6 Tes Kesehatan yang Mesti Dijalani Sebelum Operasi Katarak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Operasi adalah salah satu cara untuk mengobati mata katarak. Meski memang operasi katarak termasuk tindakan medis yang ringan, tetap saja ada beberapa pemeriksaan medis yang harus dilakukan sebelum operasi. Hal ini untuk memudahkan tenaga medis untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda secara umum sebelum operasi dilakukan. Apa saja jenis tes kesehatan yang wajib dijalani?

Tes yang harus dilakukan sebelum operasi katarak

1. Pemeriksaan kesehatan umum

Sebelum melakukan tindakan operasi, dokter spesialis mata akan bekerja sama dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk memastikan kondisi tubuh Anda optimal saat menjalani tindakan operasi.

Untuk memastikan tubuh dalam keadaan yang baik, maka dokter akan meminta Anda melakukan beberapa tes berikut:

  • tes kesehatan jantung melalui elektrokardiogram (EKG)
  • tes kesehatan paru-paru dengan rontgen dada
  • kadar gula darah
  • gangguan perdarahan yang dapat dilihat dari tes darah

Jangan lupa untuk memberitahukan dokter spesialis mata Anda apabila Anda mengkonsumsi obat pengencer darah, obat prostat (tamsulosin), atau Anda memiliki alergi pada jenis obat tertentu.

2. Pemeriksaan fungsi penglihatan

Terdapat beberapa jenis pemeriksaan yang akan dilakukan untuk menentukan tajam penglihatan Anda sebelum dilakukannya tindakan operasi. Pemeriksaan biasanya akan dilakukan oleh optometrist (tenaga kesehatan terlatih).

  • Pemeriksaan tajam penglihatan menggunakan snellen chart (kertas bertuliskan huruf yang harus anda sebutkan).
  • Pemeriksaan refraksi (koreksi minus, plus, atau silindris) untuk membantu menentukan kekuatan lensa tanam yang akan digunakan pada operasi katarak sekaligus menentukan kelainan refraksi pada mata yang tidak di operasi.

3. Pemeriksaan mata luar

Pemeriksaan ini akan dilakukan oleh dokter spesialis mata. Pemeriksaan meliputi :

  • Pemeriksaan pergerakan bola mata untuk mengetahui apakah kedua bola mata Anda dapat bergerak ke segala sisi dengan baik.
  • Pemeriksaan pupil (bagian hitam mata) dapat dilakukan dalam berbagai tingkat keterangan cahaya untuk mengetahui lebar pupil. Hal ini perlu dilakukan selain untuk mendeteksi masalah yang ada pada mata, salah satunya juga untuk menyesuaikan jenis lensa tanam yang akan digunakan.

4. Pemeriksaan slit-lamp

Pemeriksaan ini juga akan dilakukan oleh dokter spesialis mata dengan menggunakan alat bantu tambahan. Anda akan diminta untuk duduk menghadap ke sebuah alat (slit-lamp) dan selanjutnya dokter akan memeriksa :

  • Bagian bening mata (konjungtiva) dan kornea untuk mencari adanya tanda-tanda infeksi dan tanda operasi sebelumnya (bila ada).
  • Bilik mata depan dan iris (bagian coklat mata) untuk menyingkirkan kemungkinan glaukoma.
  • Lensa mata untuk mengetahui ketebalan dari katarak dan posisi dari lensa.

5. Pemeriksaan bagian dalam mata

Sebelum pemeriksaan dapat dilakukan, terlebih dahulu akan diberikan obat tetes mata agar pupil dapat melebar. Pemberian obat tetes ini akan menyebabkan mata Anda menjadi lebih buram selama beberapa waktu.

Setelah pupil Anda mencapai lebar tertentu, dokter akan menggunakan alat bernama oftalmoskop untuk melihat ke bagian dalam mata Anda dan mengevaluasi kelayakan operasi.

6. Pengukuran biometri dan topografi kornea

Pemeriksaan biometri dilakukan dengan menempatkan alat kecil serupa pena pada bagian hitam mata Anda, tentunya setelah mata Anda diberikan obat bius lokal, Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan ukuran lensa tanam terbaik bagi mata Anda.

Sedangkan pemeriksaan topografi kornea dilakukan terutama pada Anda yang memiliki silindris untuk menentukan lensa tanam torik yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Begini Cara Membaca Resep Kacamata dari Dokter dan Optik Anda

Sebelum beli kacamata, Anda perlu memeriksa mata untuk mendapatkan resep agar kacamata yang dibeli sesuai. Tapi, tahukah Anda cara membaca resep kacamata?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Mata, Perawatan Mata 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Radiasi dari TV cembung zaman dulu memang mungkin merusak mata. Namun apakah efek yang sama dihasilkan dari perangkat televisi modern?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Bisa Dilakukan di Rumah

Hobi menatap layar gadget dan membaca di kegelapan dapat membuat mata cepat lelah. Simak cara terbaik untuk menjaga kesehatan mata ini, yuk!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mata, Perawatan Mata 23 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

Mata Kering

Pemakai lensa kontak sudah biasa mengalami mata kering. Tapi tahukah bahwa penyebab mata kering Anda mungkin adalah pil KB yang Anda gunakan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mata 22 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat tomat

7 Manfaat Ini Akan Bikin Anda Ingin Lebih Sering Makan Tomat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
mata belekan

Berbagai Penyebab Mata Belekan yang Harus Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
beda soft lens dan hard lens

Apa Bedanya Soft Lens dan Hard Lens? Mana yang Lebih Baik untuk Mata Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit mata pada psoriasis

Stroke Mata, Ketahui Mulai dari Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit