Apa itu tes pH urine?

Tes tingkat pH urine adalah tes yang digunakan untuk mengukur keasaman atau seberapa basa urine Anda. Tes ini merupakan tes sederhana dan tidak menyakitkan.

Banyak penyakit, diet, dan obat yang Anda minum dapat memengaruhi seberapa asam atau basa urine Anda. Misalnya, hasil yang terlalu tinggi atau rendah dapat menunjukkan kemungkinan bahwa tubuh Anda akan membentuk batu ginjal.

Jika dari tes pH urine dinyatakan bahwa kadarnya sangat ekstrem, Anda bisa menyesuaikan atau mengubah pola makan yang Anda lakukan. Hal ini bertujuan agar batu ginjal yang terjadi tidak akan membuat Anda menderita kesakitan.

Secara sederhana, dapat disebutkan bahwa hasil tes pH urine merupakan penanda kesehatan Anda secara keseluruhan. Hasil ini juga memungkinkan dokter mengetahui apa yang terjadi dalam tubuh Anda.

Mengapa saya perlu tes tingkat pH urin?

batu ginjal dan batu empedu

Tes pH urine diperlukan untuk mengetahui kondisi tubuh Anda. Salah satu kondisi yang bisa diketahui melalui tes ini adalah ditemukannya batu ginjal.

Batu ginjal adalah sejumlah kecil mineral yang dapat menumpuk di ginjal dan menyebabkan rasa sakit karena menghalangi urine melewati sistem ginjal dan sistem perkemihan. Batu-batu ini cenderung terbentuk di lingkungan yang sangat asam atau basa.

Itu sebabnya, menguji pH urine akan membantu dokter untuk mengetahui apakah Anda berisiko memiliki batu ginjal atau tidak.

Obat-obatan tertentu dapat membuat urine Anda lebih asam. Melalui tes ini, dokter juga dapat mengetahui apakah obat yang Anda konsumsi membuat urine Anda terlalu asam. Dengan begitu, tes ini bisa menentukan obat terbaik apa yang bisa diresepkan ketika Anda memiliki infeksi saluran kemih.

Bagaimana tes pH urine dilakukan?

Sebelum tes ini dilakukan, dokter mungkin akan meminta Anda untuk berhenti minum obat tertentu yang dicurigai bisa memengaruhi pH urine Anda.

Beberapa obat yang bisa memengaruhi tingkat keasaman urine Anda, antara lain:

  • Acetazolamide, digunakan untuk mengobati glaukoma, epilepsi, dan gangguan lainnya
  • Amonium klorida, digunakan dalam beberapa obat batuk
  • Methenamine mandelate, digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih
  • Potassium citrate, digunakan untuk mengobati encok dan batu ginjal
  • Natrium bikarbonat, digunakan untuk mengobati sakit maag dan gangguan pencernaan asam
  • Diuretik tiazid, digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan mengurangi risiko stroke serta serangan jantung

warna urine

Meski begitu, jangan melakukan perubahan pola makan sebelum menjalani tes pH urine kecuali dokter Anda menyarankan demikian. Mengingat makanan dapat memengaruhi jumlah keasaman urine, maka sebaiknya tes ini dilakukan sesuai dengan kondisi normal.

Melakukan tes dengan kondisi normal seperti biasa akan memberikan hasil yang akurat dalam memprediksi tingkat keasaman urine Anda. Melalui tes urine ini, dokter dapat mengidentifikasi penyebab perubahan aktual dalam pH urine Anda.

Untuk mendapatkan hasil terbaik, tes ini membutuhkan sampel urine yang bersih. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar mendapatkan urine yang bersih antara lain memberishkan area genital sebelum buang air kecil dan menampung urine yang keluar di tengah aliran (bukan urine yang pertama keluar).

Metode ini membantu menghilangkan organisme dan patogen tertentu yang bisa saja memengaruhi sampel urine Anda.

Dokter akan memberikan wadah untuk menampung air seni. Jangan menyentuh bagian dalam cangkir dan pastikan untuk tidak meletakkan apa pun kecuali urine di dalamnya untuk menghindari kontaminasi.

Setelah mengumpulkan urine sesuai dengan arahan yang diberikan, petugas akan membawa sampel tersebut ke laboratorium untuk mendiagnosisnya.

Komponen utama analisis urine (urinalisis)

tes urine

Ketika melakujan tes pH urine, terdapat beberapa komponen yang diperhatikan, yaitu:

  • Pemeriksaan visual. Ketika seorang dokter atau teknisi laboratorium memeriksa urine, mereka akan mengecek apa yang tampak, seperti warnanya, keberadaan benda asing (misalnya darah), atau apakah urine terlihat berbusa.
  • Tes dipstick. Tes dipstick dilakukan dengan mencelupkan selembar kertas khusus, seperti kertas lakmus, ke dalam sampel urine. Dipstick yang sudah dicelupkan kemudian akan berubah warna untuk menunjukkan seberapa asam atau basa urine Anda. Kertas ini juga dapat berubah warna apabila terdapat zat-zat lain, seperti glukosa, sel darah putih, bilirubin, atau protein.
  • Pemeriksaan mikroskopis. Seorang teknisi laboratorium akan memeriksa sejumlah kecil urine di bawah mikroskop untuk mencari partikel, seperti sel darah merah, kristal, atau sel darah putih. Partikel itu umumnya tidak akan muncul pada urine dari orang dengan kondisi normal. Kemunculan partikel tersebut dapat menunjukkan kondisi medis yang mendasarinya.

Tes pH urine tidak menyebabkan efek samping. Seseorang hanya akan buang air kecil seperti biasa untuk memberikan sampel.

Bagaimana cara membaca hasil tes pH urine?

cek penuaan dengan tes urine

Menurut American Association for Clinical Chemistry, nilai rata-rata untuk pH urine adalah 6.0, tetapi dapat berkisar antara 4,5 hingga 8,0.

Hasil tes pH urine yang berada di bawah 5.0 bersifat asam, sedangkan hasil tes urine yang lebih tinggi dari 8.0 memiliki sifat yang basa.

Laboratorium yang berbeda mungkin memiliki rentang yang berbeda untuk tingkat pH “normal”. Laporan hasil tes yang diberikan oleh pihak lab akan menjelaskan tingkat normal dan abnormal untuk laboratorium tertentu.

Semakin rendah angkanya, semakin asam urine Anda. Jika hasil tes pH urine Anda menunjukkan angka yang rendah, ini adalah tanda bahwa kondisi urine Anda sangat berisiko untuk munculnya batu ginjal.

Kondisi lain yang cenderung menyebabkan lingkungan asam pada urine, antara lain:

  • Asidosis
  • Dehidrasi
  • Ketoasidosis diabetikum
  • Diare
  • Kelaparan

Sedangkan, hasil tes pH urine yang lebih tinggi dari kadar normal seharusnya, dapat menunjukkan:

  • Prosedur pengosongan lambung (gastric suction) yang menghilangkan asam lambung
  • Gagal ginjal
  • Asidosis tubulus ginjal
  • Obstruksi pilorus
  • Alkalosis pernapasan
  • Infeksi saluran kemih
  • Muntah

Diet Anda juga bisa menentukan seberapa asam atau basa urine Anda. Misalnya, jika Anda sedikit makan daging dan tinggi buah-buahan dan sayuran, Anda cenderung memiliki urine yang bersifat basa atau alkali.

Mereka yang makan daging dalam jumlah tinggi cenderung memiliki urine yang asam. Dokter Anda dapat merekomendasikan beberapa perubahan pada diet Anda jika hasil tes pH urine tidak berada dalam batas normal.

Apa efek samping dari tes pH urine?

Tidak ada efek samping akibat tes pH urine. Anda biasanya dapat melanjutkan aktivitas harian Anda setelah mengikuti tes ini.

Urine terdiri atas air, garam, dan produk limbah dari ginjal. Keseimbangan dari senyawa-senyawa ini dapat memengaruhi keasaman urine, yang diukur oleh dokter dalam pH.

Dokter sering melakukan tes pH urine bersamaan dengan tes diagnostik lainnya, ketika seseorang memiliki gejala yang mungkin terkait dengan masalah dengan saluran kemih.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca