home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Gangguan Mata Ini Ternyata Dapat Menyebabkan Fotofobia

6 Gangguan Mata Ini Ternyata Dapat Menyebabkan Fotofobia

Setelah menonton bioskop dan pergi ke tempat yang lebih terang, Anda pasti akan mengedipkan mata beberapa kali. Hal ini terjadi karena mata Anda perlu beradaptasi kembali dengan pencahayaan. Selain nonton bioskop, mata sensitif terhadap cahaya ini ternyata bisa jadi tanda dari masalah kesehatan tertentu. Apa saja gangguan mata yang menyebabkan fotofobia tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

Masalah mata pemicu mata sensitif terhadap cahaya

Mata sensitif terhadap cahaya dikenal juga dengan fotofobia. Ini bukan penyakit, tapi gejala yang sering muncul akibat adanya masalah pada mata.

Jadi, ada masalah pada koneksi antara sel-sel mata yang mendeteksi cahaya dengan saraf yang ada di sekitarnya sehingga menyebabkan mata perih dan tidak nyaman melihat cahaya terang.

Beberapa gangguan mata yang menimbulkan gejala fotofobia, antara lain:

1. Mata kering

Air mata bukan hanya keluar saat Anda sedang bersedih. Saat Anda berkedip, air mata juga akan keluar tapi jumlahnya lebih sedikit, tujuannya untuk melembapkan mata.

Namun, saat produksi air mata tidak mencukupi, mata akan jadi kering.

Kondisi mata kering ini menimbulkan berbagai gejala, seperti mata merah, mata berlendir atau berair, terasa gatal dan terbakar, serta mata sensitif terhadap cahaya.

2. Uveitis

Uveitis adalah peradangan pada lapisan tengah mata yang disebut dengan uvea atau uveal.

Lapisan ini meliputi bagian iris (bagian berwarna mata), koroid (selaput tipid dengan banyak pembuluh darah), dan badan silinder (bagian penghubung lapisan).

Gangguan mata tersebut menyebabkan adanya pembengkakan dan kerusakan jaringan mata, membuat penglihatan semakin memburuk bahkan kebutaan.

Gejalanya meliputi mata merah disertai rasa sakit, pandangan kabur dan fotofobia, serta munculnya bintik-bintik kecil saat Anda melihat sesuatu (floaters).

3. Konjungtivitis

Konjungtivitis adalah nama lain dari mata merah.

Gangguan mata ini terjadi akibat adanya peradangan pada konjungtiva, yaitu jaringan tipis bening yang terletak di atas bagian putih mata dan melapisi bagian dalam kelopak mata.

Penyebab utamanya adalah infeksi virus, bakteri, jamur, atau paparan zat iritan dan alergen.

Selain mata sensitif terhadap cahaya, konjungtivitis juga menyebabkan mata merah, bengkak, berair, terasa sangat gatal, dan mengeluarkan lendir hijau keputihan.

4. Iritis

Iris adalah selaput berpigmen yang memberikan warna pada mata yang dilengkapi dengan serat otot. Tugasnya mengatur jumlah cahaya yang masuk ke pupil.

Adanya infeksi virus dan trauma pada iris bisa menyebabkan peradangan yang disebut iritis.

Gangguan mata ini menimbulkan beberapa gejala, seperti nyeri pada mata hingga alis, mata merah, penglihatan jadi kabur, sakit kepala dan jadi sangat sensitif terhadap cahaya.

5. Abrasi kornea

Kornea adalah lapisan bening yang menutupi iris. Nah, tindakan seperti menggosok mata berlebihan, kelilipan zat asing, atau infeksi dapat menyebabkan goresan pada kornea.

Abrasi kornea ini dapat menyebabkan seperti ada benda mengganjal di mata, mata terasa sakit saat berkedip, penglihatan kabur, serta terlalu peka dengan cahaya dan kemerahan.

6. Katarak

Katarak adalah kondisi lensa mata yang menjadi keruh berawan akibat adanya penggumpalan protein. Kondisi ini tidak menimbulkan rasa sakit, tapi sangat menggangu penglihatan.

Mata akan sensitif terhadap cahaya, tapi sulit untuk melihat di malam hari. Selain itu, kemampuan mata untuk mendeteksi warna jadi menurun dan terjadinya penglihatan ganda (berbayang).

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What Is Photophobia? https://www.webmd.com/eye-health/photophobia-facts#1. Accesed on March 1st, 2019.

Dry Eyes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-eyes/symptoms-causes/syc-20371863. Accesed on March 1st, 2019.

 What Is Uveitis? https://www.webmd.com/eye-health/uveitis-inflammation-eye#1. Accesed on March 1st, 2019.

Pink Eye (Conjunctivitis). https://www.webmd.com/eye-health/eye-health-conjunctivitis#1. Accesed on March 1st, 2019.

Your Eyes and Iritis. https://www.webmd.com/eye-health/iritis#1. Accesed on March 1st, 2019.

What Is a Corneal Abrasion? https://www.webmd.com/eye-health/corneal-abrasions#1. Accesed on March 1st, 2019.

What Are the Symptoms of Cataracts? When Should I Call the Doctor? https://www.webmd.com/eye-health/cataracts/symptoms-of-cataracts-when-to-call-the-doctor#1. Accesed on March 1st, 2019.

 

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 09/03/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x