home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Hati-hati, Penggunaan Smartphone Berlebihan Bisa Bikin Gangguan Mental

Hati-hati, Penggunaan Smartphone Berlebihan Bisa Bikin Gangguan Mental

Berbagai kemudahan bertukar informasi atau bersosialisasi menjadikan smartphone sebagai perangkat wajib dalam kehidupan generasi milenial. Namun, penggunaan smartphone yang berlebihan ternyata dapat membuat kita rentan mengalami gangguan mental. Tidak ingin bukan bahaya smartphone mengintai Anda dan keluarga?

Bahaya smartphone untuk kesehatan mental

Sudah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa menggunakan smartphone terlalu berlebihan bisa membahayakan kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Sebuah penelitian terbaru menambahkan satu lagi efek buruk dari bahaya smartphone karena penggunaannya yang berlebihan.

Menurut penelitian dari Duke University, North Carolina, Amerika Serika, para remaja yang menghabiskan waktu lebih banyak untuk bersentuhan dengan teknologi atau smartphone akan mengalami masalah perilaku dan gejala dari ADHD atau attention-deficit hyperactivity disorder.

Penelitian yang melibatkan 151 remaja ini meneliti kaitan antara kesehatan mental dengan berapa banyaknya waktu yang dihabiskan para remaja untuk bersosial media dan melakukan obrolan dalam sehari. Hasilnya, mereka yang menghabiskan banyak waktu dengan smartphone yang dimiliki cenderung mudah berbohong, berkelahi, dan perilaku buruk lainnya.

Lalu, apa yang membuat smartphone berdampak buruk pada gangguan mental? Tanpa disadari terlalu sering memegang smartphone akan membuat masing-masing individu kehilangan kontrol diri dengan baik. Mereka jadi kesulitan untuk mengendalikan perilaku dan emosi yang kemudian memberikan efek buruk pada kesehatan mental.

Gejala gangguan mental karena kecanduan smartphone akut

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Pew Research Center, 92 persen orang dewasa di Amerika Serikat memiliki ponsel dan 90 persen di antaranya tidak pernah berada jauh dari ponsel mereka, sementara sepertiga dari angka tersebut, tidak pernah mematikan ponselnya.

Semua ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi yang seolah tanpa henti, yang kemudian merubah bagaimana hidup ini kini berjalan. Alhasil, semua manusia di bumi, terlebih yang terkoneksi dengan internet, menjadi masyarakat yang sulit terlepas dari smartphone-nya masing-masing. Padahal, sudah banyak penelitian yang membahas mengenai bahaya smartphone tidak membuat seseorang yang kecanduan menjadi kapok.

Pada mereka yang sudah dalam tahap mengkhawatirkan, biasanya akan cenderung mengalami kegelisahan, kurang produktif dan sulit untuk fokus dengan hal penting karena teralihkan perhatiannya pada layar ponsel. Nah, ada tiga gejala gangguan mental pada mereka yang kecanduan smartphone akut, seperti apa? Ini penjelasannya.

1. Low bat anxiety atau gelisah ketika ponsel low bat

Menurut survei yang dilakukan perusahaan elektronik LG, 90 persen dari 2000 orang mengalami hal ini. Survei tersebut menemukan bahwa baterai low bat memberikan ancaman tersendiri bagi mereka yang kecanduan smartphone. Mereka yang menderita LBA sering kali mengalami serangan panik ketika baterai ponsel mereka menunjukan angka kritis.

2. Phantom vibration syndrome

Di saat tubuh Anda gatal dan butuh untuk digaruk, Anda justru mengira ponsel Anda tengah bergetar dan berusaha meraihnya. Waktu Anda sadari, apa yang Anda pikir adalah getaran notifikasi, namun ternyata itu semua adalah perasaan Anda. Gangguan ini juga disebut dengan nama ringxeity.

3. Nomophobia

Anda takut berada jauh dari ponsel Anda? Itu berarti Anda seorang nomophobia. Anda merasa terganggu atau gelisah ketika ponsel Anda tidak berada di dekat atau dalam genggaman dengan alasan tidak dapat berkomunikasi dengan para sahabat atau kerabat atau hanya sekadar mengecek ponsel.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How Are Smartphones Affecting Kids’ Mental Health?.

http://www.webmd.com/mental-health/news/20170503/are-smartphones-helping-or-harming-kids-mental-health#1. Accessed 07/07/2017.

‘Low Battery Anxiety’ Affects 9 Out Of 10 Of Us Says Survey.

http://www.huffingtonpost.co.uk/entry/low-battery-anxiety-affects-9-out-of-10-of-us-says-survey_uk_57430bdee4b0e71ef36d80af. Accessed 07/07/2017.

Nomophobia: A Rising Trend in Students. https://www.psychologytoday.com/blog/artificial-maturity/201409/nomophobia-rising-trend-in-students. Accessed 07/07/2017.

Do You Have ‘Phantom Vibration Syndrome’?. http://www.webmd.com/a-to-z-guides/news/20160111/phones-phantom-vibration. Accessed 07/07/2017.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari
Tanggal diperbarui 15/07/2017
x