Gejala Anoreksia Nervosa, Baik Secara Fisik dan Juga Perilaku

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20 September 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anoreksia nervosa adalah gangguan makan yang ditandai dengan ketakutan akan berat badan berlebih sehingga pengidapnya memiliki berat badan jauh di bawah normal. Berbagai gejala anoreksia akan tampak saat seseorang mengidap gangguan makan yang satu ini, meski kadang di awal tanda-tandanya tidak begitu kentara.

Biasanya untuk mencegah kenaikan berat badan dan berusaha terus menurunkannya, orang yang mengidap anoreksia nervosa akan membatasi apa yang dimakannya sehari-hari. Mereka juga mungkin menghalalkan segala cara, misalnya mengendalikan asupan kalori dengan berpuasa, menyalahgunakan obat pencahar, menggunakan alat bantu diet, dan juga berolahraga berlebihan. Tidak peduli seberapa banyak berat badan yang turun, orang dengan anoreksia tetap merasa khawatir akan berat badannya.

Apa saja gejala orang dengan anoreksia nervosa?

Gejala anoreksia nervosa terbagi menjadi dua, yaitu yang terlihat secara fisik dan yang terlihat dari perubahan perilakunya. Berikut ulasan lengkapnya.

Gejala anoreksia secara fisik

Orang dengan anoreksia biasanya mengalami berbagai tanda-tanda fisik seperti:

  • Penurunan berat badan yang sangat ekstrem.
  • Pusing, bahkan pingsan.
  • Warna jari berubah menjadi kebiruan.
  • Kelelahan parah dan tidak bertenaga.
  • Rambut yang terus rontok dan patah-patah.
  • Tidak menstruasi (atau menstruasinya tidak teratur).
  • Kulit kering atau berwarna kekuningan.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Tekanan darah rendah.
  • Gigi berlubang karena sering muntah.
  • Tulang menipis.
  • Tumbuhnya rambut-rambut halus yang menutupi kulit badan.
  • Selalu merasa kedinginan sepanjang waktu.

Gejala anoreksia secara mental dan perilaku

Selain gejala fisik, biasanya orang dengan anoreksia nervosa menunjukkan tanda-tanda khusus pada perilaku dan mentalnya. Di antaranya adalah:

  • Membatasi asupan makanan melalui diet ketat atau puasa.
  • Olahraga secara berlebihan.
  • Berusaha menyingkirkan makanan yang telah dikonsumsi dengan cara apa pun, termasuk menggunakan obat.
  • Mengabaikan rasa lapar dan menolak untuk makan.
  • Berbohong pada orang lain mengenai berapa banyak makanan yang telah dikonsumsi.
  • Merasa takut mengalami penambahan berat badan sehingga sangat sering menimbang berat badan.
  • Menarik diri dari lingkungan sekitar.
  • Cepat marah.
  • Menggunakan pakaian berlapis-lapis untuk menyembunyikan berat badannya yang terus menurun sekaligus berusaha agar tetap hangat.
  • Hanya mengonsumsi jenis makanan tertentu dan membatasi sebagiannya, misalnya tidak mengonsumsi karbohidrat.
  • Terus berpikiran bahwa dirinya gemuk padahal berat badannya terus menurun.

Jika Anda atau bahkan orang terdekat mengalami berbagai gejala ini, hati-hati. Segera konsultasikan ke dokter ahli gizi dan juga psikolog untuk mendapatkan pertolongan secepatnya.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Olahraga Berlebihan Bisa Membuat Anda Tidak Subur?

Olahraga memang bermanfaat bagi kesuburan. Namun, olahraga berlebihan justru dinilai bisa mengurangi kesuburan. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 27 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Ini 3 Tanda Anda Harus Berhenti Olahraga dan Melanjutkan di Sesi Lainnya

Kebugaran dan kesehatan tubuh tentu diperoleh berkat rajin berolahraga. Kunci yang terpenting, Anda tahu kapan olahraga sudah cukup. Apa saja tandanya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Olahraga Lainnya, Kebugaran 13 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

4 Tips Mengembalikan Berat Badan Setelah Pulih dari Anoreksia

Menambah berat badan hingga kembali ideal merupakan suatu tantangan bagi orang yang pernah mengalami anoreksia. Lalu, seperti apa cara yang tepat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Mental, Gangguan Makan 5 September 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gangguan atau penyimpangan makan pada remaja

Penyebab Gangguan Makan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19 September 2020 . Waktu baca 10 menit
ketagihan mie instan

Ketagihan Mie Instan? Ini 6 Trik Jitu Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
drunkorexia

Drunkorexia, Fenomena Rela Tak Makan Demi Minum Alkohol

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 4 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

Anak Penyandang Autisme Lebih Riskan Mengalami Gangguan Makan, Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 6 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit