home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Menghitung Masa Kedaluwarsa Makeup Berdasarkan Jenisnya

Menghitung Masa Kedaluwarsa Makeup Berdasarkan Jenisnya

Sama halnya dengan makanan, produk kecantikan pun memiliki masa habis pakai. Sayangnya, perusahaan kosmetik tak diharuskan mencatumkan masa kedaluwarsa pada setiap produknya. Untuk itu, kenali bagaimana pentingnya mengetahui tanggal kedaluwrsa kosmetik dan panduannya.

Pentingnya mengetahui masa kedaluwarsa kosmetik

Berkat peraturan saat ini, hampir setiap perusahaan besar kini mencantumkan beragam informasi seputar tanggal produksi hingga kedaluwarsa setiap kemasan produk.

Bila diperhatikan, ada banyak simbol yang tertera pada produk dengan masa simpan dan huruf-huruf seperti:

  • “M” (month/bulan) dan
  • “Y” (year/tahun).

Sebagai contoh, kode “12 M” memiliki arti bahwa produk ini akan bertahan selaam 12 bulan sejak kemasan dibuka pertama kali.

Lain lagi dengan simbol dengan wadah tertutup. Tutup yang terbuka melambangkan masa kedaluwarsa kosmetik efektif berjalan setelah segel dibuka.

Sebagai pecinta kosmetik, Anda perlu megetahui dan memahami seberapa lama produk kesayangan dapat digunakan. Terlebih ketika produk tidak memiliki informasi apa pun.

Hal ini bertujuan mengurangi risiko terjadinya iritasi dan masalah kulit lainnya yang dapat terjadi ketika Anda menggunakan kosmetik kedaluwarsa.

Panduan masa kedaluwarsa kosmetik

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tanggal kedaluwarsa make-up mengacu pada produk yang belum dibuka.

Setelah Anda membukanya, hitungan masa habis pakai akan dimulai. Pasalnya, kosmetik mengandung pengawet. Namun, tidak semuanya dapat melawan bakteri begitu Anda mulai menggunakannya.

Berikut ini panduan masa kedaluwarsa kosmetik berdasarkan jenisnya yang perlu Anda ketahui.

1. Maskara

maskara
Sumber: Kikay Department

Maskara merupakan produk kosmetik mata yang rentan terhadap bakteri dan jamur. Hal ini dikarenakan bagian dalam tabung kosmetik ini cenderung gelap dan lembap.

Umumnya, maskara bisa disimpan dan memiliki masa kedaluwarsa 3 sampai 6 bulan setelah dibuka.

Namun, segera buang maskara bila menunjukkan tanda-tanda seperti tekstur dan bau berubah, serta menyebabkan infeksi mata, atau mata merah.

Usahakan pula untuk tidak berbagi maskara guna mencegah penyebaran bakteri yang mungkin terjadi.

2. Eyeliner

Dibandingkan maskara, pensil eyeliner tidak begitu berisiko terhadap bakter dan kuman. Namun, mengingat kosmetik ini menyentuh area mata, Anda perlu berhati-hati.

Masa pemakaian eyeliner biasanya hingga enam bulan. Meski begitu, Anda bisa memakai pensil eyeliner sampai habis bila melakukan hal seperti:

  • mempertajam eyeliner secara teratur dan
  • membersihkan pensil dengan tisu alkohol bila berisiko terhadap infeksi mata.

3. Foundation cair

Kosmetik yang disimpan dalam tabung dengan pump (pompa), seperti foundation cair, biasanya bertahan lebih lama dibandingkan tutup botol biasa.

Begini, pompa pada tabung menjaga isi agar tidak menyentuh apa pun. Bila Anda menggunakan foundation cair dalam botol biasa, hindari meletakkan spons atau jari tepat di lubangnya.

Bila foundation cair sudah melebihi masa kedaluwarsanya, yaitu 12 hingga 18 bulan, segera buang. Hal ini juga berlaku ketika tekstur cairan terpisah, atau warnanya memudar.

Jika memungkinkan, simpan foundation cair dalam suhu ruangan, di tempat kering, dan jauhkan dari panas langsung, serta tempat yang lembap.

Makeup Mengandung SPF Cukup Untuk Melindungi Kulit dari Sinar UV ?

4. Kosmetik berbahan dasar krim

Setiap produk kosmetik yang tidak kering dan tidak bertekstur bedak, alias berbahan dasar krim, biasanya memiliki masa habis pakai sekitar enam bulan.

Meski begitu, panduan penyimpanan dan pemakaian kosmetik berbahan dasar krim tidak jauh berbeda dengan foundation cair.

Agar Anda tidak bingung, beberapa jenis makeup yang mengandung cairan dan krim yang cukup banyak antara lain:

  • concealer dalam bentuk stik, pot, atau tube,
  • bedak padat berbahan dasar krim,
  • pensil highlighter berwarna krem,
  • blush-on berbahan krim, dan
  • eye shadows.

5. Bedak, eyeshadow padat, blush on padat

Kabar baiknya, produk berbahan bedak, seperti bedak, eyeshadow padat, dan blush on padat, memiliki masa kedaluwarsa hingga dua tahun, bila dijaga kebersihannya.

Hal ini dikarenakan kandungan air jenis kosmetik ini cukup rendah, sehingga cenderung tidak rentan terhadap pertumbuhan jamur dan bakteri.

Walaupun demikian, segera buang produk padat yang berubah teksturnya menjadi lebih kering atau serbuk kasar.

Bahkan, blush on dan eyeshadow dalam bentuk krim perlu diganti setiap 1 tahun. Anda juga direkomendasikan untuk sering membersihkan kuas usai digunakan.

6. Lipstik dan lip balm

Sumber: Always Ladies

Lipstik dan lip balm merupakan produk kosmetik berbahan dasar krim dan kebanyakan mengandung SPF di dalamnya.

Produk kosmetik ini normalnya memiliki masa kedaluwarsa hingga enam bulan. Bila lipstik atau lip balm mengering dan terasa kesat saat dipakai, segera buang.

Hal ini juga berlaku ketika Anda mulai mencium bau yang tak sedap pada lipstik dan lip balm seiring waktu mengingat kandungan minyak di dalamnya.

Meski kandungan air dalam lipstik cenderung rendah, kontaminasi bakteri masih tetap dapat terjadi karena bibir sering terpapar bakteri dan kuman.

7. Cat kuku (kuteks)

Dibandingkan produk kosmetik lainnya, cat kuku atau kuteks memiliki masa kedaluwarsa yang cukup lama, yaitu 1 hingga 2 tahun.

Namun, Anda perlu segera menyingkirkan produk kecantikan ini ketika cairan tampak menggumpal dan lengket saat dipakai.

Bila cairan dalam kemasan tampak terpisah dan tidak tercampur lagi setelah dikocok, artinya cat kuku juga tidak layak kembali dipakai.

Anda bisa memperpanjang masa habis pakai kuteks dengan memanfaatkan pengencer cat kuku (nail polish thinner).

8. Parfum

jenis parfum

Selain cat kuku, produk kosmetik dengan masa kedaluwarsa yang paling lama yaitu parfum.

Parfum bisa Anda gunakan delapan hingga 10 tahun lamanya. Namun, segera buang ketika bau parfum terasa aneh dan warna cairannya memudar.

Usahakan untuk menyimpan parfum di tempat sejuk dan gelap karena cahaya terang akan mengoksidasi parfum dalam botol.

Akibatnya, komponen kimia di dalamnya menjadi berbau apek dengan lebih cepat.

Intinya, Anda perlu memerhatikan lagi berapa lama produk kosmetik yang dibeli dapat disimpan dan dipakai. Dengan begitu, Anda dapat terhindar dari risiko berbagai penyakit kulit yang dapat mengganggu penampilan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

When Should You Toss Your Makeup?. (2021). Cleveland Clinic. Retrieved 14 June 2021, from https://health.clevelandclinic.org/when-should-you-toss-your-makeup/ 

ASEAN Consumer Information Handbook on Cosmetic Product. (2014). The Association of South East Asian Nations [PDF File]. Retrieved 14 June 2021, from https://www.asean.org/storage/images/Community/AEC/Sectoral/standarandconformance/Handbook%20web%20publishing.pdf 

Gallagher, G. (2020). When Does Makeup Expire?. Healthline. Retrieved 14 June 2021, from https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/does-makeup-expire 

Shelf Life and Expiration Dates. (n.d). Cosmetics Info. Retrieved 14 June 2021, from https://cosmeticsinfo.org/shelf-life-and-expiration-dates 

Q&A: Kosmetik. (n.d). Badan POM. Retrieved 14 June 2021, from https://ulpk.pom.go.id/id/MM/20191010151347/1.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 14/06/2021
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x