Panduan Memilih Aktivitas untuk Lansia dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Setelah menginjak usia lanjut, kebanyakan orang mengurangi aktivitas sehari-hari, karena stamina sudah jauh berkurang, punya kondisi kesehatan tertentu, atau tidak ada kesempatan. Padahal, orang lanjut usia (lansia) justru harus tetap aktif dengan melakukan beragam aktivitas yang berguna setiap harinya. Memangnya, apa sih manfaat dari melakukan aktivitas bagi lansia? Apa saja aktivitas yang bisa dilakukan? 

Pentingnya melakukan aktivitas bagi lansia

Aktivitas merupakan bagian penting dalam kehidupan setiap orang. Dengan melakukan aktivitas, seluruh bagian tubuh Anda bekerja, sehingga Anda pun menjadi lebih sehat secara fisik. Tak hanya itu, aktivitas yang dilakukan dengan tujuan tertentu juga bisa menimbulkan rasa kepuasan dan kebahagiaan, terutama bila apa yang ditargetkan tercapai.

Nah, hal yang sama juga berlaku pada orang lanjut usia atau lansia. Sebagaimana manfaat mengonsumsi vitamin untuk lansia, beraktivitas juga bisa membuat tubuh lebih sehat serta menimbulkan kebahagiaan. Bahkan, bagi yang memiliki penyakit tertentu pun, seperti diabetes atau stroke, menjalani aktivitas bisa saja menjadi cara untuk mengontrol kondisinya.

Lebih dalam dari itu, aktivitas, baik fisik, sosial, maupun kegiatan berguna lainnya, bisa memberikan beragam manfaat pada kesehatan lansia. Berikut adalah ragam manfaat yang bisa lansia peroleh bila tetap aktif dan melakukan aktivitas. 

1. Melatih keseimbangan tubuh

berat badan ideal lansia

Orang lansia lebih rentan kehilangan keseimbangan dan terjatuh, yang berakibat pada patah tulang atau masalah kesehatan lainnya. Adapun melakukan aktivitas, terutama fisik, dapat membantu melatih keseimbangan tubuh. Otot-otot serta sistem koordinasi Anda akan bekerja lebih baik, dan refleks Anda juga semakin meningkat.

2. Mencegah penyakit

Berbagai penelitian menunjukkan, lansia yang aktif memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit, seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes, hingga osteoporosis. Selain itu, melakukan beragam aktivitas juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Adapun manfaat ini bisa diperoleh oleh lansia yang melakukan aktivitas fisik maupun sosial. Pasalnya, seseorang yang aktif secara sosial juga cenderung lebih aktif secara fisik. 

3. Meningkatkan fungsi kognitif

Semakin bertambah usia, lansia biasanya mengalami penurunan fungsi kognitif, mulai dari daya ingat, ketajaman pikiran, hingga kemampuan mengelola emosi. Adapun melakukan aktivitas, baik fisik, sosial, atau kegiatan mengasah otak untuk lansia, bisa membantu meningkatkan fungsi kognitifnya. Hal ini juga dapat membantu mencegah penyakit yang terkait dengan kognitif, seperti demensia atau penyakit Alzheimer.  

4. Menjaga kesehatan mental

Tidak hanya secara fisik, aktivitas juga bisa memberi manfaat pada kesehatan mental lansia. Aktivitas fisik, seperti olahraga, bisa melepaskan hormon endorfin yang bertindak sebagai pereda stres dan memunculkan perasaan bahagia. Adapun aktivitas sosial, seperti berhubungan dengan orang lain, bisa menjaga suasana hati Anda tetap positif, yang kemudian bisa mencegah gangguan mental pada lansia, termasuk depresi.

5. Memiliki tidur yang berkualitas

Lansia yang aktif secara fisik maupun sosial pun cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih baik atau nyenyak. Adapun hal ini perlu dimiliki oleh lansia untuk menjaga kesehatannya. Apalagi, lansia kerap dikaitkan dengan masalah tidur, seperti insomnia.

6. Meningkatkan hubungan sosial

Sebagaimana namanya, aktivitas sosial tentu saja dapat membantu meningkatkan hubungan sosial Anda dengan orang lain, sehingga Anda tidak lagi kesepian. Namun, nyatanya, manfaat ini juga bisa Anda peroleh jika melakukan aktivitas fisik. Pasalnya, aktivitas fisik, seperti jalan kaki atau senam pagi, memungkinkan Anda bertemu dengan orang lain, sehingga bisa membantu memperluas jejaring sosial.

Bagaimana memilih aktivitas yang tepat untuk lansia?

peregangan untuk lansia

Meski kondisi fisiknya tak lagi sekuat saat muda, aktivitas yang dapat dilakukan oleh lansia sangat beragam. Adapun jenis aktivitas ini bisa berupa aktivitas fisik, sosial, maupun sekadar menjalankan kegiatan sederhana di rumah.

Namun, sebelum menentukan aktivitas mana yang cocok, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Selain mempertimbangkan hobi dan minat, lansia juga perlu menyadari kondisi fisiknya, serta memahami tuntutan fisik apa yang diperlukan untuk melakukan kegiatan tertentu. Pertimbangan ini perlu dilakukan agar lansia dapat tetap aktif secara aman dan bisa mendapatkan manfaat yang optimal.

Misalnya, lansia tidak mungkin melakukan kegiatan pendakian jika memiliki sakit lutut. Sebaliknya, orang dengan kondisi ini mungkin masih dapat melakukan olahraga jalan kaki setiap pagi.

Adapun lansia yang memiliki gangguan pendengaran mungkin akan mengalami kesulitan jika harus mendengarkan radio untuk mendapatkan berita. Namun, ia masih dapat membaca koran agar bisa tetap memperoleh informasi terbaru mengenai dunia.

Hal yang sama juga berlaku pada kegiatan lain yang membutuhkan kemampuan kognitif, seperti memori, pemahaman, dan konsentrasi. Misalnya, aktivitas seperti membaca, menulis, atau kerajinan tangan umumnya membutuhkan kemampuan kognitif yang lebih tinggi, sedangkan menonton tv, menyanyi, atau berkebun menuntut kemampuan kognitif yang lebih rendah, sehingga bisa dilakukan oleh siapapun.

Aktivitas fisik untuk lansia

Selain itu, jangan pula melakukan aktivitas, terutama fisik, secara berlebihan. Beraktivitaslah sesuai dengan kemampuan Anda dan pastikan Anda tidak benar-benar sendirian saat beraktivitas fisik, sehingga bantuan bisa diberikan secepatnya jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Bila perlu, konsultasikan dengan dokter untuk jenis kegiatan dan durasi waktu yang tepat sesuai kondisi lansia. Namun, untuk melakukan aktivitas fisik yang aman dan optimal, lansia juga bisa mempertimbangkan rekomendasi di bawah ini.

  • Paling sedikit 150 menit aktivitas fisik berintensitas sedang atau 75 menit aktivitas fisik berintensitas berat selama seminggu.
  • Setiap beraktivitas fisik, pastikan durasinya berlangsung selama paling sebentar 10 menit.
  • Jika sudah terbiasa dengan anjuran minimal tersebut, biasakan untuk beraktivitas fisik sedang selama 300 menit atau beraktivitas fisik berat selama 150 menit dalam seminggu.
  • Lansia yang memiliki masalah koordinasi tubuh sebaiknya melakukan latihan keseimbangan paling sedikit 3 kali seminggu.
  • Latihan otot sebaiknya dilakukan paling sedikit 2 kali seminggu.

Ragam pilihan aktivitas untuk lansia

Berdasarkan pertimbangan tersebut, berikut beragam pilihan aktivitas yang bisa dilakukan dan umumnya aman untuk lansia:

1. Olahraga

Aktivitas fisik adalah hal yang penting untuk lansia, karena terbukti memberikan dampak positif pada kesehatan tubuhnya. Adapun salah satu bentuk kegiatan fisik yang bisa dilakukan adalah olahraga untuk lansia, baik yang dilakukan sendiri atau bersama dengan orang lain, seperti jalan kaki, berenang, yoga, atau bowling. Selain itu, senam lansia atau sekadar melakukan latihan peregangan untuk lansia juga bisa menjadi pilihan. 

Kalkulator Detak Jantung

2. Kerajinan tangan

Bila Anda sedang merawat lansia, cobalah ajak ia sesekali untuk melakukan kegiatan kerajinan tangan. Misalnya, melukis, menggambar, merajut, atau yang lebih kompleks, seperti membuat tembikar. Cara ini bisa membantu mengisi waktu luangnya agar tidak bosan dan kesepian sekaligus mengasah kemampuan artistiknya. 

3. Berkebun

Berkebun juga bisa menjadi salah satu aktivitas fisik yang bisa dilakukan oleh lansia. Kegiatan ini bisa dilakukan dari hal yang sederhana, seperti menanam, menyiram tanaman, dan membersihkan dedaunan kering, atau yang lebih mengandalkan kemampuan fisik, seperti menggali tanah. Selain mengisi waktu luang, aktivitas ini juga bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi lansia akan vitamin D dari sinar matahari.

4. Membaca dan menulis

Jika lansia menyukai buku, membaca bisa menjadi pilihan kegiatan yang tepat. Hal ini bisa dilakukan sendiri di rumah atau klub buku tertentu sambil meningkatkan hubungan sosial dengan orang lain, terutama sesama lansia. Tidak hanya membaca, bagi lansia yang suka membuat cerita, menulis juga bisa menjadi pilihan. Hal ini bisa membantu mengasah kemampuan berpikir serta meningkatkan kreativitasnya.

5. Memasak

makanan untuk lansia atau orang tua lanjut usia

Bagi lansia pecinta kuliner, memasak juga bisa menjadi pilihan aktivitas yang patut dicoba. Ajaklah ia berkreasi di dapur dan membuat berbagai menu makanan sehat lansia yang bisa dikonsumsinya. Selain menyenangkan, ini juga bisa menjadi cara untuk menerapkan pola makan lansia yang sehat guna menunjang kebutuhan gizinya.

6. Menari dan bermain musik

Musik telah terbukti dapat memberi dampak positif terhadap siapapun. Bahkan, terapi musik merupakan salah satu jenis pilihan pengobatan yang umum dilakukan untuk penderita demensia dan penyakit Parkinson. Oleh karena itu, aktivitas, seperti mendengarkan musik, memainkan alat musik, atau menari, juga bisa menjadi pilihan bagi lansia. Anda bisa sekadar mengajaknya ke konser maupun mengikuti klub musik atau menari tertentu.

7. Memelihara hewan

Bagi pecinta binatang, memelihara hewan juga dapat menjadi aktivitas yang menarik bagi lansia. Ada banyak jenis hewan peliharaan yang bisa Anda pilih, seperti anjing, kucing, ikan, atau burung. Adapun dilansir dari laman UMH, penelitian telah menunjukkan bahwa memelihara hewan bisa membantu meningkatkan kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan.

8. Menjadi relawan

Menjadi sukarelawan dalam berbagai kegiatan, acara, atau komunitas sosial, seperti penggalangan dana, juga bisa jadi pilihan aktivitas bagi lansia. Selain mengisi waktu luang, kegiatan ini juga bisa menjadi cara yang baik untuk mengatasi perasaan tidak berguna selama menjalani kehidupan di masa mudanya.

9. Game mengasah otak

Tak bisa bepergian keluar rumah tidak menghalangi lansia untuk tetap bisa beraktivitas. Bila ini masalahnya, lansia masih dapat melakukan aktivitas menarik dan menyenangkan lainnya bersama dengan anggota keluarga. Salah satunya adalah memainkan permainan atau game mengasah otak, seperti catur atau kartu.

Dengan beragam pilihan aktivitas di atas, tidak ada alasan bagi lansia untuk bermalas-malasan. Meski sudah tak seenergik dulu, aktivitas tetap perlu diterapkan sebagai salah satu gaya hidup sehat untuk lansia. Namun, perlu diingat, lansia hanya perlu memilih aktivitas yang tepat sesuai kondisinya agar mendapat manfaat yang optimal. Selamat mencoba!

Bingung Menjalani Masa Pensiun? Ikuti Berbagai Tips Ini Agar Tetap Produktif


Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Pil KB berhubungan dengan hormon. Itu sebabnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti minum pil KB akan muncul berbagai efek samping. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Anda mungkin waspada ketika berjalan sendirian, takut dihipnotis oleh orang tak dikenal. Tahukah Anda tidak semua orang mudah dihipnotis?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Saraf Lainnya 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Kandungan mangga yang manis dan asam menyegarkan menjadikan buah musiman ini bintangnya rujak. Apa saja manfaat mangga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu lucid dream

Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
hormon seimbang

6 Cara Alami untuk Menyeimbangkan Hormon dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit