home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Menatap Gerhana Matahari Dengan Mata Telanjang Bisa Bikin Buta?

Benarkah Menatap Gerhana Matahari Dengan Mata Telanjang Bisa Bikin Buta?

Apakah Anda tergoda untuk menatap gerhana matahari dengan mata telanjang? Meski jarak matahari dengan bumi lumayan jauh, sekitar 150 juta kilometer, ternyata menatap matahari langsung masih dapat menyebabkan kerusakan mata serius dan terkadang tak dapat dipulihkan.

Kenapa kita tidak bisa menatap matahari langsung?

Ada alasan kenapa kita tidak bisa (dan tidak boleh) menatap matahari langsung. Sederhananya, menatap matahari dalam keadaan normal memang sangat sulit karena sinarnya yang terlalu terang dan menyilaukan. Namun respons memicingkan mata karena kesilauan atau buru-buru mencari peneduh—baik itu dengan tangan atau kacamata hitam—merupakan reaksi naluriah manusia untuk sebisa mungkin menghindari kontak langsung dengan sinar matahari demi keselamatan dirinya.

Silau adalah bentuk pertahanan diri manusia dari sinar matahari

Matahari pada dasarnya merupakan sumber ledakan panas mahadashyat yang terjadi terus-menerus. Begitu Anda memutuskan untuk melihat matahari dengan mata telanjang, sengatan sinar matahari akan mulai “memanggang” bola mata. Sinar UV adalah jenis sinar matahari yang paling bisa merusak mata, terutama bila dipantulkan pasir, salju atau air. Kornea (lapisan terluar mata yang transparan) akan melepuh dan retak akibat paparan sinar UV berlebih.

Proses ini sangat mirip dengan bagaimana sinar matahari bisa membakar kulit, yang mungkin pernah Anda alami ketika panas-panasan di luar. Gejala kondisi ini, yang dikenal dengan fotokeratitis, biasanya muncul beberapa jam setelah kerusakan terjadi dan menyebabkan produksi air mata berlebihan. Selain itu juga terjadi mata merah dan meradang, serta sensasi kesat seperti Anda telah menggosok mata dengan kertas amplas.

Jadi, ketika Anda memandang tepat ke arah matahari sebentar saja, panas yang diproduksi akan terkonsentrasi sangat dashyat pada retina sehingga cukup untuk membakar dan menghanguskannya. Parahnya lagi, karena retina tidak memiliki reseptor rasa sakit, Anda tidak tahu kerusakannya telah terjadi sampai terlambat.

Sinar matahari bisa merusak mata

Jika Anda berani dan tahan untuk menatap matahari lebih lama lagi, kemudian Anda akan mengalami kerusakan retina dan makula. Retina merupakan jaringan di bagian belakang mata untuk meproyeksikan gambar ke otak, yang amat sensitif terhadap cahaya.

Pada keadaan normalnya, pupil mata akan mengecil saat terkena cahaya terang, namun jumlah cahaya yang masuk ke mata terkonsentrasi pada jaringan makula. Paparan sinar UV yang berlebihan akibat menatap matahari terlalu lama kemudian membakar retina, yang dapat menyebabkan mata buta sebagian sementara hingga kebutaan permanen yang berbentuk lingkaran hitam tepat di tengah bidang penglihatan Anda.

Jangan menatap gerhana matahari langsung dengan mata telanjang

Menatap matahari saat gerhana matahari tidak jauh berbeda dengan menatap matahari pada hari biasa. Perbedaannya adalah kita biasanya akan otomatis refleks alami berpaling kesilauan dari sinar matahari jika kita menatap terlalu lama. Ini sudah diatur secara alami oleh otak.

Nah, suasana teduh selama gerhana matahari menurunkan kewaspadaan diri sehingga kita “lupa” untuk memicingkan mata dan berlama-lama memandang angkasa. Pupil juga otomatis melebar ketika memandang langit yang mendung. Tanpa disadari ini dapat meningkatkan jumlah radiasi sinar UV yang mendarat di retina dan membuat Anda lebih rentan mengalami kerusakan mata.

Gerhana matahari tidak pernah aman untuk dilihat dengan mata telanjang, apapun jenisnya (sebagian, sabit, cincin, total, maupun fase “perjalanan” dari sebagian hingga total). Bahkan ketika hampir 99% permukaan matahari gelap tertutupi bulan, secerah kecil cincin tipis sinar matahari yang menyembul dari balik bulan masih memancarkan cukup sinar UV yang dapat membakar mata Anda, ungkap Ralph Chou, seorang profesor emeritus optometri di Universitas of Waterloo di Ontario, pada Space. Efeknya akan sama saja seperti ketika Anda memelototi matahari langsung.

Tapi bisakah manusia benar-benar buta setelah melihat gerhana matahari? Mungkin tidak akan langsung demikian, namun kerusakan yang Anda alami bisa sangat parah sehingga mata tidak akan lagi bisa melihat dengan baik secara mendetail. Sampai saat ini ada lebih dari 100 kasus kerusakan mata serius dan permanen yang disebabkan oleh orang-orang yang terlalu lama menatap gerhana matahari, ungkap Ralph Chou. Namun, ada cara mudah untuk menghindari kerusakan ini: Pakailah kacamata pelindung saat melihat gerhana matahari.

Pakai kacamata hitam saat gerhana tidak cukup untuk melindungi mata

Sepasang kacamata hitam biasa tidak akan cukup melindungi mata dari sinar UV selama gerhana matahari. Untuk bisa memandang (dan memfoto) gerhana matahari, Anda perlu kacamata atau filter kamera yang dirancang khusus untuk gerhana matahari. Lensa khusus ini dapat mengurangi intesitas cahaya yang masuk ke mata hingga ke taraf aman.

Penting untuk memastikan Anda menggunakan perangkat ini dengan benar. Letakkan lensa/kacamata tepat di depan mata, lalu baru mendongak untuk melihat matahari. Jangan pernah lepas sementara masih melihat matahari sampai bulan benar-benar menutupi matahari, atau ketika Anda berpaling dari gerhana.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

A Solar Eclipse Can Blind You (Read This Before Looking at the Sun!) https://www.space.com/37199-solar-eclipse-blindness.html accessed Aug 4 2017

 

EYE SAFETY DURING SOLAR ECLIPSES https://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEhelp/safety2.html accessed Aug 4 2017

Has Anyone Ever Gone Blind from Staring at a Solar Eclipse? https://www.livescience.com/59663-how-solar-eclipses-make-people-go-blind.html accessed Aug 4 2017

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Tanggal diperbarui 12/08/2017
x