Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Eco-Anxiety: Pengertian, Tanda dan Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Eco-Anxiety: Pengertian, Tanda dan Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Saat ini, dunia sedang mengalami krisis lingkungan (ekologi) yang sebagian besar disebabkan karena ulah manusia. Akibatnya, banyak lingkungan yang rusak dan tidak sedikit yang dapat mempengaruhi kondisi mental seseorang hingga menimbulkan gangguan kecemasan seperti eco-anxiety.

Untuk lebih jelasnya, berikut akan dibahas tuntas apa itu eco-anxiety hingga cara mengatasinya.

Apa itu eco-anxiety?

rasa cemas

Eco-anxiety adalah kondisi yang menggambarkan adanya peningkatan tekanan emosional dan mental pada diri seseorang sebagai respons terhadap perubahan lingkungan dan iklim.

Menurut American Psychiatric Association (APA), eco-anxiety digambarkan sebagai ketakutan kronis (jangka panjang) akan datangnya malapetaka lingkungan.

Gangguan kecemasan ini tidak tercantum dalam Diagnostic and Statistical Manual (DSM). Artinya, dokter tidak menganggapnya sebagai suatu kondisi medis yang dapat didiagnosis.

Adanya efek langsung dari perubahan iklim seperti kerusakan lingkungan setempat dan sulitnya mencari sumber makanan bisa menyebabkan gangguan mental akut.

Studi dan survei terbaru yang secara eksplisit meneliti tentang kecemasan lingkungan atau kecemasan iklim menjelaskan bahwa sejumlah besar orang mengalami kecemasan lingkungan atau eco-anxiety.

Pada sebuah survei nasional tentang kecemasan dan emosi iklim di Finlandia pada 2019, terungkap bahwa 25% populasi mengenali beberapa bentuk kecemasan iklim dalam diri mereka.

Sementara dalam sebuah survei di AS pada Desember 2019, sebanyak 68% responden mengatakan bahwa mereka merasakan setidaknya beberapa kecemasan lingkungan.

Kecemasan dalam survei tersebut didefinisikan sebagai kecemasan iklim dan sekitar 25% populasi merasakan sebagian besar kecemasan itu.

Kecemasan tersebut dapat berubah jadi kronis saat perubahan iklim mengakibatkan peningkatan permukaan air laut dan terjadinya perubahan pola cuaca yang drastis.

Meskipun demikian, sebenarnya merasa cemas dan khawatir akan krisis lingkungan merupakan responss normal dari seseorang karena kepeduliannya terhadap lingkungan.

Akan tetapi, lain halnya saat kondisi tersebut mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari Anda. Hal semacam ini harus segera ditangani.

Tanda dan gejala eco-anxiety

mengalami gangguan kecemasan

Menurut American Psychiatric Association (APA), perubahan iklim bisa memengaruhi kesehatan mental seseorang yang dapat dilihat dari tanda dan gejala berupa:

  • rasa cemas,
  • trauma dan syok,
  • depresi,
  • gangguan stres pascatrauma (PTSD),
  • penyalahgunaan obat-obatan,
  • berkurangnya kontrol terhadap diri sendiri,
  • kesulitan tidur,
  • mudah marah,
  • rasa takut, dan
  • tidak berdaya.

Apabila tanda dan gejala di atas tidak dideteksi segera, hal ini bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang serius, seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Penyebab eco-anxiety

penyebab eco-anxiety

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menimbulkan eco-anxiety pada diri seseorang.

1. Trauma akibat bencana alam

Trauma akibat bencana alam bisa mengubah pandangan seseorang tentang cara menyelamatkan dirinya sendiri.

Kurang lebih mirip dengan gangguan stres pascatrauma, mereka menganggap bahwa dunia bukanlah tempat yang aman usai mengalami trauma dan syok.

2. Tinggal atau bekerja di daerah terdampak perubahan lingkungan

Mungkin ada beberapa daerah yang belum pernah mengalami bencana lingkungan besar, tetapi bukan berarti daerah tersebut tidak akan terkena dampak perubahan lingkungan.

Contohnya saat mengalami kekeringan, tentu saja sumber air bersih akan sulit didapatkan. Hal ini pun mempengaruhi masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.

Tidak terkecuali orang-orang yang bekerja di wilayah tersebut. Perubahan lingkungan justru memberikan dampak buruk yang cukup besar, terutama untuk orang-orang dengan gangguan kecemasan yang lebih parah.

3. Menonton informasi tentang bencana lingkungan

Saat suatu peristiwa buruk disiarkan di media, sebagian besar orang akan terpengaruh atau bahkan kehilangan kendali atas emosinya.

Seseorang dengan eco-anxiety juga ada hubungannya dengan doom scrolling. Artinya, mereka terus-menerus mencari suatu informasi di media sosial tanpa tahu kebenarannya.

Beberapa penelitian melaporkan bahwa kondisi yang demikian dapat mengarah pada depresi dan gangguan kecemasan yang lebih parah.

Cara mengatasi eco-anxiety

Solusi masalah lingkungan memang sangat bergantung pada perubahan yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah. Meski begitu, Anda tetap bisa menangani eco-anxiety lewat cara-cara berikut ini.

1. Melakukan tindakan positif

Tindakan positif dapat membantu mengurangi rasa cemas akibat perubahan lingkungan. Berikut ini tindakan positif yang bisa Anda lakukan.

  • Berdiskusi dengan orang lain tentang cara merawat lingkungan yang baik.
  • Menjadi sukarelawan di kelompok lingkungan.
  • Melakukan daur ulang.
  • Mengurangi penggunaan produk kemasan.

2. Mencari informasi yang akurat

ayah milenial sosmed

Mendapatkan informasi yang akurat tentang lingkungan dapat memberdayakan masyarakat sekaligus membantu mereka agar lebih kritis dalam menghadapi masalah lingkungan.

Apabila Anda kekurangan informasi, apalagi mengandalkan informasi yang tidak akurat, tentu akan lebih sulit bagi Anda untuk memahami masalah perubahan iklim dan lingkungan.

Oleh sebab itu, Anda bisa mencari tahu informasinya terlebih dahulu lewat sumber yang tepercaya. Hal ini sekaligus mendidik diri Anda sendiri mengenai isu-isu lingkungan.

3. Mencoba tetap optimistis

Berpikir positif dan optimistis bisa membantu Anda menyesuaikan diri dengan masalah lingkungan yang sedang terjadi.

Orang-orang yang mampu membingkai ulang masalah tersebut dengan respons positif akan dapat menangani eco-anxiety yang dialaminya.

Selain itu, berpikir positif juga membantu memutus pikiran negatif yang merupakan penyebab kecemasan kronis.

4. Jika semakin parah, segera hubungi dokter

Saat ini, telah banyak psikolog yang menerima pelatihan mengenai cara mengelola hubungan pasiennya dengan lingkungan serta mengatasi masalah lingkungan itu sendiri.

Seseorang dengan eco-anxiety yang lebih parah mungkin tidak mampu melakukan cara-cara di atas seorang diri. Oleh sebab itu, diperlukan psikolog untuk menangani kecemasannya.

Kemungkinan psikolog akan melakukan berbagai terapi dan konseling terkait hal ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

ECO-ANXIETY. (2022). Retrieved 8 April 2022, from https://www.climatepsychologyalliance.org/handbook/451-eco-anxiety

Eco-anxiety: What it is and how to manage it. (2022). Retrieved 8 April 2022, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/327354#how-to-manage

Eco Anxiety: What It Is & How to Deal With It. (2022). Retrieved 8 April 2022, from https://www.choosingtherapy.com/eco-anxiety/

What is eco-anxiety?. (2021). Retrieved 8 April 2022, from https://www.anxiety.org.nz/post/what-is-eco-anxiety

Pihkala, P. (2020). Eco-Anxiety and Environmental Education. Sustainability12(23), 10149. https://doi.org/10.3390/su122310149

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ocha Tri Rosanti Diperbarui 4 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa