Psoriasis Pustulosa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Maret 26, 2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu psoriasis pustulosa?

Psoriasis pustulosa atau pustular adalah salah satu jenis penyakit kulit psoriasis.

Psoriasis pustulosa memiliki ciri-ciri lesi (luka kulit pecah) yang khas dan dapat dibedakan dari jenis psoriasis yang lebih umum, seperti psoriasis vulgaris.

Psoriasis pustular menyebabkan kulit melepuh dengan ditandai munculnya bintil-bintil putih (pustula) berisi nanah yang dikelilingi ruam kulit merah. Nanah dalam bintil pustula terdiri dari sel darah putih, tapi bukan menandakan infeksi dan tidak menular.

Gejalanya yang menyebabkan kerusakan kulit parah. Maka itu, psoriasis pustular dapat dikatakan sebagai penyakit kulit yang paling serius dan sulit ditangani di antara jenis psoriasis lainnya.

Berdasasarkan perbedaan bagian tubuh yang terdampak, tingkat keparahan, dan reaksi penanganan medis, psoriasis pustulosa dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Psoriasis pustular menyeluruh
  • Pustulosa palmar-plantar (PPP)
  • Acropustulosis (Acrodermatitis continua of Hallopeau)

Seberapa umumkah psoriasis pustular?

Psoriasis pustulosa paling jarang ditemukan kasusnya. Menurut Yayasan Peduli Psoriasis Indonesia, jumlah pengidap psoriasis pustular hanya 5% dari total penderita psoriasis.

Orang dewasa menjadi kelompok penderita yang paling umum. Kemunculan gejala biasanya terbatas hanya pada kaki dan tangan, kecuali pada penderita yang mengalami psoriasis pustular menyeluruh.

Pada sebagian besar kasus, gejala psoriasis pustulosa dapat muncul sebagai gejala awal atau perkembangan dari kondisi psoriasis vulgaris.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala psoriasis pustulosa?

Gejala psoriasis pustulosa sebenarnya bervariasi tergantung dari jenisnya. Secara umum gejalanya diperlihatkan dengan tanda-tanda yang khas berupa kulit melepuh dengan bintil-bintil putih (pustula) yang mirip dengan jerawat.

Bintil-bintil putih berada di atas ruam kulit yang memerah yang menandakan terjadinya peradangan kulit. Masalah kulit ini dapat memunculkan rasa gatal dan perih yang intents dalam satu waktu.

Apabila pecah bintil pustula akan mengeluarkan nanah. Setelah pecah, lama-kelamaan pecahan pustula akan mengerak dan membentuk borok.

Inilah perbedaan gejala dari 3 jenis psoriasis pustular:

1.Psoriasis pustular menyeluruh

Psoriasis pustular menyeluruh juga dikenal dengan istilah psoriasis Von Zumbusch secara medis. Peradangan bisa terjadi secara tiba-tiba dengan penyebaran pustula ke seluruh tubuh yang bisa berlangsung dalam waktu 24-48 jam.

Gejala psoriasis pustulosa menyebar hampir ke seluruh bagian tubuh. Selain lesi kulit, jenis psoriasis pustular ini juga bisa menyebabkan munculnya gangguan kesehatan lainnya seperti:

Bentuk psoriasis ini termasuk yang paling berbahaya sehingga membutuhkan penanganan medis darurat. Peradangan kulit yang sangat intens bisa menyebabkan dehidrasi kulit, percepatan denyut jantung, dan pengingkatan risiko untuk terjadinya infeksi.

Oleh karena itu, orang yang mengalami psoriasis pustular menyeluruh memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

2. Pustulosa palmar-plantar (PPP)

Gejala psoriasis pustulosa hanya ditemukan pada area tubuh tertentu, yaitu telapak tangan atau kaki. Terutama pada bagian bawah ibu jari dan kedua sisi mata kaki.

Awalnya gejala muncul dalam bentuk plak-plak kemerahan yang kemudian berubah coklat dan menyebabkan pengelupasan kulit sehingga mengerak.

Gejala muncul berdasarkan siklus tertentu. Maka dari itu, bintil pustula bisa kembali muncul setelah sembuh. Kelompok penderita yang kerap mengalami psoriasis ini adalah perokok aktif.

3. Acropustulosis (Acrodermatitis continua of Hallopeau)

Pada acropustulosis, lesi kulit ditandai dengan bintil-bintil kecil yang menimbulkan rasa perih dan muncul pada jari tangan atau jempol kaki. Nantinya, lesi kulit ini bisa menyebar luas ke seluruh bagian telapak tangan dan kaki.

Lesi kulit ini bisa terasa sangat perih dan mengganggu bahkan cenderung merusak bagian kuku. Terkadang peradangan kulit ini bisa terjadi ketika sebelumnya terdapat luka atau infeksi kulit.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda perlu segera menemui dokter untuk melakukan pemeriksaan, ketika mengalami peradangan kulit yang menunjukkan gejala seperti di atas.

Terutama apabila gejala psoriasis pustulosa sudah berlangsung lama, tidak kunjung membaik, dan memunculka keluhan kesehatan lain.

Kondisi yang menunjukkan bahwa Anda memerlukan pemeriksaan untuk mendapatkan pengobatan medis adalah:

  • Berlangsung terus-menerus dan membuat Anda sakit serta tidak nyaman sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Membuat Anda khawatir terhadap penampilan diri.
  • Menimbulkan masalah sendi, seperti nyeri, bengkak atau yang penyakit lain mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Sulit melakukan rutinitas sehari-hari.

Penyebab

Apa penyebab psoriasis pustulosa?

Setiap jenis psoriasis dilaporkan berkaitan dengan gangguan sistem imun atau penyakit autoimun. Ketika sistem kekebalan tubuh yang bertugas melawan infeksi virus dan bakteri, malah menyerang sel-sel kulit yang sehat maka sel-sel kulit baru akan tumbuh lebih cepat.

Namun, penyebab psoriasis pustulosa itu sendiri belum bisa ditentukan secara pasti. Peran sistem imun dalam mekanisme berlangsungnya gejala pada setiap jenis psoriasis pustulosa juga masih perlu diteliti secara menyeluruh.

Akan tetapi, diduga kuat bahwa kondisi tersebut berhubungan dengan peradangan yang terjadi secara tiba-tiba dan cepat pada area transisi antara lapisa kulit terluar (epidermis) dan lapisan di bawahnya (dermis).

Selain menimbulkan sejumlah gangguan pada kulit, peradangan psoriasis pustular juga menyebabkan matinya sebagian besar sel-sel darah putih pada kulit. Akibatnya, terjadi akumulasi cairan limpa yang membentuk bintil pustula bernanah dengan sel-sel darah putih yang mati.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena psoriasis pustular?

Penyakit kulit ini bisa dipicu oleh berbagai hal, yaitu efek samping obat-obatan, paparan iritan pada kulit, kehamilan, paparan sinar ultraviolet yang berlebih, hingga stres.

Beberapa hal dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya psoriasis pustular sekaligus memperparah kondisinya sehingga menyebabkan iritasi. Kondisi gejala yang memburuk bisasnya ditandai dengan ruam yang bertambah merah.

Pada kasus psoriasis vulgaris, masalah kulit yang dialami bisa berkembang menjadi gejala psoriasis pustulosa akibat dari beberapa faktor pemicu psoriasis berikut ini:

  • reaksi obat-obatan tertentu.
  • pemakaian obat topikal atau sampo dengan dosis steroid, coal tar, anthralin, dan seng pyrithione yang kuat.
  • konsumsi prednisone yang dihentikan secara tiba-tiba.
  • infeksi kulit.
  • efek samping fototerapi
  • kehamilan
  • stres

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis penyakit ini?

Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi gejala. Dokter selanjutnya akan menyelidiki apakah Anda mengalami kondisi yang menjadi faktor risiko.

Karena psoriasis pustulosa biasa terjadi pada orang dengan riwayat psoriasis vulgaris, maka dokter juga akan menanyakan riwayat penyakit kulit yang pernah Anda alami.

Biasanya tidak diperlukan tes darah atau uji laboratorium lainnya untuk memastikan hasil diagnosis. Dari ketiga evaluasi ini, dokter sudah bisa mendapatkan gambaran pasti dari psoriasis pustulosa.

Jika memang dibutuhkan pengujian lebih lanjut untuk memastikan hasil diagnosis, dokter akan mengambil sampel bintil pustula yang selanjutnya akan diperiksa apakah terdapat infeksi bakteri atau virus. Psoriasis pustular tidak dipengaruhi oleh infeksi.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk psoriasis pustulosa?

Tujuan pengobatan secara umum adalah untuk menekan peradangan dan meringankan gejala. Pada kasus yang ringan, pengobatan juga berguna untuk mencegah terjadinya infeksi, mengembalikan temperatur normal sekaligus  keseimbangan kimia kulit.

Obat yang digunakan biasanya adalah acitretin, cyclosporine, methotrexate, dan obat PUVA oral yaitu obat yang berasal dari psoralen dan sinar ultraviolet A.

Di samping itu, pengobatan yang tepat untuk penyakit ini perlu disesuaikan dengan jenis dari psoriasis pustulosa.

Untuk kasus psoriasis pustular menyeluruh, pengobatan harus dilakukan secara intensif di rumah sakit. Sementara untuk PPP dan acropustulosis bisa melalui penggunaan obat-obatan secara rawat jalan.

Berdasarkan National Psoriasis Foundation, berikut adalah pengobatan secara lebih spesifik untuk setiap jenis psoriasis pustular:

Psoriasis pustular menyeluruh

Obat yang mungkin digunakan acitretin, cyclosporine atau methotrexate. Pengobatan seperti fototerapi dan obat sistemik akan dihindari karena efek sampingnya berpotensi memicu terjadinya peradangan yang lebih parah.

Namun dalam kasus yang serius dokter bisa meresepkan steroid oral bagi pasien yang gejalanya tidak kunjung membaik dari pengobatan awal.

Pustulosa palmar-plantar (PPP)

Obat-obatan topikal atau obat oles dalam bentuk krim dan salep lebih diutamakan untuk mengatasi gejala di awal. Kombinasi pengobatan bisa dilakukan dengan menggunakan acitretin, cyclosporine atau methotrexate.

Acropustulosis (Acrodermatitis continua of Hallopeau)

Gejala psoriasis ini termasuk yang paling sulit untuk diatasi. Oleh karena itu, dibutuhkan pengobatan sistemik dan obat topikal untuk menghilangkan lesi kulit dan memulihkan kuku yang terdampak.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi psoriasis pustulosa?

Pencegahan terhadap penyakit ini memang hampir sulit dilakukan lantaran kompleksnya mekanisme yang menyebabkan terjadinya peradangan kulit serta faktor pemicu psoriasis yang terkadang sulit dihindari.

Akan tetapi, setidaknya Anda tetap bisa mengurangi risiko psoriasis pustulosa dengan melakukan beberapa cara berikut ini:

  • Berhenti merokok karena dapat memicu terjadinya PPP.
  • Menghindari paparan sinar matahari secara langsung.
  • Kelola stres dengan melakukan aktivitas yang bersifat relaksasi,
  • Mengurangi konsumsi alkohol secara berlebihan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Ciri-Ciri Cacar Api yang Wajib Dikenali, Jika Anda Sudah Pernah Kena Cacar Air

Ciri-ciri cacar api memiliki pola penyebaran lenting yang berbeda dengan cacar air. Gejala cacar api juga disertai nyeri pada kulit.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Tanda dan Gejala Cacar Monyet yang Perlu Dikenali Sejak Dini

Gejala cacar monyet lebih serius dari gejala cacar air biasa. Waspadai dampak kesehatan dari cacar monyet dengan mengenali ciri-cirinya di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Willyson Eveiro
Tanggal tayang Mei 22, 2020
6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 22, 2020
Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 21, 2020