Sindaktili

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/04/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sindaktili?

Sindaktili adalah kelainan atau cacat bawaan pada bayi baru lahir yang membuat kondisi jarinya saling melekat atau dempet.

Sindaktili adalah kondisi dempetnya jari bayi yang bisa melibatkan dua jari atau lebih sehingga membuat telapak tangan atau kaki menjadi berbentuk seperti kaki bebek (webbed fingers).

Bentuk kelainan sindaktili ini ada yang pelekatannya hanya sepertiga dari panjang jari maupun sepanjang jari saling melekat.

Pelekatan juga bisa hanya terjadi pada jaringan kulit, tendon (jaringan lunak), bahkan di kedua tulang jari yang bersebelahan.

Normalnya saat janin masih di dalam kandungan, ada sejumlah gen yang berfungsi untuk memerintahkan deretan sel di antara dua jari untuk memisah dengan sempurna.

Namun, pada bayi yang mengalami sindaktili, gen yang berfungsi dalam perkembangan jari-jari tersebut mengalami gangguan. Akibatnya, jari-jari bayi tetap menyatu dan tidak terpisah menjadi lima jari yang lainnya.

Sindaktili adalah kelainan yang sebetulnya bisa mengganggu serta menghambat proses tumbuh kembang bayi. Ini karena jari yang dempet menghambat pertumbuhan jari dari gerakan jari-jari lain di sampingnya.

Bila tidak segera diatasi, kondisi kelainan saat lahir ini juga berisiko mengganggu perkembangan mental si kecil.

Apa saja jenis sindaktili?

Beberapa jenis kelompok sindaktili adalah sebagai berikut:

1. Sindaktili tidak lengkap

Kondisi ini terjadi saat jari tidak saling menempel sampai ke ujung. Jadi, hanya sebagian jari yang terlihat menempel.

2. Sindaktili lengkap

Kondisi ini terjadi ketika jari saling menempel seluruhnya alias sampai ke ujung. Ini berbanding terbalik dengan jenis sebelumnya.

3. Sindaktili sederhana

Kondisi ini terjadi saat jari-jari hanya disatukan oleh jaringan lunak. Jadi, tulang jari tidak ikut menyatu.

4. Sindaktili rumit

Kondisi ini terjadi ketika jari-jari disatukan oleh tulang, tulang rawan, serta jaringan lunak. Hal ini membuat bentuk jari tidak begitu sempurna.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Sindaktili adalah sebuah kelainan pada jari kaki atau tangan bayi yang berdempet satu sama lain. Kelainan ini bisa terjadi pada sekitar 1 dari 2.500 sampai 3.000 bayi yang baru lahir.

Kelainan kemungkinan besar cenderung terjadi pada bayi laki-laki ketimbang anak perempuan.

Tanda-Tanda & Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sindaktili?

Gejala utama sindaktili pada bayi adalah adanya dua jari atau lebih yang saling dempet seolah seperti bergabung. Jari yang saling menempel tersebut terlihat seperti memiliki selaput sehingga menyulitkan bayi untuk bergerak dengan normal.

Jari tangan atau kaki saling menempel bisa jadi hanyalah salah satu gejala sindaktili. Beberapa bayi yang mengalami sindaktili juga bisa mengalami gejala sindrom genetik lainnya yang lebih kompleks.

Sindaktili adalah kelainan atau cacat lahir bawaan yang bisa menyebabkan penampilan tangan atau kaki bayi abnormal.

Jika ukuran jari yang saling menempel bertambah panjang, kondisi ini bisa mengakibatkan kelainan pertumbuhan pada bayi.

Kapan harus periksa ke dokter?

Sindaktili adalah kondisi yang dapat dengan mudah terlihat sejak bayi baru lahir. Jika Anda melihat bayi memiliki gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, segera konsultasikan dengan dokter.

Kondisi kesehatan tubuh masing-masing orang berbeda, termasuk bayi. Selalu konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan terbaik terkait kondisi kesehatan buah hati Anda.

Penyebab

Apa penyebab sindaktili?

Menurut National Center for Advancing Translational Sciences, selama janin berkembang di dalam kandungan, tangan awalnya tumbuh dengan bentuk dayung atau lonjong.

Seiring semakin berkembangnya janin, jari-jari akan terpisah satu demi satu hingga berjumlah lima pada masing-masing tangan dan kaki.

Proses pemisahan masing-masing jari tersebut biasanya terjadi selama usia kehamilan minggu keenam atau usia kehamilan minggu ketujuh.

Penyebab sindaktili adalah ketika ada satu atau lebih jari-jari tangan dan kaki yang gagal berpisah selama masa perkembangan tersebut.

Sebaliknya, jari-jari tangan atau kaki tersebut justru masih saling menempel dan seolah dilapisi oleh selaput.

Cacat genetik atau bawaan yang diturunkan dari orangtua ke anak bisa menjadi penyebab sindaktili saat lahir. Selain itu, penyebab sindaktili juga bisa karena paparan lingkungan maupun kombinasi antara faktor lingkungan dan genetik selama ibu hamil.

Beberapa kasus sindaktili adalah kondisi yang juga bisa terjadi secara terpisah alias tanpa adanya faktor genetik.

Sementara dalam kasus-kasus tertentu, sindaktili adalah kelainan yang bisa disertai dengan sindrom genetik lain seperti sindrom Down, sindrom Polandia, sindrom Apert, atau sindrom Holt-Oram.

Faktor-Faktor Risiko

Apa yang meningkatkan risiko terkena sindaktili?

Beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko bayi mengalami sindaktili adalah memiliki jenis kelamin laki-laki.

Sebaliknya, bayi perempuan dinilai memiliki risiko yang lebih rendah. Selain itu, faktor risiko sindaktili lainnya adalah kerap terjadi pada ras Asia dan orang berkulit hitam.

Sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk mengurangi faktor risiko yang mungkin Anda dan bayi miliki.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Dikutip dari Kids Health, dokter dapat mendiagnosis kemungkinan janin di dalam kandungan mengalami sindaktili dengan melakukan pemeriksaan ultrasound (USG).

Jika bayi sudah lahir, kondisi cacat lahir bawaan tersebut dapat didiagnosis secara langsung. Selama pemeriksaan bayi baru lahir berlangsung, dokter biasanya juga akan memeriksa tanda-tanda lain untuk mengetahui apakah si kecil memiliki kondisi lainnya yang lebih kompleks.

Agar lebih jelas, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan rontgen atau x-ray. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat apakah tulang-tulang pada jari bayi saling bergabung atau hanya kulit dan jaringan lunaknya yang menyatu.

Jika dokter melihat si kecil mungkin memiliki kondisi yang lebih kompleks berhubungan dengan sindaktili, pemeriksaan lain mungkin akan dilakukan.

Serangkaian pemeriksaan ini akan membantu dokter untuk memutuskan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi bayi.

Apa saja pilihan pengobatan untuk sindaktili?

Jari kaki bayi yang saling menempel jarang dilakukan penanganan karena umumnya tidak terlalu bermasalah dengan perkembangan si kecil.

Sementara untuk kasus sindaktili pada jari-jari bayi yang tumbuh tidak biasa, dokter bisa saja menyarankan operasi atau pembedahan untuk memisahkannya.

Sejauh ini, cara untuk memisahkan jari yang melekat satu sama lain bisa dilakukan dengan operasi pemisahan. Pembedahan atau operasi akan membantu bayi agar bisa menggunakan jari-jarinya dengan baik dan benar.

Biasanya, operasi ini dilakukan ketika bayi berusia 12 bulan atau 1 tahun hingga berusia 24 bulan atau 2 tahun. Proses pembedahannya juga tergantung dari berapa banyak jari yang melekat.

Bila tidak hanya dua jari yang melekat, operasi pemisahan bisa dilakukan satu per satu. Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya komplikasi pada luka dan menghindari perdarahan pada jari yang ingin dipisah.

Setelah pemisahan ini dilakukan, mungkin dibutuhkan cangkok pada jari-jari kulit untuk menutupi sebagian luka. Proses ini tentunya membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama.

Semakin cepat dioperasi akan semakin baik karena dapat berdampak pada perkembangan motorik halus bayi dan anak ke depannya. Namun, penanganan tentunya akan disesuaikan dengan kondisi keparahan kelainan jari yang terjadi.

Maka itu disarankan untuk memeriksakan kondisi janin atau bayi Anda ke dokter bedah plastik. Dokter bedah plastik bisa mengidentifikasi jenis kelainan jari dan menentukan terapi terbaik untuk jari bayi Anda.

Dalam beberapa kasus tertentu, pembedahan bisa saja tidak dilakukan dan kondisi jari tangan atau kaki yang saling menempel tidak diperbaiki.

Hal ini biasanya terjadi karena jari yang saling menempel tersebut masih dapat menjalankan fungsinya dengan baik, tetapi saraf, pembuluh darah, dan tendon menyatu sehingga sulit dipisahkan.

Melakukan terapi okupasi dan latihan sendiri di rumah dapat membantu mempercepat pemulihan anak usai menjalani operasi sindaktili.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

    Tahukah Anda bahwa lemak paha adalah lemak yang sulit dihilangkan dibandingkan dengan lemak yang ada di bagian tubuh lain? Lalu apa penyebabnya?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit

    Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

    Pria kadang suka "keluar" duluan. Adakah cara agar seks menjadi lebih lama? Yuk simak berbagai cara tahan lama pria saat berhubungan seks di bawah ini.

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 28/07/2020 . Waktu baca 3 menit

    Tidur Sebaiknya Pakai Bra atau Tidak?

    Yang jelas, kabar bahwa tidur pakai bra bisa menyebabkan kanker payudara, itu sama sekali tidak benar. Tapi, apakah ini berarti kita boleh tidur pakai bra?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hidup Sehat, Fakta Unik 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit

    Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

    Minum obat terus minum madu? Boleh atau tidak? Baiknya Anda simak penjelasan di sini mengenai bahaya dan anjuran saat minum madu.

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Tips Sehat, Fakta Unik 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    manfaat ginseng buat pria

    Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit
    pijat prostat

    Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit
    nafsu seks

    Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit
    mengatasi rambut kering

    5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit