Mengapa Lansia Lebih Sering Tidur di Siang Hari?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pada orang lanjut usia (lansia), terjadi perubahan pada pola tidurnya. Ada beberapa yang mengeluh mengalami kesulitan untuk tidur. Ada pula yang menjadi lebih sering tertidur pada siang hari. Kesulitan tidur bisa disebabkan oleh penyakit. Apa penyebab lansia sering tidur siang? Simak ulasannya berikut ini.

Lansia tidur lebih lama

Seiring bertambahnya usia, kualitas tidur pada lansia memang menjadi berkurang. Mereka akan sering bangun di tengah malam, sulit untuk terlelap, atau bangun lebih awal. Tentu hal ini menyebabkan waktu tidur mereka berkurang.

Walaupun normal terjadi, mereka tetap membutuhkan waktu lebih banyak untuk tidur. Karena itu, lansia biasanya sering tidur beberapa sesi pendek dalam sehari, biasanya tidur siang hari, sehingga memberikan kesan bahwa mereka terlihat tidur sepanjang hari.

Kuantitas dan kualitas tidur pada lansia

Dilansir dari Aging Care, semakin dewasa, durasi tidur pada seseorang akan berkurang. Pada bayi dan anak-anak, mereka membutuhkan sekitar 10 jam sampai 14 jam untuk tidur per hari. Sedangkan untuk remaja dan orang dewasa mereka membutuhkan sekitar 7 sampai 9 jam untuk tidur per hari.

Kemudian, untuk seseorang di atas 30 tahun, mereka lebih sedikit waktu untuk tidur biasanya 6 jam untuk tidur per hari. Lama atau tidaknya durasi tidur pada lansia dapat dipertimbangkan melalui faktor-faktor seperti:

  • Seberapa lama lansia berada di atas tempat tidur sampai terlelap
  • Seberapa lama lansia berada di atas tempat tidur setelah terbangun
  • Seringnya lansia terbangun di malam hari, yang dapat memecah siklus tidur dan mungkin memerlukan waktu untuk bisa tertidur kembali.

penyebab susah tidur

Penyebab lansia sering tidur siang hari

Tingkat energi dan daya tahan tubuh pada lansia berkurang. Bila lansia melakukan suatu aktivitas, bisa saja membuatnya kelelahan dan membutuhkan waktu istirahat, seperti tidur. Hal tersebut normal terjadi karena adanya aktivitas.

Namun, bila tidur terjadi secara berlebihan tanpa adanya aktivitas, maka ada penyebab lain. Beberapa faktor yang menjadi penyebab lansia sering tidur siang atau lebih lama waktu tidurnya, yaitu:

  • Berkurangnya aktivitas dan kegiatan yang dilakukan oleh lansia dapat membuatnya menghabiskan waktu pada kegiatan yang sama berulang-ulang. Hal ini dapat menyebabkan kebosanan.
  • Lansia yang mengalami obesitas pasti lebih sedikit melakukan aktivitas karena mudah lelah dengan berat tubuhnya. Kelelahan tersebut bisa membuatnya gampang tertidur di siang hari.
  • Depresi
  • Penyakit jantung
  • Kekurangan nutrisi tertentu

Faktor-faktor di atas dapat menyebabkan tidur siang menjadi berlebihan. Penggunaan obat-obatan dari penyakit dan gangguan mental seperti di atas juga bisa menjadi penyebabnya. Untuk mengatasi hal demikian, konsultasikan kesehatan Anda kepada dokter merupakan langkah terbaik.

Biasanya dokter akan meninjau kembali obat yang dikonsumsi dengan penyesuaian kondisi tubuh dan waktu tidurnya. Sedangkan untuk menangani kebosanan biasanya dokter akan memberikan saran kegiatan apa yang bisa dilakukan lansia supaya menghilangkan rasa bosannya.

Bagaimana mengetahui tidur yang berlebihan pada lansia?

Tidak ada cara pasti untuk memastikan berlebihannya waktu tidur pada lansia. Kebutuhan tidurnya berbeda, ada yang 7 jam ada pula yang hampir 10 jam. Lansia yang aktif dan sehat secara mental biasanya memiliki kuantitas tidur yang normal.

Perhatikan apabila selain kebanyakan tidur, ada gejala-gejala lain yang menyertai. Misalnya tidak mau makan, berat badan menurun drastis, atau sering mengalami sakit kepala.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Emboli Paru

Emboli paru adalah penyumbatan arteri di salah satu paru yang umumnya disebabkan oleh gumpalan darah beku dari kaki. Ini adalah kondisi gawat darurat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Penyakit Pernapasan Lainnya 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Perlukah Orang Tua Lanjut Usia Minum Vitamin untuk Tulang? Ini Jawabannya

Vitamin D dan kalsium memang bisa dipenuhi lewat suplemen. Akan tetapi, apakah orang tua perlu minum vitamin untuk tulang ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 29 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

6 Hal yang Perlu Dipersiapkan Lansia Sebelum Berenang Agar Tetap Aman

Berenang memberi manfaat untuk lansia, tapi persiapan sebelum berenang juga harus diperhatikan. Yuk, intip panduannya pada ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Lansia, Aktivitas Lansia 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Stroke

Penyakit stroke adalah kondisi kronis. Terdapat dua jenis stroke yakni yang ringan dan hemoragik. Cari tahu obat, gejala, dan terapinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 22 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lansia mulai ompong

Usia Berapa Gigi Lansia Akan Mulai Ompong?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
tidur lebih lama

Kenapa Ada yang Butuh Tidur Lebih Lama Daripada Orang Lain?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
lansia mudah kedinginan

Penyebab Lansia Gampang Kedinginan, Plus Cara Mencegah dan Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
nafsu makan

Kenapa Orang Lanjut Usia Biasanya Tak Punya Nafsu Makan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit