home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Dampak Jika Mata Terkena Zat Kimia dan Cara Mengatasinya

Dampak Jika Mata Terkena Zat Kimia dan Cara Mengatasinya

Paparan zat kimia pada mata sering kali terjadi karena kecerobohan atau ketidaksengajaan. Saat keramas misalnya, sampo bisa tidak sengaja mengenai mata. Ketika bersih-bersih rumah, cairan pembersih masuk bisa masuk ke mata saat Anda mengusap keringat di wajah. Mata yang kena zat kimia memang bisa mengalami iritasi serius. Namun, jika Anda melakukan penanganan yang tepat, dampaknya bisa segera teratasi tanpa menimbulkan kerusakan.

Cedera mata karena kena zat kimia

Iritasi zat kimia pada mata

Percikan setiap zat kimia yang mengenai mata bisa menyebabkan dampak tertentu, misalnya iritasi mata dan kemerahan. Namun, tidak semua jenis zat kimia pasti mengakibatkan gangguan mata yang serius.

Bahan kimia seperti alkohol dan hidrokarbon biasanya hanya menyebabkan iritasi, mata merah dan perih.

Sementara percikan zat kimia dengan kadar asam tinggi atau mengandung alkali, biasanya terdapat pada cairan pembersih, bisa mengakibatkan kerusakan parah pada kornea (selaput bening terluar) saat terkena mata.

Gangguan penglihatan, seperti penglihatan buram atau tidak fokus, akibat mata yang kena zat kimia pun bisa berbeda-beda untuk setiap kasus.

Menurut penjelasan studi berjudul The Ocular Surface Chemical Burns, masalah penglihatan yang disebabkan cedera mata karena zat kimia tergantung dari jenis dan jumlah zat kimia, luas area yang terdampak, dan tindakan pertolongan pertama setelahnya.

Secara garis besar, bila setelah terkena percikan zat kimia kornea Anda masih bening, penglihatan Anda tidak akan terganggu.

Sebaliknya, saat kornea Anda sudah berubah menjadi putih, gangguan penglihatan bisa sulit diatasi dengan pengobatan biasa, bahkan bisa menyebabkan kerusakan permanen.

Dalam beberapa kasus yang parah, misalnya ketika jumlah zat kimia yang masuk kemata cukup besar, Anda bisa jadi kehilangan penglihatan alias mengalami kebutaan.

Pertolongan pertama ketika mata kena zat kimia

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi cedera mata yang disebabkan oleh zat kimia.

  • Saat mata terkena percikan zat kimia, segera bilas mata dengan air mengalir yang bersih selama 10-15 menit.
  • Jika Anda menggunakan lensa kontak, segera lepaskan dari mata.
  • Hindari membilas dengan cairan penawar seperti cuka karena bisa semakin mengiritasi mata.
  • Aliran air akan membasuh zat-zat kimia keluar dari mata agar tidak masuk lebih dalam dan mencederai kornea lebih lanjut.
  • Selama membersihkan mata dengan air mengalir, pastikan Anda berusaha untuk membuka mata sekalipun terasa perih dan tidak nyaman.
  • Jika terdapat sisa cairan kimia yang menempel di mata, angkat secara perlahan menggunakan cotton bud.

Kapan perlu ke dokter?

obat tetes mata

Jika rasa perih tidak juga hilang dan Anda merasakan gangguan penglihatan, segera pergi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) atau klinik terdekat.

Mata Anda akan terlebih dahulu diberikan obat tetes untuk mengurangi nyeri yang dirasakan. Setelah itu, mata akan dicuci menggunakan air steril hingga ke bagian atas dan bawah dari kelopak mata.

Dokter akan mengukur derajat keasaman untuk memastikan tidak ada lagi zat kimia yang tersisa. Anda kemudian diberikan obat-obatan untuk mengatasi mata yang kena zat kimia seperti berikut ini.

  • Vitamin C tetes dan minum untuk membantu proses penyembuhan jaringan.
  • Obat tetes mata antibiotik seperti yang umumnya akan digunakan selama 7 hari.
  • Antibiotik minum doxycyline dan obat kortikosteroid yang membantu mengurangi peradangan.
  • Acetazolamide minum apabila ditemukan tanda peningkatan tekanan bola mata.

Pengobatan lainnya

Operasi keratoplasti dapat dilakukan untuk kerusakan kornea yang disebabkan oleh paparan zat kimia.

Prosedur ini baru dapat dilakukan paling cepat 6 bulan setelah mata kena zat kimia ketika sudah tidak ada lagi peradangan pada kornea mata.

Konsultasikan pertanyaan atau keluhan Anda langsung ke dokter mata untuk mencegah kondisi bertambah parah sekaligus untuk mempercepat pemulihan.

Tanyakan juga pada dokter apa saja pantangan yang harus dipatuhi dalam masa penyembuhan setelah mata kena zat kimia.

Mencegah mata terkena zat kimia

Efek setelah mata kena zat kimia tergantung pada jenis zat kimianya dan berapa banyak zat yang masuk ke dalam mata.

Namun, Anda perlu mewaspadai kandungan kimia yang bisa membahayakan mata, terutama yang terdapat dalam lingkungan rumah tangga. Untuk itu, pahami jenis bahan kimia yang sering Anda gunakan.

Periksa dan teliti label produk dan peringatan keamanan yang tertera dalam label untuk cara pakai yang aman. Ikuti juga cara pakai yang telah diinstruksikan seperti dalam label.

Terdapat berbagai jenis zat kimia beracun yang ditemukan di rumah, beberapa di antaranya yaitu:

  • asam sulfat pada baterai,
  • asam asetat pada cuka,
  • amonia pada cairan pembersih seperti karbol,
  • magnesium hidroksida pada kembang api, dan
  • kalsium hidroksida pada semen.

Terakhir, selalu gunakan alat pengaman seperti kacamata pelindung atau pelindung muka (face shield) ketika menggunakan cairan kimia yang cukup keras.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Eslani, M., Baradaran-Rafii, A., Movahedan, A., & Djalilian, A. (2014). The Ocular Surface Chemical Burns. Journal Of Ophthalmology, 2014, 1-9. https://doi.org/10.1155/2014/196827

Singh, P., Tyagi, M., Kumar, Y., Gupta, K. K., & Sharma, P. D. (2013). Ocular chemical injuries and their management. Oman journal of ophthalmology6(2), 83–86. https://doi.org/10.4103/0974-620X.116624

Hemmati A., Colby, K. (2012). Treating Acute Chemical Injuries of the Cornea. Retrieved 23 June 2021, from https://www.aao.org/eyenet/article/treating-acute-chemical-injuries-of-cornea

American Academy of Ophtalmology. (2021). Chemical (Alkali and Acid) Injury of the Conjunctiva and Cornea – EyeWiki. Retrieved 23 June 2021, from http://eyewiki.aao.org/Chemical_(Alkali_and_Acid)_Injury_of_the_Conjunctiva_and_Cornea

Better Health Channel. (2021). Eye injuries – chemical burns. Retrieved 23 June 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/eye-injuries-chemical-burns

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Laura Agnestasia Dj. Diperbarui 23/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x