Operasi Transplantasi Kornea

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu transplantasi kornea?

Transplantasi kornea adalah operasi yang digunakan untuk menghilangkan semua bagian kornea mata yang rusak dan menggantinya dengan jaringan kornea yang sehat dari mata pendonor yang sesuai. Dikutip dari Mayo Clinic, prosedur ini dapat memulihkan penglihatan, mengurangi rasa sakit, dan memperbaiki penampilan kornea yang rusak atau sakit.

Siapa saja yang harus menjalani transplantasi kornea?

Transplantasi kornea bertujuan untuk memperbaiki penglihatan orang dengan kondisi:

  • Kornea yang menonjol keluar (keratoconus)
  • Fuchs’ dystrophy
  • Penipisan kornea
  • Kornea tergores, disebabkan infeksi atau cedera (keratitis)
  • Kornea buram
  • Kornea bengkak
  • Kornea borok, termasuk disebabkan infeksi
  • Komplikasi disebabkan operasi mata sebelumnya

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani operasi transplantasi kornea?

Sebagian besar orang yang menerima transplantasi kornea akan memiliki penglihatan yang pulih, setidaknya separuhnya. Hasil transplantasi kornea tergantung pada alasan operasi dan kondisi kesehatan Anda.

Risiko komplikasi dan penolakan kornea (tidak cocok) dapat terjadi beberapa tahun setelah transplantasi kornea dilakukan. Oleh karena itu, pastikan check up ke dokter mata setiap tahun. Penolakan kornea biasanya bisa diatasi dengan pengobatan.

Mencari donor kornea

Kebanyakan kornea yang digunakan dalam prosedur ini didapatkan dari pendonor yang sudah meninggal. Tidak seperti organ lain, seperti hati atau ginjal, orang yang memerlukan transplantasi kornea umumnya tidak perlu menunggu terlalu lama.

Ini karena banyak orang secara spesifik mengizinkan  kornea mereka untuk didonorkan setelah mereka meninggal, kecuali mereka memiliki kondisi tertentu. Jadi, ada cukup banyak kornea tersedia untuk transplantasi dibandingkan organ lain.

Beberapa kondisi yang membuat seseorang tidak bisa mendonorkan korneanya, antara lain memiliki masalah sisterm saraf pusat tertentu, infeksi, atau pernah operasi mata. Anda juga tidak bisa mendapatkan donor kornea dari orang-orang yang tidak diketahui penyebab meninggalnya.

Apakah ada alternatif selain prosedur ini?

Berbagai jenis kacamata dan lensa kontak mungkin bisa membantu. Beberapa jenis keratoconus bisa diatasi dengan operasi di mana cincin plastik kecil ditempatkan di dalam kornea. Jika Anda memiliki dekompensasi endothelial, tetes mata bisa membantu. Semua metode ini akan menjadi kurang efektif jika penyakit memburuk.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum melakukan operasi ini?

Sebelum operasi transplantasi kornea, Anda akan menjalani:

  • Pemeriksaan mata menyeluruh. Dokter akan mengecek apakah ada kondisi yang mungkin menyebabkan komplikasi setelah operasi
  • Pengukuran mata. Dokter akan memeriksa berapa ukuran donor kornea yang Anda perlukan
  • Informasikan seluruh obat yang Anda gunakan. Anda mungkin perlu berhenti menggunakan obat atau suplemen tertentu sebelum atau sesudah prosedur ini
  • Pengobatan untuk masalah mata lainnya. Sebelum menjalani operasi, Anda mungkin saja memerlukan pengobatan untuk masalah mata lain yang tidak berhubungan, seperti infeksi atau peradangan, dapat mengurangi kesuksesan prosedur ini. Dokter mata Anda akan berusaha mengatasi masalah ini sebelum operasi

Bagaimana proses operasi transplantasi kornea?

Operasi biasanya memakan waktu 1-2 jam. Dokter bedah Anda akan melepas bagian tengah kornea yang sakit, dan menggantinya dengan bagian kornea dari pendonor.

Anda juga akan dibius terlebih dulu sebelum menjalani operasi. Obat bius yang diberikan akan bergantung kebutuhan sesuai dengan yang ditentukan dokter Anda.

Dokter dapat mengganti semua kornea Anda, lapisan luarnya saja, atau hanya lapisan dalamnya. Dokter akan menggunakan jahitan kecil untuk menahan kornea atau bagian kornea yang baru pada tempatnya.

Apa yang harus saya lakukan setelah operasi?

Banyak orang harus bermalam di rumah sakit, tapi Anda juga mungkin bisa pulang ke rumah di hari yang sama. Dokter akan memberikan Anda tetes mata dan kadang obat untuk dibawa pulang.

Anda sebaiknya tidak berenang atau mengangkat barang berat sampai Anda diperiksa kembali oleh dokter bedah Anda. Sebelum berolahraga, mintalah nasihat dari dokter Anda untuk memastikan olahraga ini aman untuk kondisi Anda.

Banyak orang pulih dengan baik. Namun, mungkin membutuhkan waktu satu tahun untuk mata Anda sampai benar-benar membaik.

Anda mungkin membutuhkan operasi lain untuk mengganti bentuk kornea. Dokter Anda akan meminta Anda untuk kembali ke klinik secara rutin jadi mereka bisa memeriksa apakah transplantasi pulih dengan baik dan mengecek tanda-tanda penolakan.

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

Transplantasi kornea secara keseluruhan adalah prosedur yang aman. Namun, transplantasi kornea juga memiliki risiko kecil terjadinya komplikasi serius, seperti:

  • Infeksi mata
  • Meningkatnya risiko kabut dalam lensa mata (katarak)
  • Tekanan meningkat di dalam bola mata (glaukoma)
  • Masalah dengan jahitan yang digunakan untuk menempelkan kornea pendonor
  • Penolakan terhadap kornea pendonor
  • Bengkak pada kornea

Dalam beberapa kasus, sistem kekebalan tubuh Anda bisa salah menyerang kornea yang didonorkan. Ini disebut penolakan, dan ini dapat memerlukan pengobatan medis atau transplantasi kornea lainnya. Penolakan terjadi sekitar 20% dari prosedur ini.

Buat janji dengan dokter mata Anda jika Anda menyadari tanda-tanda atau gejala apapun dari penolakan kornea, seperti:

  • Kehilangan penglihatan
  • Rasa sakit
  • Kemerahan
  • Sensitif terhadap cahaya

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Gejala Umum Gangguan Pencernaan dan Kemungkinan Penyebabnya

Anda mungkin merasa tak nyaman dan kerepotan saat mengalami masalah pencernaan. Apa saja gejala gangguan pencernaan yang perlu diperhatikan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan 25 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Meski Tampak Sama, Ini Beda Oral Trush, Lidah Peta, dan Oral Hairy Leukoplakia (OHL)

Sekilas ketiganya tampak sama dan sulit dibedakan. Agar tak keliru, berikut beda oral thrush, lidah peta, dan OHL yang penting diketahui. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Berbagai Posisi Tidur yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan

Posisi tidur yang buruk akan menyebabkan pada kelelahan, gangguan tidur, hingga nyeri punggung. Lalu, bagaimana posisi tidur yang baik?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Pola Tidur Sehat 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cari perhatian

Suka Cari Perhatian? Mungkin Ciri Kelainan Perilaku Histrionik

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Tes Medis yang Digunakan Dalam Evaluasi Stroke

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
posisi bab yang baik

Jongkok atau Duduk: Mana Posisi BAB yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit