home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Penyakit Kulit yang Sering Terjadi pada Lansia dan Cara Mengatasinya

Penyakit Kulit yang Sering Terjadi pada Lansia dan Cara Mengatasinya

Seiring dengan pertambahan usia, kulit akan mengalami berbagai perubahan. Kondisi ini terjadi karena beberapa faktor, termasuk perubahan dalam tubuh, gaya hidup, dan pola makan. Saat itu, kulit menjadi kering, tidak elastis, dan semakin menipis. Bahkan, lansia menjadi lebih rentan mengalami berbagai masalah kulit dan saat mengalami luka, membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh. Nah, apa saja penyakit kulit yang sering terjadi pada lansia, dan bagaimana cara mengatasinya?

Berbagai jenis penyakit kulit pada lansia

Sebenarnya, perubahan pada kulit merupakan bagian dari proses penuaan yang wajar terjadi. Biasanya, kulit menjadi keriput dan kendur saat usia bertambah. Namun, lebih daripada itu, saat bertambah tua, lapisan kulit paling luar, epidermis, menjadi lebih tipis.

Tak hanya itu, satu-persatu tanda penuaan pada kulit pun mulai tampak. Contohnya, muncul titik-titik hitam pada area kulit tertentu, kulit menjadi lebih tipis, tidak elastis, kering, dan tidak memiliki lapisan lemak yang membuatnya lebih rentan terhadap dingin.

Bahkan, risiko mengalami berbagai penyakit kulit pun semakin tinggi pada lansia. Berikut adalah beberapa penyakit kulit yang mungkin terjadi:

1. Kutil tua (seborrheic keratosis)

Seborrheic keratosis adalah kondisi saat muncul pertumbuhan pada kulit yang bentuknya seperti kutil. Penyakit kulit yang cukup sering terjadi pada lansia ini biasanya muncul pada wajah, dada, punggung, atau bahu.

Kutil ini biasanya menonjol sedikit dari permukaan kulit dan berwarna gelap, seperti coklat atau hitam. Sebenarnya, penyakit ini tidak berbahaya dan tidak membutuhkan pengobatan khusus. Hanya saja, jika kutil tua ini menyebabkan iritasi, dokter mungkin perlu mengangkatnya dari kulit lansia.

2. Flek hitam (lentigo senilis)

penyakit kulit pada lansia

Para lansia, khususnya yan memiliki warna kulit cerah dan sering menghabiskan waktu terpapar cahaya sinar matahari, rentan mengalami penyakit pada kulit yang juga bisa Anda sebut sebagai flek hitam. Kondisi ini biasanya menimbulkan warna hitam atau kecokelatan pada area tertentu, misalnya wajah, tangan, lengan, atau bahu.

Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya dan tidak membutuhkan perawatan khusus. Namun, dokter harus bisa memastikan sekaligus membedakan flek hitam dengan penyakit kulit pada lansia lainnya, misalnya lentigo maligna, salah satu jenis kanker kulit. Hal ini penting agar tidak terjadi kesalahan diagnosis dan pengobatan.

3. Cherry angiomas

Penyakit kulit yang juga sering muncul pada lansia ini adalah pertumbuhan pada kulit yang terbentuk dari pembuluh darah sehingga menimbulkan warna kemerahan. Cherry angiomas bisa tumbuh dalam berbagai ukuran, mulai dari yang sangat kecil hingga berukuran cukup besar.

Umumnya, penyakit kulit ini terjadi setelah memasuki usia 30 tahun. Meski tidak berbahaya, kondisi kulit ini bisa berdarah, apalagi jika lansia menggaruk atau menggosoknya dengan tangan. Oleh sebab itu, jika terjadi perubahan pada bentuknya, segera periksakan kondisi tersebut ke dokter.

4. Pemfigoid bulosa

Penyakit yang satu ini biasanya menyebabkan kulit melepuh dan sering terjadi pada lansia. Biasanya, kondisi ini muncul setelah memasuki usia 60 tahun ke atas. Awalnya, timbul rasa gatal dan lenting kemerahan pada kulit. Jika tak teratasi, penyakit kulit ini bisa semakin parah dan bisa menyebabkan kematian.

Pengobatan dari penyakit kulit pada lansia ini bertujuan untuk menekan aktivitas penyakit dengan penggunaan dosis sesuai kebutuhan. Untuk jangka panjang, lebih baik melakukan pengobatan setiap beberapa minggu sekali untuk memastikan bahwa pasien tidak dirawat secara berlebihan.

5. Eksim termasuk penyakit kulit pada lansia

Tidak hanya pada anak-anak, eksim ternyata salah satu penyakit kulit yang juga sering terjadi pada orang dari yang berasal dari berbagai kelompok usia, termasuk lansia. Penyakit kulit ini menunjukkan pola diskoid pada kulit yang bisa terlihat kering, seperti kulit yang retak dan pecah-pecah, atau justru basah seperti kulit yang melepuh.

Warna dari eksim yang muncul pada kulit pun bisa berbeda-beda. Eksim bisa memiliki warna merah muda, merah, hingga kecokelatan. Bahkan, eksim juga bisa menimbulkan rasa gatal pada kulit.

6. Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit kulit yang menimbulkan adanya bercak merah keputihan, permukaan kulit yang bersisik, dan sering kali terlihat mirip dengan eksim. Penyakit kulit yang sering terjadi pada lansia ini memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda dan biasanya muncul pada kulit kepala.

Meski begitu, tak jarang kondisi ini muncul di sebagian besar tubuh. Namun, ada banyak sekali pilihan pengobatan untuk psoriasis yang bisa membantu mengatasi penyakit kulit ini, sehingga bisa teratasi dengan baik.

7. Kanker kulit

Mengingat pertambahan usia menyebabkan kulit menjadi lebih rentan mengalami berbagai penyakit, kanker kulit merupakan salah satu penyakit kulit yang mungkin terjadi pada lansia, khususnya yang sering terpapar sinar matahari.

Di sisi lain, faktor lain juga bisa berkontribusi pada risiko lansia mengalami penyakit kulit ini, misalnya berkurangnya kemampuan DNA untuk memperbaiki kondisi kulit. Oleh sebab itu, sebaiknya segera periksakan kondisi kulit ke ahli dermatologi jika muncul bercak pada kulit yang menunjukkan gejala-gejala berikut pada kulit lansia:

  • Bertumbuh semakin besar.
  • Berubah ukuran.
  • Berdarah atau terasa gatal.

Cara mengatasi berbagai penyakit kulit pada lansia

Pada dasarnya, masing-masing penyakit kulit memiliki metode pengobatan yang berbeda. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi sekaligus mencegah berbagai masalah kulit lainnya, seperti berikut.

1. Batasi mandi air hangat

Mandi air hangat memang menenangkan, apalagi untuk orang yang sudah berusia lanjut. Namun, tahukah Anda bahwa air hangat bisa menghilangkan minyak alami tubuh?

Padahal, minyak alami ini sangat dibutuhkan agar kulit tetap kenyal dan juga lembap. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak boleh mandi air hangat sama sekali. Anda tetap boleh mandi air hangat, hanya tidak terlalu sering.

Hal ini mengingat mandi dengan air hangat bisa membantu meredakan gatal pada kulit, tetapi jika terlalu sering mandi menggunakan air hangat, kulit bisa menjadi lebih kering. Hal ini bisa memicu berbagai penyakit kulit pada lansia.

2. Hindari paparan sinar matahari

memanjakan lansia

Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami penyakit kulit pada lansia adalah paparan sinar matahari. Oleh sebab itu, National Institute on Aging menyarankan agar lansia tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di bawah sinar matahari.

Sebenarnya, tidak masalah jika ingin melakukan aktivitas di luar rumah, tetapi usahakan untuk berada di dalam ruangan dari pukul sepuluh pagi hingga pukul empat sore. Jangan terkecoh dengan langit yang mendung, karena sinar matahari tetap bisa menembus awan.

Bahkan, saat lansia berenang, mereka tetap bisa terpapar sinar matahari, maka tetap hindari lokasi-lokasi yang membuat lansia berhadapan langsung dengan sinar matahari pada jam-jam tersebut.

3. Gunakan produk perawatan kulit untuk menghindari penyakit kulit pada lansia

bahaya masturbasi pakai lotion

Mengingat tubuh sudah kesulitan untuk mempertahankan kelembapan kulit, maka sebaiknya lansia menggunakan produk perawatan kulit, seperti pelembap dan tabir surya jika pergi keluar rumah.

Lansia bisa menggunakan produk pelembap untuk dapat mengunci dan memberikan hidrasi yang dibutuhkan kulit. Usahakan untuk menggunakan pelembap yang berkualitas agar kulit tetap lembap, sehat, dan terhindari dari kekeringan yang bisa menyebabkan rasa gatal.

Selain itu, gunakan pula berbagai produk perawatan kulit lainnya yang bisa membantu menjaga kesehatan kulit, misalnya tabir surya yang dapat membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Gunakan tabir surya yang memiliki SPF lebih dari 15.

Untuk menghindari berbagai penyakit kulit pada lansia, gunakan produk perawatan kulit secara rutin. Sebagai contoh, gunakan pelembap setiap setelah mandi saat kulit masih dalam keadaan setengah kering. Lalu, gunakan tabir surya setiap 15-30 menit sebelum keluar rumah, dan gunakan kembali setiap dua jam sekali selama masih berada di luar rumah.

4. Gunakan pakaian yang melindungi kulit lansia

mencegah osteoporosis usia lanjut

Saat memasuki usia senja, ada baiknya agar para lansia menggunakan pakaian yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Oleh sebab itu, saat bepergian keluar rumah, selain menggunakan tabir surya, pastikan untuk mengenakan pakaian yang tertutup.

Sebagai contoh, gunakan topi yang bisa menutupi wajah, leher, dan telinga dari sinar matahari. Jika perlu, gunakan kacamata hitam untuk melindungi mata lansia dari cahaya matahari. Untuk pilihan pakaian yang tepat, gunakan pakaian longgar dengan lengan dan celana yang panjang.

Dengan begitu, lansia bisa menghindari berbagai penyakit kulit pada tubuhnya yang mungkin terjadi akibat paparan sinar matahari berlebih.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Skin Care and Aging. Retrieved 2 March 2021, from https://www.nia.nih.gov/health/skin-care-and-aging

Skin Diseases Are Common in Older Adults. Retrieved 2 March 2021, from https://www.healthinaging.org/blog/skin-diseases-are-common-in-older-adults/

Senior Skin Health (60+ years). Retrieved 2 March 2021, from https://www.skinhealthinstitute.org.au/page/90/senior-skin-health#suggest

5 Most Common Conditions After You Turn 70. Retrieved 2 March 2021, from https://www.aarp.org/health/conditions-treatments/info-2020/skin-problems-over-70.html

Aging changes in skin. Retrieved 2 March 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/004014.htm

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 16/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri