Tak Kuat Melihat Cahaya Silau? Mungkin Mata Anda Kering. Atasi Dengan Cara Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Di saat cuaca panas terik, siapapun pasti akan memicingkan mata karena silau. Akan tetapi, sebagian orang bisa kesilauan bahkan ketika sinar matahari tidak terlalu menyorot. Atau cahaya terang dari lampu ruangan dan kendaraan saja sudah bikin mata silau dan nyeri? Bisa jadi mata Anda sensitif terhadap cahaya. Apa penyebabnya, ya? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Mata kering bisa jadi penyebab mata sensitif terhadap cahaya

Mata yang sensitif terhadap cahaya dikenal juga dengan istilah fotofobia. Fotofobia di sini bukanlah suatu gangguan psikologis atau rasa takut terhadap cahaya, melainkan sebuah gejala yang membuat Anda mudah silau, bahkan sampai sakit kepala dan mual.

Cahaya yang dimaksud bisa datang dari mana saja. Misalnya sinar matahari, lampu ruangan, lampu jalanan, dan lampu yang kelap-kelip.

Ternyata, menurut para ahli ada kaitan yang sangat erat antara mata yang sangat peka terhadap cahaya dengan kondisi mata kering. Mata kering sendiri bisa terjadi entah karena air mata yang diproduksi sangat sedikit atau air mata menguap terlalu cepat.

Biasanya memang orang yang punya mata kering akan sangat peka terhadap cahaya. Begitu juga orang yang peka cahaya pun kerap menunjukkan gejala-gejala mata kering.

Mata kering sendiri bisa ditandai dengan gejala seperti ada objek yang menyangkut di mata, mata  seolah terasa berpasir, dan mata mudah lelah. Kadang, mata kering juga bisa menimbulkan rasa nyeri.

Mengapa mata kering bikin Anda gampang silau?

Para ahli sendiri belum memahami bagaimana persisinya mata kering menyebabkan Anda jadi tidak tahan cahaya terang. Akan tetapi, bila dilihat dari fungsi air mata itu sendiri, tidak mengherankan kalau mata kering bisa menurunkan salah satu fungsi mata Anda, yaitu melihat cahaya terang.

Air mata terdiri dari air, protein, elektrolit, minyak berlemak, dan berbagai zat untuk melawan bakteri. Campuran hal-hal ini yang membuat mata Anda bekerja dengan baik. Anda jadi bisa menyaring cahaya yang diterima mata dengan baik.

Sedangkan kalau cairan pada mata kurang atau tidak seimbang, kerja mata Anda tentu jadi terganggu. Mata jadi mudah lelah dan pusing ketika melihat cahaya yang sangat terang.

Cara mengatasi mata kering dan silau

Kalau mata Anda kering dan sensitif terhadap cahaya, perhatikan langkah-langkah pencegahan dan cara mengatasinya berikut ini.

1. Mengobati mata kering

Bila Anda mengalami gejala-gejala mata kering dan mudah silau, sebaiknya langsung periksa ke dokter mata. Dokter biasanya akan meresepkan obat tetes mata untuk iritasi, air mata buatan, dan obat untuk merangsang produksi air mata.

Biasanya dengan mengobati mata kering, mata Anda akan jadi lebih tahan terhadap cahaya yang terlalu terang.

2. Pakai kacamata hitam saat berada di luar

Ketika Anda berada di luar ruangan, menggunakan kacamata hitam bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman atau sakit kepala. Para ahli kesehatan mata menyarankan untuk memilih kacamata dengan lensa yang warnanya agak merah.

Lensa warna merah muda bisa memblokir spektrum warna hijau dan biru. Kedua warna ini biasanya jadi warna yang paling menyebabkan silau dan rasa tidak nyaman.  

3. Jangan sengaja meredupkan cahaya dalam ruangan

Supaya tidak pusing, Anda mungkin sengaja meredupkan cahaya dalam ruangan. Misalnya dengan menutup tirai di pagi dan siang hari. Hal ini justru akan membuat mata semakin sensitif dan tidak biasa menerima cahaya terang.

Sedangkan pelan-pelan membiasakan diri berada di ruangan dengan pencahayaan yang baik dapat membantu Anda meringankan gejala-gejala mata sensitif terhadap cahaya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penglihatan Buram pada Sebelah Mata, Apa Penyebabnya?

Anda sebaiknya periksakan ke dokter apabila mata buram sebelah saja. Kondisi mata buram sebelah dikenal dengan nama central serous chorioretinopathy (CSCR).

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Kesehatan Mata, Perawatan Mata 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

3 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan Jika Suka Minum Teh Saat Hamil

Selama kehamilan, Anda harus menjaga asupan makanan dan minuman, termasuk minum teh. Simak panduan aman minum teh saat hamil berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Anda mungkin waspada ketika berjalan sendirian, takut dihipnotis oleh orang tak dikenal. Tahukah Anda tidak semua orang mudah dihipnotis?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Saraf Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat pisang

9 Manfaat Pisang yang Jadi Buah Favorit Banyak Orang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
berhenti minum pil kb

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
ciri tipes yang parah

Waspadai 3 Ciri Tipes yang Sudah Parah Agar Tidak Berakibat Fatal

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
mencium bau

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit