Mamografi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu mamografi?

Mamografi (mammografi) adalah prosedur pemeriksaan untuk mendeteksi dan mendiagnosis masalah atau penyakit pada payudara, termasuk kanker.

Mamografi adalah prosedur yang terutama sangat bermanfaat bagi wanita yang memiliki riwayat riwayat kanker payudara dalam keluarga.

Dikutip dari Mayo Clinic, mammografi tidak dapat mencegah kanker payudara. Akan tetapi, mamografi adalah prosedur yang dapat menyelamatkan nyawa dengan mendeteksi kanker payudara sedini mungkin. Semakin cepat mammografi dilakukan, kanker lebih mudah diobati dan disembuhkan. 

Bahkan, mamografi adalah alat yang bisa mendeteksi kanker saat tidak atau belum menunjukkan gejala apa pun.

Kapan saya harus menjalani mamografi?

Bagi kebanyakan wanita yang tidak berisiko tinggi terkena kanker payudara, mamografi teratur tidak perlu dimulai sebelum menginjak usia 50 tahun.

Jika Anda tidak berisiko tinggi dan tetap ingin waspada, Anda boleh memilih untuk menjalani mammografi pertama kali pada usia sekitar 40-44 tahun. Apabila hasilnya normal, tunggu sampai ulang tahun Anda yang ke-50 untuk melakukan mamografi berikutnya.

Hal yang penting untuk dipahami, risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Itulah mengapa sangat penting bagi semua wanita usia menopause harus melakukan mamografi secara teratur.

Yayasan kanker di Amerika Serikat, The American Cancer Society, merekomendasikan wanita yang berisiko kanker payudara rata-rata harus mammografi mulai pada usia 45 tahun dan terus dilanjutkan rutin setiap tahun berikutnya.

Wanita usia 45-54 tahun adalah pihak yang harus mendapatkan mamografi setiap tahun. Sementara itu, wanita usia 55 tahun ke atas harus mamografi setiap 2 tahun sekali setelah mamografi pertamanya, atau dapat terus melanjutkan skrining setahun sekali.

Namun sebenarnya, kapan Anda harus mulai mendapatkan mamografi serta harus seberapa rutin untuk ke depannya perlu didiskusikan dengan dokter.

Jika Anda sudah berusia di atas 40 tahun, bicarakan dengan dokter kapan sebaiknya Anda harus memulai skrining payudara ini.

Lebih awal dari 40 tahun mungkin adalah usia yang disarankan dokter untuk melakukan mamografi.

Pencegahan dan peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani mamografi?

Sebelum menjalani mamografi, berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter adalah langkah pertama yang perlu dilakukan. Beri tahu riwayat kesehatan Anda dan hasil mamogram sebelumnya (jika ada) pada dokter.

Jangan lupa juga beritahukan dokter mengenai perubahan atau masalah pada payudara yang Anda rasakan sebelum prosedur.

Lakukan mamografi hanya saat payudara dalam keadaan normal, tidak terasa nyeri atau bengkak seperti saat PMS atau sedang menstruasi. Hal ini dilakukan agar hasilnya akurat.

Lakukanlah mamografi setidaknya seminggu setelah hari terakhir menstruasi selesai.

Mamografi adalah prosedur yang tidak selalu menimbulkan rasa sakit atau tidak nyaman. Semuanya benar-benar tergantung pada tubuh masing-masing orang. Oleh karena itu, jangan takut untuk melakukan mammografi hanya karena khawatir terasa sakit.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani mamografi?

Dikutip dari American Cancer Society, sebelum menjalani mamografi, Anda perlu memastikan bahwa tempat yang didatangi adalah yang tepat dan tersertifikasi. Datangilah rumah sakit atau pusat kesehatan yang sudah tepercaya dalam melakukan mamografi.

Jangan lupa untuk membawa mamogram sebelumnya jika sudah pernah melakukannya. Membawa mamogram sebelumnya membantu dokter untuk membandingkan hasil skrining yang lama dengan yang baru.

Jangan gunakan deodoran, antiperspiran, losion, krim, atau parfum di ketiak atau payudara. Pasalnya, bahan-bahan ini bisa terlihat saat prosedur skrining dan menimbulkan kebingungan.

Gunakan baju berkancing atau kemeja agar lebih mudah dilepas saat pemeriksaan. Dengan begitu, Anda tak perlu melepas seluruh pakaian dan hanya atasannya.

Dokter juga akan memberikan obat penghilang rasa sakit jika Anda pernah merasa bahwa mamogram memicu rasa sakit. Obat biasanya diminum satu jam sebelum prosedur untuk meringankan rasa nyeri yang mungkin muncul saat tes.

Bagaimana prosedur menjalani mamografi?

Mamografi adalah prosedur medis yang menggunakan sinar rontgen dosis rendah untuk mendeteksi pertumbuhan atau perubahan abnormal pada jaringan payudara, yang dapat menunjukkan keberadaan kanker. Pada dasarnya, mamografi merupakan rontgen untuk dada.

Selama pengambilan gambar, Anda mungkin akan diminta berdiri atau duduk, tergantung dari fasilitas uji. Payudara Anda akan ditempelkan pada layar pemindai rontgen, kemudian sebuah kompresor yang terdiri dari dua piringan plastik akan menekan payudara Anda ke bawah untuk meratakan jaringan.

Hal ini akan menunjukkan hasil gambar yang lebih jelas dari payudara Anda. Anda mungkin akan diharuskan untuk menahan napas setiap kali pengambilan gambar. Selama mammografi, Anda mungkin akan sedikit merasakan nyeri atau tidak nyaman, tapi tidak akan bertahan lama.

Setelah prosedur tersebut selesai, laporan mammografi akan siap dalam 30 hari. Gambar yang diambil dalam proses mamografi disebut mamogram.

Dalam mamogram, jaringan payudara yang padat tampak berwarna putih sementara jaringan lemak dengan kepadatan rendah akan berwarna abu-abu. Keberadaan sel tumor akan ditunjukkan dengan gambar berwarna putih sama seperti jaringan payudara yang padat.

Selama prosedur, dokter akan memeriksa hasil gambar yang ditampilkan di layar pemindai. Sementara itu dokter juga meminta teknisi radiologi untuk mengambil beberapa gambar tambahan jika hasil yang ada terlihat kurang jelas atau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Jangan panik, hal ini lazim untuk dilakukan.

Apa yang harus dilakukan setelah mamografi?

Setelah gambar kedua payudara diambil, Anda mungkin akan diminta untuk menunggu sementara teknisi memeriksa kualitas gambar. Jika pandangan tidak memadai karena alasan teknis, Anda mungkin harus mengulang tes.

Keseluruhan prosedur biasanya memakan waktu kurang dari 30 menit. Setelah itu, Anda dapat berpakaian dan melanjutkan aktivitas normal.

Penjelasan dari hasil tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Mamografi menghasilkan mamogram, gambar hitam putih dari jaringan payudara Anda. Gambar ini membantu menemukan perubahan pada payudara yang mencurigakan.

Dalam mamografi, beberapa kemungkinan kondisi yang ditemukan yaitu:

  • Endapan kalsium (kalsifikasi) dalam saluran dan jaringan lain
  • Massa atau benjolan pada payudara
  • Area asimetris pada mammogram
  • Area padat yang muncul pada satu sisi payudara atau area spesifik saja

Kalsifikasi biasanya adalah hasil sekresi sel, peradangan, atau cedera di antara penyebab lainnya. Endapan kecil yang tidak teratur disebut dengan mikrokalsifikasi dapat dikaitkan dengan kanker.

Area klasifikasi yang lebih besar dan kasar biasanya disebabkan oleh tumor jinak seperti fibroadenoma.

Sementara itu, area padatan biasanya menunjukkan jaringan kelenjar atau kanker. Oleh karena itu, dibutuhkan tes lanjutan untuk memastikannya.

Ada sistem standar untuk melaporkan hasil mamogram yang disebut dengan Pelaposan dan Sistem Pencitraan Payudara atau BI-RADS.

BI-RADS menggunakan kategori dengan angka 0 hingga 6. Kategori ini membantu menyamaratakan persepsi dan hasil meski dokter yang memeriksanya berbeda.

  • 0, hasil tidak jelas dan dibutuhkan tes lanjutan
  • 1, tidak ada kelainan
  • 2, tidak ada tanda kanker tetapi beberapa kelainan hadir seperti kalsifikasi jinak
  • 3, ada kelainan yang sangat mungkin jinak tetapi perlu ditindaklanjuti
  • 4, kelainan yang bisa jadi kanker, kemungkinan memerlukan biopsi
  • 5, kelainan sangat mungkin bersifat kanker, membutuhkan biopsi
  • 6, ada sel kanker dan membutuhkan mamografi untuk memeriksa perkembangan

Setiap kategorinya memiliki perawatan yang berbeda-beda. Perawatan ini bisa mencakup tes lanjutan sesuai yang dibutuhkan.

Apa saja yang dapat memengaruhi hasil tes?

Hasil tes tidak akan akurat jika sebelum pemeriksaan Anda menggunakan losion, krim, bedak, atau deodoran pada ketiak dan area payudara. Pasalnya, bahan-bahan ini bisa terbaca di mamogram nantinya sehingga cukup membingungkan dokter atau ahli radiologi.

Oleh karena itu, pastikan untuk tidak menggunakan apa pun sebelum melakukan mamografi agar hasilnya akurat.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kapan Boleh Berhenti Periksa Mamografi?

Mamografi adalah salah satu cara untuk mendeteksi kanker payudara sejak usia 40 tahun. Lalu, kapan boleh berhenti periksa mamografi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Metastase Kanker Payudara

Metastase atau penyebaran kanker payudara juga bisa disebut sebagai kanker payudara stadium 4. Temukan gejala hingga angka harapan hidupnya di sini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin

Apa Alat Thermal Scanner yang Dipakai untuk Mendeteksi COVID-19?

Beberapa bandara melakukan uji menggunakan thermal scanner sebagai antisipasi pencegahan coronavirus. Apa itu sebenarnya thermal scanner?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 18/02/2020

Bolehkah Menghilangkan Rambut yang Tumbuh di Payudara?

Tidak hanya pria, pada payudara wanita pun dapat ditumbuhi bulu. Pertanyaanya, tumbuh rambut di payudara ini boleh dihilangkan atau tidak, ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Direkomendasikan untuk Anda

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
merawat pasien kanker payudara

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020
seberapa sering tes mamografi

Seberapa Sering Wanita Perlu Melakukan Tes Mamografi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020
pewarna rambut kanker payudara

Pewarna Rambut Permanen Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020