuh akan memproduksi hormon dopamin yang berlimpah saat menonton pornografi. Dopamin akan dibaca oleh otak sebagai sinyal rangsangan seksual.

Namun karena tubuh Anda sudah keseringan mendapat pasokan dopamin, protein reseptor khusus dalam otak yang bertugas untuk menangkap sinyal dari hormon jadi kebal. Reseptor pun membutuhkan dopamin dalam jumlah yang lebih banyak lagi baru efeknya bisa terasa. Akibatnya saat Anda berhubungan seks atau masturbasi, Anda jadi sulit terangsang, apalagi sampai penis ereksi cukup keras. Padahal Anda sudah menerima rangsangan seksual yang cukup intens, misalnya ketika foreplay dengan pasangan.

3. Meningkatkan kecemasan dan rasa tidak percaya diri

Dr. David B. Samadi, seorang pakar urologi dari Lenox Hill Hospital di AS menjabarkan bahwa konsumsi pornografi berlebihan justru bikin seseorang jadi cemas. Pasalnya, pornografi jauh berbeda dari kenyataan. Harapan Anda terhadap seks jadi tidak realistis, sehingga Anda justru tak mendapatkan kepuasan dari seks sesungguhnya. Anda pun merasa cemas kalau Anda tak bisa memenuhi ekspektasi atau orgasme layaknya di film porno. Padahal, kecemasan adalah salah satu penyebab disfungsi ereksi.

Berapa Pengeluaran Rokok Anda Sehari?

Hitung dan coba alihkan uang itu untuk aktivitas lain yang membantu kesehatan Anda.

Cek Sekarang!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Pil KB berhubungan dengan hormon. Itu sebabnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti minum pil KB akan muncul berbagai efek samping. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Anda mungkin waspada ketika berjalan sendirian, takut dihipnotis oleh orang tak dikenal. Tahukah Anda tidak semua orang mudah dihipnotis?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Saraf Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Kandungan mangga yang manis dan asam menyegarkan menjadikan buah musiman ini bintangnya rujak. Apa saja manfaat mangga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab air mani berdarah

Apa yang Menyebabkan Air Mani Bercampur Darah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu lucid dream

Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit