home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Cara Membedakan Mata Minus dan Mata Silinder

5 Cara Membedakan Mata Minus dan Mata Silinder

Sering kesulitan melihat objek dengan jelas atau mengalami pandangan yang kabur mungkin menandai Anda memiliki gangguan fokus atau kelainan refraksi. Dua jenis gangguan fokus yang paling sering dialami adalah mata minus atau mata silinder (astigmatisme). Meskipun sama-sama membuat pandangan menjadi kabur, terdapat perbedaan antara mata minus dan mata silinder. Keduanya memiliki penyebab yang berbeda maka cara mengatasinya pun berbeda. Selain itu, keduanya memiliki gejala spesifik yang membedakan satu dengan lainnya.

Perbedaan antara mata minus dan silinder

Agar mata dapat melihat objek dengan jelas, cahaya yang ditangkap oleh kornea dan lensa (bagian depan mata) akan dibiaskan pada retina, yaitu jaringan peka cahaya di belakang mata.

Pada mata minus ataupun silinder, cahaya yang ditangkap tidak dapat fokus untuk diteruskan pada retina. Meski cahaya sama-sama tak dapat difokuskan ke retina, mata minus dan silinder memiliki penyebab, gejala ataupun pengobatan yang berbeda.

1. Penyebab pandangan menjadi kabur

Pandangan kabur perbedaan silinder dan mata minus

Perbedaan mata minus dan mata silinder yang pertama terletak pada kelainan refraksi (pembiasan cahaya) yang menyebabkan keduanya menunjukkan gejala mata kabur.

Kelainan refraksi yang menjadi penyebab mata minus adalah bola mata yang memendek sehingga kornea terlalu melengkung mengakibatkan cahaya yang masuk tidak difokuskan pada retina. Bukannya jatuh tepat pada retina, cahaya yang diteruskan justru jatuh jauh di depan retina. Akibatnya, saat melihat objek dalam jarak yang jauh pandangan mata menjadi kabur dan sulit terfokus.

Sementara pada mata silinder, pandangan menjadi kabur karena adanya kelainan pada bentuk kelengkungan kornea atau lensa. Kelengkungan tersebut membuat cahaya tidak bisa dibiaskan tepat pada retina. Akibatnya, objek tidak terlihat dengan jelas baik dari jarak jauh maupun jarak dekat.

2. Perbedaan ciri-ciri mata minus dan mata silinder

Ketika melihat suatu benda, pandangan penderita mata minus akan terlihat kabur dan mungkin akan merasa pusing ketika tidak bisa melihat objek dari jarak jauh dengan jelas.

Sementara itu, orang bermata silinder bukan hanya merasakan pandangan yang kabur dan pusing, tetapi objek yang dilihat juga berbayang. Gejala khas dari mata silinder yang umum dialmi misalnya garis lurus jadi terlihat miring. Hal ini disebabkan gangguan fokus yang dialami memengaruhi mata melihat bentuk dan ketegasan objek dengan jelas.

Berbeda dari mata minus yang gejalanya hanya muncul saat melihat objek dari jarak jauh, gejala mata silinder bisa muncul baik melihat objek yang dekat maupun jauh.

3. Faktor yang meningkatkan risiko terjadinya gangguan fokus

Para peneliti mengungkapkan bahwa mata minus dan silinder sama-sama bisa disebabkan oleh faktor keturunan. Meski begitu, ada beberapa perbedaan faktor risiko lainnya yang mungkin memperbesar peluang Anda kena mata minus dan silinder.

Menurut National Eye Institute, mata minus umumnya terjadi pada anak-anak berusia 8-12 tahun. Hal ini terjadi seiring dengan perkembangan bentuk mata. Jadi, orang dewasa yang punya mata minus, biasanya sudah mempunyai kerusakan mata ini dari kecil.

Selain itu, kondisi kesehatan tertentu juga bisa mengakibatkan terjadinya mata minus, misalnya komplikasi diabetes pada mata.

Sementara itu, faktor yang memperbesar risiko seseorang untuk memiliki mata silinder adalah memiliki kondisi mata minus yang parah, efek dari operasi katarak, dan juga menderita keratokonus (penipisan kornea).

4. Lensa korektif yang digunakan

Perbedaan antara mata minus dan mata silinder tentunya juga ada pada cara penanganannya. Untuk mengatasi mata minus, lensa korektif yang digunakan pada kacamata dan lensa kontak haruslah jenis lensa cekung atau lensa negatif (minus).

Lensa cekung membantu memperkecil kelengkungan kornea yang terlalu besar sehingga cahaya dapat terfokus dan jatuh tepat di retina.

Sementara itu, cara mengatasi mata silinder adalah dengan kacamata yang berlensa silinder. Lensa silinder bisa menggabungkan beberapa bayangan yang dihasilkan akibat kelainan pembiasan sehingga mata kembali bisa melihat objek dalam bentuk yang jelas.

5. Kondisi kerusakan mata

Walaupun mata minus dapat diatasi dengan menggunakan kacamata atau kotak lensa. Namun, kondisi minus mata tetap dapat bertambah sampai penderita berusia 18-20 tahun.

Hal ini bisa terjadi karena penderitanya tidak menjaga kesehatan mata, misalnya terlalu lama menggunakan gadget atau komputer tanpa sempat mengistirahatkan mata. Selain itu, lama beraktivitas di tempat yang terlalu gelap juga berisiko meningkatkan kondisi mata minus seseorang

Sementara pada mata silinder kerusakan mata cenderung tidak bertambah, apalagi jika penderitanya telah menggunakan lensa korektif yang sesuai.

Mata minus dan mata silinder merupakan dua kondisi yang berbeda sehingga keduanya memiliki gejala khas, penyebab, serta cara pengobatan yang berbeda. Jika masih kesulitan mengenal perbedaan mata minus dan silinder, Anda bisa berkonsultasi pada dokter dan menjalani pemeriksaan refraksi mata untuk mengetahui diagnosisnya secara pasti.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Boyd, K. (2018). What Is Astigmatism?. American Academy of Ophthalmology. Retrieved 21 September 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-astigmatism

American Optometric Association. (2020). Astigmatism. 21 September 2020, from https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/astigmatism?sso=y

National Eye Institute. (2020). Nearsightedness (Myopia). 21 September 2020, from https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/nearsightedness-myopia

American Academy of Ophthalmology. (2020). Nearsightedness: What Is Myopia? Retrieved 21 September 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/myopia-nearsightedness

National Eye Institute. (2020). Nearsightedness (Myopia) | Retrieved 21 September 2020, from https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/nearsightedness-myopia

American Optometric Association. (2020). Myopia (Nearsightedness). Retrieved 10 Sep, from https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/myopia?sso=y

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal diperbarui 22/12/2020
x