home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Episkleritis, Peradangan Ringan di Jaringan Bola Mata Akibat Kondisi Tertentu

Apa itu episkleritis?|Apa saja tanda dan gejala episkleritis?|Apa penyebab episkleritis?|Bagaimana cara mendiagnosis episkleritis?|Apa pilihan pengobatan untuk episkleritis?
Episkleritis, Peradangan Ringan di Jaringan Bola Mata Akibat Kondisi Tertentu

Apa itu episkleritis?

Episkleritis adalah peradangan ringan yang terjadi pada episklera sehingga menimbulkan kemerahan, iritasi, bengkak, dan rasa tidak nyaman pada mata.

Kondisi ini bisa terjadi pada salah satu mata atau keduanya.

Episklera sendiri adalah jaringan tipis yang terletak di antara konjungtivis dan sklera yaitu lapisan putih yang ada di bagian depan mata.

Saat mengalami peradangan, pembuluh darah yang terdapat dalam episklera akan melebar sehingga menyebabkan mata merah.

Penting untuk dipahami bahwa episkleritis berbeda dengan skleritis, yaitu kondisi mata merah yang lebih serius akibat peradangan di jaringan pembuluh darah mata yang lebih dalam.

Berdasarkan American Academy of Opthalmology, peradangan pada episkleritis lebih umum terjadi dan biasanya tidak menandakan penyakit mata yang serius.

Episkleritis bisa berkaitan dengan gangguan medis kronis seperti rheumatoid arthritis and Systemic Lupus Erythematosis.

Gejala episkleritis bisa mereda dengan sendirinya, tapi obat tetes mata dapat membantu mengatasinya.

Apa saja tanda dan gejala episkleritis?

Tanda-tanda episkleritis

Peradangan umumnya hanya terjadi pada sebagian kecil dari bola mata, tepatnya melebar dari sudut ke bagian tengah bola mata.

Berikut adalah tanda-tanda dan gejala dari episkleritis yang umum dialami:

Gejala bisa berlangsung selama 7-10 hari, tapi bisa lebih lama tergantung dengan kondisi pemicunya. Meskipun bisa hilang dengan sendirinya, gejala bisa kambuh berkali-kali.

Jika gejala episkleritis cenderung ringan seperti di atas, kondisi ini disebut juga dengan episkleritis sederhana. Namun, ada jenis episkleritis lain yang memiliki gejala lebih khas.

Episkleritis nodular

Pada episkleritis modular, gejala mata merah, bengkak, dan mata berair juga disertai dengan munculnya benjolan kecil (nodul) berwarna putih atau bening.

Benjolan ini terdapat pada bagian mata yang mengalami peradangan, terkadang menimbulkan rasa nyeri. Namun, benjolan biasanya hanya muncul di salah satu mata.

Meski begitu, gejala ini umumnya tidak menyebabkan gangguan penglihatan yang berarti.

Kapan harus ke dokter?

Episkleritis dapat pulih dalam waktu singkat dan intensitas gejalanya pun cukup ringan sehingga tidak membutuhkan penanganan medis.

Akan tetapi, jika Anda mengalami mata merah, berair, bengkak, atau muncul benjolan di bola mata dan tidak kunjung membaik selama 2 minggu atau lebih, sebaiknya segera periksakan ke dokter spesialis mata.

Apa penyebab episkleritis?

Para ahli masih belum bisa menentukan penyebab yang jelas dari episkleritis.

Kondisi ini umumnya bersifat idiopatik, artinya bisa terjadi pada orang yang sehat tanpa diketahui penyebab yang pasti.

Namun, peradangan di jaringan episklera juga bisa berkaitan dengan penyakit autoimun yang menyebabkan sistem imun menyerang jaringan penghubung (vascullar collagen) dalam tubuh.

Berikut ini adalah beberapa penyakit autoimun yang berhubungan dengan episkleritis.

1. Rheumatoid arthritis

Penyakit ini menyebabkan peradangan pada sendi dan otot di sekitar kaki dan tangan.

Rheumatoid arthritis biasanya menunjukkan gejala seperti sendi kaku, sendi bengkak, benjolan pada lengan, serta tangan dan kaki terasa lemas.

2. Lupus

Tanda-tanda penyakit ini dapat terlihat dari munculnya ruam pada kedua pipi. Lupus bisa membuat pasien mengalami kelelahan kronis, nyeri otot dan sendi, iritasi kulit, dan sesak napas.

3. Sindrom Sjögren

Kondisi ini biasanya terjadi bersamaan dengan penyakit autoimun lain seperti arthritis dan lupus.

Sindrom Sjögren membuat mulut dan mata mudah kering. Tak jarang, kondisi ini menyerang otot dan sendi atau organ-organ lainnya seperi kulit, ginjal, dan hati.

4. Skleroderma

Penyakit autoimun ini menyebabkan pertumbuhan jaringan kolagen yang tidak normal sehingga menggagu jaringan pada kulit dan otot.

Skleroderma umumnya ditandai dengan pembengkakan di ujung-ujung jari, nyeri pada otot, sendi, dan urat.

Pada kondisi yang parah, penyakit ini bisa mengakibatkan kegagalan fungsi jantung dan ginjal.

Adakah faktor risiko episkleritis?

Tidak ada faktor risiko tertentu yang membuat seseorang lebih berpeluang mengalami peradangan di episklera.

Akan tetapi, pasien yang memiliki autoimun mungkin saja mengalami kondisi dengan gejala yang sering kambuh.

Pada umumnya, episkleritis lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Meski begitu pada anak-anak, kondisi ini lebih sering dialami anak laki-laki dibandingkan perempuan.

Bagaimana cara mendiagnosis episkleritis?

Dokter akan melakukan pemeriksaan mata untuk mengkorfirmasi apakah peradangan yang dialami merupakan kondisi episkleritis.

Untuk memperhatikan kondisi peradangan di mata, dokter akan menggunakan lampu slit sehingga mendapatkan gambaran tiga dimensi yang jelas.

Berdasarkan hasil pemeriksaan ini dapat diketahui letak peradangan apakah di jaringan episklera atau justru di pembuluh darah yang lebih dalam yang menunjukkan kondisi skleritis.

Apa pilihan pengobatan untuk episkleritis?

Obat tetes mata untuk iritasi

Pada umumnya, episkleritis bisa hilang dengan sendirinya sehingga tidak membutuhkan pengobatan khusus.

Jika dari pemeriksaan dokter mengetahui peradangan cukup parah, dokter akan meresepkan obat tetes mata untuk meredakan gejala kemerahan, bengkak, perih, dan gatal pada mata.

Lamanya penggunaan obat tetes mata bisa berbeda-beda, tergantung dari tingkat keparahan dari peradangan. Obat tetes mata juga sebaiknya digunakan ketika gejala kambuh.

Apabila penyebabnya diduga berkaitan dengan penyakit autoimun, pengobatan juga akan berfokus pada pengelolaan penyakit penyebabnya ini.

Pengobatan untuk autoimun berlangsung jangka panjang dan memerlukan pemeriksaan medis secara rutin.

Selama menjalani pengobatan, dokter bisa meresepkan obat steroid dan obat-obatan yang menurunkan respons sistem imun (imunosupresif).

Perawatan episkleritis di rumah

Selain dengan obat tetes mata, Anda bisa mencoba pengobatan sederhana di rumah melalui beberapa cara berikut ini.

  • Kompres mata dengan handuk yang direndam dalam air dingin.
  • Memakai kacamata hitam saat keluar rumah untuk melindungi mata dari cahaya yang terang.
  • Meneteskan obat tetes mata alami dari larutan air garam steril.

Dengan pengobatan dan perawatan di rumah, gejala episkleritis bisa pulih dalam waktu yang lebih cepat.

Namun, jika gejala bertambah parah dan muncul beberapa gangguan penglihatan lain seperti pandangan mata buram, segera konsultasikan kembali dengan dokter Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Katz, M., Chuck, R., & Gritz, D. (2012). Scleritis and Episcleritis. Ophthalmology, 119(8), 1715-1715.e1. doi: 10.1016/j.ophtha.2012.05.013

Sainz de la Maza, M., Molina, N., Gonzalez-Gonzalez, L., Doctor, P., Tauber, J., & Foster, C. (2012). Scleritis Therapy. Ophthalmology, 119(1), 51-58. doi: 10.1016/j.ophtha.2011.07.043

Balakrishnan, S. A. (2021). Episcleritis – EyeWiki. Retrieved 10 June 2021, from https://eyewiki.aao.org/Episcleritis

Oxford Radcliffe Hospital. (2021). Episcleritis and Scleritis. NHS UK. Retrieved 10 June 2021, from https://www.ouh.nhs.uk/patient-guide/leaflets/files%5C100322episcleritis.pdf

Roat, Melvin. (2021). Episcleritis – Eye Disorders. Retrieved 10 June 2021, from https://www.merckmanuals.com/home/eye-disorders/conjunctival-and-scleral-disorders/episcleritis

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 29/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x